Connect with us

Jogja

Status Kesiapsiagaan Darurat Kekeringan

Published

on

Kekeringan

Kilasjogja.com, JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah mengajukan status kesiapsiagaan darurat kekeringan di dua kabupaten DIY, yaitu Kabupaten Gunungkidul dam Kabupaten Kulonprogo kepada Gubernur DIY  mulai 28 Agustus hingga 30 November 2017.

Kridho Suprayitno, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah melakukan berbagai upaya guna mengatasi potensi kekeringan tersebut.

Mulai pendistribusian (dropping) air bersih hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya air dibantu warga setempat.

” Pengajuan penetapan status kesiapsiagaan darurat kekeringan atas dasar pengajuan dari Bupati Gunungkidul dan Kulonprogo. Dasarnya prediksi dari BMKG musim kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan 2016 lalu,” terangnya.

Panjangnya musim kemarau di DIY ini memicu semakin banyak pula luas sebaran wilayah yang mengalami kekeringan.

Melihat kondisi tersebut, BBPD DIY tentunya melakukan mitigasi yang melibatkan instansi terkait beserta kabupaten/kota se-DIY berupa mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Mitigasi non struktural adalah penanganan kekeringan untuk jangka pendek melalaui dropping air bersih di sejumlah titik rawan kekeringan yang sudah dipetakan dan inventarisasi.

“Hingga saat ini, kami bertugas melakukan dropping atau pendistribusian air bersih ke titik-titik rawan kekeringan dan memulai mitigasi strukturak dari utara di Sleman dan selatan dari Bantul,” jelasnya.

Sedangkan di kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo baru dilakukan pengecekan dan pemanfaatan kembali jaringan-jaringan air bersih serta perluasan jaringan sebagai langkah mitigasi strukturalnya.

Penambahan jaringan air bersih untuk kedua kabupaten prioritas darurat kekeringan ini tengh dusulkan anggarannya pada APBD 2018 mendatang.

“Kekeringan yang terjadi di DIY saat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, hanya saja terjadi penambahan luasan wilayah yang terdampak kekeringan tahun 2017 ini. Logis kekeringan semakin meluas wilayahnya karena waktu prediksi musim kemarau akan lebih panjang tahun 2017,” ungkap Kridho.

Menurutnya meskipun terjadi perluasan wilayah dan waktu berlangsungnya lebih lama dibandingkan akhir tahun 2016 lalu, pihaknya menegaskan kekeringan yang terjadi di DIY masih mampu diatasi dengan melibatkan keswadayaan masyarakat setempat untuk bergerak di bawah koordinasi BPBD di kabupaten/kota se-DIY.

Sistem manajemen pengelolaan kesiapsiagaan darurat kekeringan di DIY menggunakan jejaring yang ada di masyarakat dan telah dibentuk Satgas di Kota Yogyakarta serta Gunungkidul, kabupaten lainya menyusul nantinya.

“Kita akan adakan konsolidasi kembali penanganan kekeringan di DIY dan evaluasi secara periodik pekan ini. Kita harus menperhitungkan semuanya dalam rangka kesiapsiagaan dengan perencanaan lebih panjang dan matang,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Jogja

Kementerian Pekerjaan Umum SPAM Kartamantul Selesai 2018

Published

on

Kementerian Pekerjaan Umum

Kilasjogja.com, YOGYAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menargetkan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul (Yogyakarta, Sleman dan Bantul) akan selesai pada 2018.

Sistem tersebut akan melayani kebutuhan air bersih bagi 150 ribu jiwa yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SPAM Regional terpadu seperti ini efektif untuk menyediakan sumber air baku yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa kota dan kabupaten.

“Ini merupakan salah satu upaya kami mempercepat pencapaian target akses air minum aman nasional 100 persen pada 2019 yaitu 100-0-100 yang artinya 100% akses air minum untuk masyarakat 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi di seluruh indonesia ,” ujar dia dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Kamis (5/4/2018).

Dia menjelaskan, sistem terpadu tersebut dapat mengatasi keterbatasan air baku yang tidak merata di berbagai daerah, sekaligus menghemat anggaran dalam pembangunan instalasi pengolahan air minum (IPA) dan jaringan distribusinya. Adapun sumber air baku SPAM Kartamantul berasal dari Sungai Progo.

SPAM Kartamantul direncanakan memiliki kapasitas 700 liter per detik dengan cakupan mencapai layanan sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Sleman, Empat Belas kecamatan di Kota Yogyakarta, dan tiga kecamatan di Kabupaten Bantul.

