Connect with us

News

Tim BMX Indonesia Buru Poin Olimpiade

Published

on

Kilasjogja.com, OLAHRAGA – Pengurus Pusat Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PP ISSI) tak menggelar pelatnas kendati para pembalap mulai mengumpulkan poin Olimpiade 2020 Tokyo. Latihan digelar di daerah. ISSI menyiapkan dua kejuaraan untuk meraih poin olimpiade tahun ini. Yakni, Thailand Terbuka pada 3 dan 4 November dan Osaka BMX Internasional pada 25 November.

Untuk tampil pada dua ajang itu, ISSI menyiapkan empat pembalap putra dan satu pembalap putri. Yaitu, I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar, Toni Syarifudin, dan pembalap junior Pasha. Untuk wakil putri hanya diikuti Wiji Lestari. Pemilik emas Asian Games 2018, Khoiful Mukhib dan Tiara Andiki Prastika absen.

Pelatih kepala balap sepeda, Dadang Haris Purnomo, menargetkan pembalapnya bisa menembus final, meskipun persiapan tidak seoptimal seperti di Asian Games 2018. Para pembalap berlatih sendiri-sendiri. “Jujur, memang persiapan anak-anak tidak seperti Asian Games. Mereka tidak latihan sentralisasi melainkan di daerahnya masing-masing karena ada kejuaraan daerah juga,” kata Dadang.

Untuk merujuk olimpiade, lanjutnya, tidak hanya individual saja tapi ada faktor lain segala macam. Keuntungannya karena Indonesia tidak begitu jauh dari Thailand, jadi kita cukup banyak mengirimkan. Selain pembalap Timnas, Dadang mengungkapkan, klub juga dapat mengirimkan pembalapnya. Situasi itu bisa membantu poin negara untuk Olimpiade nanti.

“Jadi siapapun pembalapnya nanti di C1, bisa masuk final itu bisa cukup bagus untuk menambah poin Indonesia ke rangking kualifikasi Indonesia menuju olimpiade,” tuturnya.

Untuk mengikuti turnamen balapan C1 Internasional itu, I Gusti Bagus Saputra mematok target juara. Bagus kembali menjalani latihan bersama rekan-rekannya menuju dua event selanjutnya SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 Tokyo. Timnas BMX Indonesia dijadwalkan terbang ke Negeri Gajah Putih pada 1 November.

“Sementara ini persiapannya belum 100 persen kembali ke perfoma karena saya masih sibuk mengurusi tes PNS (Pegawai Negeri Sipil) sehingga sesi latihannya berkurang,” ujarnya

Meski persiapan belum maksimal, Bagus mematok target tertinggi di kejuaraan terbuka yang sekaligus menjadi salah satu ajang perebutan poin Olimpiade 2020 Jepang tersebut.

“Pastinya ingin juara. Berusaha maksimal saja. Soal persaingan saat ini di balapan sudah merata. Tinggal kita, atlet, harus lebih giat lagi latihan, kerja keras, dan sering mengikuti event di luar untuk mengejar poin olimpiade,” ujar peraih medali perak Asian Games 2018 itu.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.