Connect with us

Jogja

Sultan HB X Terima Penghargaan “Muhammadiyah Award”

Published

on

Penghargaan

 

Kilasjogja.com, JOGJA –  Penghargaan Muhammadiyah Award tahun ini diberikan kepada Sri Sultan HB X, Prof Mitsuo Nakamura dan Almarhum H Roemani di acara resepsi Milad ke-105 Muhammadiyah di Bangsal Pagelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ketiga tokoh ini dianggap telah memberi kontribusi nyata dan positif bagi kemajuan organisasi Muhammadiyah.

“Sultan HB X adalah pelanjut Sultan terdahulu yang terus mensuport dan memperkuat hubungan Kraton dengan Muhammadiyah,” terang Dr H Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Haidar  mengatakan, Sultan HB X sebagai representasi peran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sejak Sultan HB VII, VIII dan IX secara luar biasa telah memberikan perhatian dan dukungan penuh sejak Muhammadiyah berdiri sampai saat ini.

Sedangkan Prof Mitsuo Nakamura, seorang antropolog asal Jepang hampir sepanjang karir akademiknya dihabiskan untuk mengkaji Muhammadiyah.

Kemudian Almarhum Haji Roemani yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan ketulusannya menaruh kepercayaan dengan mewakafkan hartanya, sehingga berdiri tegak RSU Muhammadiyah Roemani di Semarang.

“Penghargaan ini merupakan rasa syukur dan terimakasih kami yang tidak seberapa dibanding kiprah dan penghidmatan ketiga tokoh tersebut dalam posisi dan perannya masing-masing,” jelasnya.

Milad yang mengangkat tema ‘Muhammadiyah Merekat Kebersamaan’ dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Mendikbud Muhadjir Effendy dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Sultan mengatakan, bersandingnya agama dan budaya menjadi modal moral yang dahsyat dalam mendorong akselerasi revolusi mental. Dengan visi universal, amar makruf nahi munkar, Sultan yakin Muhammadiyah bakal terus maju dan berkemajuan sekaligus mempersatukan bangsa.

“Penghargaan ini saya peruntukkan bagi leluhur saya, semoga saya diberi keteguhan sikap, batin dan moralitas untuk lebih mempererat hubungan Kraton dan Muhammadiyah,” katanya.

Prof Mitsuo Nakamura mengatakan, penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun tentang Muhammadiyah tak bisa lepas dari keberadaan masyarakat Kotagede yang merupakan warga Muhammadiyah.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk warga Muhammadiyah di Kotagede,” katanya.

Salah satu buku Prof Mitsuo yang cukup fenomenal dan menjadi rujukan berjudul ‘Bulan Sabit Muncul di atas Pohon Beringin’.

Sedangkan Sri Mulyani SpA MKes, yang merupakan cucu Almarhum H Roemani mengatakan, saat RS Muhammadiyah Roemani dibangun ia berusia 10 tahun.

Sejak itu ia dan adik-adiknya bercita-cita menjadi dokter, agar bermanfaat bagi sesama.

“Penghargaan ini menjadi semangat dan motivasi untuk melanjutkan perjuangan kakek, yaitu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” jawabnya.

 

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jogja

Gubernur DIY Minta Kasus UGM Dituntaskan

Published

on

Kilasjogja.com, JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan mahasiswa UGM di lokasi kuliah kerja nyata (KKN) segera dituntaskan.

Hal itu, agar masalah tersebut tidak menimbulkan citra buruk kampus UGM di mata masyarakat.

“Terus terang detail kasus itu seperti apa saya belum tahu. Meski begitu, saya berharap persoalan tersebut diselesaikan. Jangan sampai menjadi kasus yang berkembang dan berdampak pada pencerminan (citra) yang tidak bagus. Terserah kebijakan kampus sepertiapa,” terangnya.

Gubernur DIY  mengimbau agar penuntasan kasus ini dilakukan dengan baik.

Meski belum mengetahui secara detail kronologisnya seperti apa, Sultan optimis pihak UGM memiliki aturan tersendiri dalam menyelesaikan persoalan itu.

“Terserah kebijakan yang akan diambil kampus seperti apa, karena mereka memiliki aturan tersendiri. Sebaiknya segera diselesaikan,” ujar Sultan HB X, seraya meminta agar mengedepankan sikap bijak.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo menegaskan, meski kasus ini terjadi tahun lalu, kepolisian masih tetap bisa mengusut.