Pembangunannya dilakukan dua tahap dengan berbekal dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni APBN 2014-2015 sebesar Rp 88,7, dan APBN 2017-2018 sebanyak Rp 90,5 miliar.

Selain SPAM Kartamantul, Kementerian PUPR juga tengah membangun 8 SPAM Regional lainnya yang menjadi proyek strategis nasional (PSN), yakni di dua Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta masing-masing satu di Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Secara nasional, Kementerian PUPR melaporkan, pelayanan air minum di Indonesia hingga akhir 2016 adalah sebesar 71,14 persen, meningkat dibanding 2014 yang sebesar 68 persen.

Adapun rincian ketersediaan air minum pada 2016 itu, SPAM sudah tersalurkan sebesar 81,30 persen di wilayah perkotaan, serta 60,72 persen di pedesaan.

Continue Reading

Jogja

Bank BRI Jogja Ganti Kartu ATM Nasabah

Published

on

Bank BRI Jogja

Kilasjogja.com, JOGJA – Bank BRI Jogja mulai mengganti kartu ATM nasabah hal ini berkaitan kasus skimming yang dilakukan beberapa hacker pekan lalu.

Sebelumnya, pada Sabtu 24 Maret 2018, nasabah BRI dihebohkan dengan sebuah pesan dari BRI yang menyatakan kartu ATM telah dinonaktifkan.

“Yth, Nasabah BRI, demi keamanan transaksi, kartu ATM Anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di Kantor Cabang BRI terdekat (Gratis),” bunyi pesan dari BRI.

Corporate Secretary Bank BRI Pusat Bambang Tri Baroto mengatakan penonaktifan kartu ATM tersebut sebagai upaya untuk mencegah skimming.

Sementara itu, Kepala Kanwil BRI DIY, Hari Siaga Amijarso mengatakan layanan penggantian kartu ATM sudah dimulai Sabtu dan Minggu kemarin.

“Layanan dibuka sampai pukul 16.00 WIB,” katanya lewat sambungan telepon.

Kendati demikian, Hari belum mengetahui jumlah nasabah BRI yang terindikasi skimming.

Continue Reading

Jogja

Pesanan Kue Keranjang Meningkat

Published

on

kue keranjang

Kilasjogja.com, JOGJA- Jelang perayaan Imlek ada 16 Februari 2018, pesanan kue keranjang sudah mulai meningkat. Sulistyowati pembuat kue keranjang di Jalan Tukangan 43 Yogyakarta mulai banyak pesanan. Paling banyak pesanan dari lokal DIY kemudian dari berbagai daerah. Di beberapa kota di luar DIY sudah ada yang biasa memesan untuk dijual kembali.

“Saya setiap harinya memasak lima dandang, setiap dandang berisi 100 biji kue keranjang dengan bahan baku ketan tiga kilogram,” terangnya.

Suliostyowati mengatakan imlek tahun lalu bisa menghabiskan dua ton beras ketan. Untuk tahun ini belum tahu tapi berharap pesanan dan produksi bisa meningkat. “Kue keranjang untuk hantaran pada kerabat,” jelasnya.

Sulistyowati mempekerjakan enam orang karyawan. Kue kerajangnya menggunakan merk Lampion, keunggulannya karena memasaknya menggunakan hitungan waktu maka kue buatannya tahan lama. Dia meneruskan usaha orangtuanya, tetapi belum tahu apakah nantinya akan ada yang meneruskan, karena anak-anaknya tidak ada yang tertarik menggeluti usaha kue keranjang.

Hari itu beberapa karyawannya nampak sibuk mengepaki kue keranjang yang sudah janji. Hanya saat menjelang Imlek saja ada kesibukan membuat kue keranjang. Di luar itu tidak ada orang memesang kue yang berwarna merah dan manis rasanya itu.

Sulistyowati tidak melulu membuat kue kerajang. Tiap harinya membuat kue bakcang dan kue mangkok. Atau sebetulnya usaha utamanya adalah membuat kedua kue tersebut. Kue keranjang hanyalah sampingan di saat menjelang perayaan Imlek. “kerja musiman itu hasilnya cukup menyenangkan,” ujarnya.

Kue keranjang adalah kue khas yang selalu disajkan pada saat perayaan imlek. Kue keranjang (ada juga yang menyebutnya dengan kue ranjang) dalam bahasa mandarin disebut juga dengan Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe, yang diperoleh dari wadah cetakan kue yang berbentuk Keranjang. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.

Kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek, dan pada malam menjelang tahun baru imlek, kue ini biasanya juga tidak dimakan makan hingga hari Cap Go meh atau malam ke-15 setelah tahun baru imlek.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita