Connect with us

News

Tertinggi, Fenomena Bunuh Diri di Gunungkidul

Published

on

Bunuh diri

Kilasjogja.com, GUNUNGKIDUL -Dalam acara Talkshow : “Fenomena Bunuh Diri: Aspek Psikiatri dan Psikologi” terungkap fenomena bunuh diri terbanyak ada di Kabupaten Gunungkidul 94 kasus di tahun 2016. Sementara itu di Kabupaten Sleman tercatat 71 kasus, Bantul 64 kasus, Jogja 57 kasus, dan terakhir Kulonprogo 51 kasus.

Ada beragam faktor yang bisa memicu seseorang untuk bunuh diri, seperti masalah ekonomi, konflik dengan keluarga, ditolak dalam pergaulan, masalah percintaan, pernah mengalami pelecehan seksual, menjadi korban perundungan (bullying).

Fenomena ini menjadi perhatian, bersama Ahli Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UGM Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira SpKJ (K) menjelaskan, motif bunuh diri dipengaruhi banyak hal, satu diantaranya adalah aspek budaya.Distorsi dan transisi budaya juga cukup memperngaruhi.
Selain itu, aspek psikologi juga memiliki pengaruh besar. Depresi dan skizofernia dinilai sebagai penyebab utama.

“Jangan berasumsi orang yang sudah bersenang-senang tidak akan melakukan bunuh diri. Bisa jadi itu sudah memutuskan untuk bunuh diri,” terang Carla.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara tidak memanjakan anak, kesehatan mental diperlukan dengan cara menghiasi hidupnya dengan cara yang baik. Karena salah satu faktor kenapa orang bisa melakukan percobaan bunuh diri adalah keberanian untuk melakukan bunuh diri itu sendiri.

Bunuh diri telah menjadi fenomena yang cukup besar di seluruh dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan, sekitar 800.000 orang tewas akibat bunuh diri setiap tahunnya. Jumlah itu belum termasuk orang-orang yang melakukan percobaan bunuh diri.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.