“Polda DIY sudah berinisiatif melakukan penyelidikan,” katanya.

Sesuai pasal 184 KUHAP, penyidik akan mencari setidaknya dua alat bukti yang sah. Dua alat bukti itu menjadi syarat agar kasus tersebut bisa dilanjutkan

Sementara itu, kepolisian berencana meminta keterangan mahasiswi UGM yang menjadi korban pemerkosaan sesama mahasiswa.

Korban akan dimintai keterangan dengan didampingi pengacara atau psikolog.

“Korban dalam waktu dekat akan dimintai keterangan, didampingi orang-orang yang ditunjuk untuk mendampingi,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan, korban didampingi penasihat hukum atau psikolog.

Sementara itu, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini. “Pelaku itu biasanya paling belakangan,” ungkapnya.

Kepolisian, lanjut Setyo, saat ini masih menggali keterangan dari sejumlah orang. Polisi berusaha mengumpulkan setidaknya dua alat bukti untuk penetapan sebagai tersangka.

“Oleh sebab itu kewenangan dan kewajiban penyidik untuk mencari, mendapatkan dua alat bukti itu untuk bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Kasus pemerkosaan ini diketahui saat lembaga pers UGM, Balairungpress mengungkapkan cerita mahasiswi bernama samaran Agni.

Agni mengaku diperkosa oleh HS pada saat kegiatan KKN di Pulau Seram, Desember 2017 silam.

Baca Juga:

Continue Reading

Jogja

The Falcon Milik Builder Yogya Tampil di Jepang

Published

on

Kilasjogja.com, JOGJA – Kualitas tangan-tangan kreatif asal Yogya dalam industri motor kustom kian diakui di tingkat internasional. ‘The Falcon’, motor berkonsep old school chopper garapan Queen Lenkha Choppers Yogya ini bakal unjuk kualitas di ajang 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2018 di Yokohama Jepang, awal Desember mendatang.

Bagi Queen Lenkha Choppers, ini kali kedua mereka turun pada ajang bergengsi tahunan tersebut di negara sakura. Tahun 2017 lalu, pada ajang yang sama mereka berhasil memenangi penghargaan Free Kustom Cycles Mooneyes Spain Award.

“Setelah pulang dari Jepang, kami berpikir untuk membuat lebih baik di tahun 2018. Menunjukkan, tak hanya builder-builder Jakarta yang bisa, tapi builder asal Yogya pun memiliki kualitas di level dunia,” tegas Punggawa Queen Lekha Choppers, Muhammad Perdana Agung Satria, Rabu (31/10).

Pria yang akrab disapa Yayak tersebut menambahkan, proses pengerjaan The Falcon yang keren dengan pattern dan motif suku indian tersebut digarap selama tiga bulan. Motor berbasis mesin S&S Knucklehead KN 74 berkapasitas 1200cc tersebut dipersiapkan khusus.

“Setiap aspek motor ini menampilkan simbol dan filosofi suku Indian, karena tahun 2017 lalu kami melihat belum ada builder lain yang berpikir tentang itu,” tambahnya.

Di 2017 lalu, mereka harus bersaing dengan sekitar 800 motor dari seluruh dunia. Tahun ini The Falcon masuk dalam 8 karya builder Indonesia yang akan berpartisipasi dalam program Kustomfest-Indonesia Attack 2018 dalam ajang 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2018.

Tujuh motor lain merupakan garapan builder kota-kota besar lain seperti DKI Jakarta. “Kami mohon doa semoga wakil DIY dapat berjaya di Jepang. Menunjukkan pada mata dunia, bahwa tangan-tangan kreatif Yogya memiliki kualitas dan potensi besar di dunia kustom internasional,” tambah Director Kustomfest, Lulut Wahyudi.

Pemilik The Falcon, Beth Albichar Muchammad enggan menjawab soal dana yang ia butuhkan untuk menggarap The Falcon. “Yang turun di Jepang tahun lalu diminati orang lain, sehingga dijual untuk bisa dilakukan lebih di tahun 2018 dengan The Falcon,” tegasnya.

Dengan The Falcon tampil di Jepang, pihaknya berharap semangat builder di Yogya kian kuat untuk berkarya menghasilkan motor-motor kustom yang mampu menyedot perhatian dunia.



Baca Juga:

Continue Reading

Jogja

Bank Indonesia dan BPD DIY Sosialisasi Aplikasi Cash Manajemen Sistem

Published

on

Kilasjogja.com, JOGJA – Dinamika perkembangan ekonomi yang semakin meningkat dan pengelolaan manajemen birokrasi Pemerintah Daerah yang semakin modern menuntut dan membutuhkan pengelolaan keuangan daerah secara efisien, transparan dan akuntabel.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah menginisiasi penerapan transaksi non tunai dalam transaksi keuangan APBD Pemerintah Daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran.

Pada tanggal 8, 9, dan 10 Oktober 2018 Bank Indonesia mengadakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Cash Management System (CMS) bersama BPD DIY bagi Pemerintah Provinsi DIY, sebagai wujud dukungan Bank Indonesia dalam penerapan transaksi non tunai APBD.

“Tujuan pelatihan ini adalah agar implementasi elektronifikasi transaksi APBD dapat berjalan dengan optimal. CMS akan menjadi sistem yang memproses transaksi non tunai APBD Pemerintah Daerah,” terang Sri Fitriani,
Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Selasa (10/10).

Dukungan Bank Indonesia terhadap Gerakan Non Tunai telah dimulai sejak Agustus 2014, saat Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) bersama Pemerintah pada sejumlah transaksi objek layanan pubik.

Misalnya layanan e-parking, e ticketing kereta commuter, e-ticketing layanan Trans Jakarta di wilayah DKI, e-ticketing di Kuala Namu, Medan, serta penyaluran bantuan sosial non tunai secara nasional.

Pada 2017, terbit ketentuan dari Kementrian Dalam Negeri yang memperkuat landasan hukum implementasi GNNT pada transaksi APBD Pemda, yaitu SE Mendagri No.910/1866/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Provinsi dan Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

“Inisiatif GNNT ini bertujuan untuk mendorong dan memperluas penggunaan transaksi non tunai sehingga dapat meningkatkan efisiensi perekonomian, keamanan dan kenyamanan bertransaksi, memperkuat governance, transparansi dan akuntabilitas, serta mendukung upaya pencegahan korupsi, pencucian uang dan pembiayaan terorisme,” jelasnya.

Upaya perluasan penggunaan transaksi non-tunai dalam rangka fasilitasi kegiatan transaksi penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah tidak hanya untuk transaksi high value (bernilai tinggi), namun juga untuk transaksi yang bersifat ritel.

Program GNNT yang diimplementasikan di seluruh Pemerintah Daerah selaras dengan program Bank Indonesia yang tengah menggalakkan elektronifikasi, yaitu suatu upaya untuk mengubah transaksi masyarakat yang semula dilakukan secara manual menjadi elektronik, dari metode pembayaran tunai menjadi pembayaran non-tunai, serta pelaku transaksi keuangan yang sebelumnya bersifat eksklusif menjadi inklusif.

“Elektronifikasi merupakan bagian dari implementasi GNNT guna meningkatkan transaksi non tunai di masyarakat,” katanya.

Selain itu elektronifikasi juga mendorong terwujudnya keuangan inklusif karena dapat membuka akses masyarakat untuk terhubung dengan layanan keuangan serta mendekatkan lembaga keuangan kepada masyarakat hingga ke daerah terpencil (remote area).

Sehingga mendukung pencapaian target indeks keuangan inklusif Pemerintah, yaitu sebesar 75 persen penduduk Indonesia dewasa telah terinklusi keuangan pada 2019.

DIY sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam keindahan alam, kebudayaan, pendidikan, termasuk potensi industri kreatif yang sangat besar.

Terutama untuk sektor kreatif yang berbasis teknologi informasi, tentu memerlukan inovasi pengelolaan keuangan daerah seiring dengan kemajuan teknologi dan era ekonomi digital saat ini, agar industri di DIY berkontribusi secara konkrit dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan penerapan elektronifikasi khususnya untuk sektor layanan pembayaran (e-payment), diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi daerah serta peningkatan daya saing daerah,” kata Sri Fitriani.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita