Connect with us

Nasional

Setya Novanto Pencitraan?

Published

on

Setya Novanto

Kilasjogja.com, NASIONAL – Foto tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) tengah terbaring di rumah sakit beredar luas.

Namun respons yang muncul dari masyarakat justru mencibir dan mempertanyakan apakah Ketua DPR itu benar-benar sakit atau hanya pura-pura. Bahkan masyarakat menilai ada kejanggalan di foto tersebut.

Publik di dunia maya turut memberikan komentar terhadap foto Setnov. Salah satu bagian yang dipertanyakan adalah layar elektrokardiogram yang berada di samping Setya Novanto.

Dalam foto itu, garis layar untuk mendeteksi aktivitas jantung pasien tersebut tak terlihat bergelombang alias datar, ini dinilai janggal.

Ahmad Doli Kurnia, Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG)  menilai viralnya foto itu sengaja dilakukan pihak Novanto.

Hal itu dilakukan dalam upaya pencitraan dan menarik simpati publik terhadap dirinya. “Maksud foto itu ingin menjelaskan, dirinya memang benar-benar sakit,” terangnya.

Penyebaran yang dilakukan pihak Novanto itu merupakan sebuah langkah berani-beranian mengubah persepsi publik.

Sayangnya, publik melihat foto itu dengan jeli dan ada yang menyimpulkan, itu mengada-ada. Salah satunya dengan melihat kerja alat-alat yang berada di sekitarnya itu. “Maka itu akan menjadi back fire buat dirinya,” jelasnya.

Bagi Novanto dan keluarga untuk membuktikan yang bersangkutan benar-benar sakit parah adalah dengan melepas semua tanggungjawab di luar selain tanggung jawab urusan pribadinya menyehatkan dirinya.

Maka Novanto harus mundur dari Ketua Umum Gokar dan Ketua DPR karena dengan sakitnya yang parah itu sangat tidak mungkin dia menjalankan tanggungjawab jabatan itu.

Sementara itu, KPK menyayangkan ditolaknya bukti rekaman yang diajukan tim biro hukum KPK pada sidang praperadilan tersangka Setya Novanto (Setnov) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Padahal bukti tersebut dapat menunjukkan, penetapan tersangka Setnov didasari bukti yang kuat.
“Indikasi adanya persekongkolan pihak-pihak tertentu dapat ditunjukkan jika bukti tersebut diperdengarkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Menurut Febri, jika yang dipersoalkan pihak Setnov adalah penetapan tersangka tanpa bukti permulaan yang cukup, hal tersebut dapat terbantahkan dengan bukti yang diajukan KPK.

“Lebih dari 200 bukti berupa dokumen kita ajukan, empat orang ahli dan bukti rekaman pembicaraan pihak-pihak yang diduga punya peran signifikan dalam kasus (korupsi proyek) e-KTP ini,” paparnya.

Hal itu, dipertegas kembali dengan penetapan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka baru kasus ini yang diduga melakukan korupsi bersama-sama dengan Setnov.

“Dengan bukti rekaman yang kami ajukan tersebut, diindikasikan ada pembicaraan pihak-pihak tertentu yang dapat membuktikan keterlibatan sejumlah orang seperti disebut dalam persidangan Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus termasuk indikasi peran Setya Novanto,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto pada Rabu (27/9), tim biro hukum KPK mengajukan alat atau bukti elektronik berupa komunikasi antara Novanto dengan berbagai pihak terkait kasus proyek e-KTP. Namun, Hakim Tunggal Cepi Iskandar menolak rekaman itu diputar di persidangan karena akan melanggar asas praduga tak bersalah.

KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTPl) tahun 2011-2012 pada Kemendagri, 17 Juli 2017.

Setya Novanto disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Nasional

Ketua MUI menghimbau Pelapor Puisi Sukmawati Mencabut Laporannya

Published

on

Sukmawati

Kilasjogja.com, NASIONAL – KH Ma’ruf Amin Katua Umum Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada pihak yang melaporkan Sukmawati Soekarno Putri terkait dengan puisinya yang sangat kontroversial itu untuk mencabut laporannya.

KH Ma’ruf Amin meminta bahwa hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena terlapor Sukmati sudah melakukan konversi pers dan menjelaskan bahwa maksud dari puisi tersebut tidak berniat untuk melukai hati umat muslim di Indonesia.

“Hentikan ke pelaporan Bareskrim dan mengutuhkan kembali sebagai bangsa. Kita bangun ukhuwah islamiyah bersama,” katanya di kantor MUI, Jalan Monumen Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

Maruf berharap agar dalam menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengkedepankan dialog sebagaimana pernah diajarkan Presiden RI Soekarno.
“Harapan kami itu. Kami ingin mencoba menempatkan masalah ini jika ada persoalan kita bisa menyelseakkannya seperti Bung Karno dulu yang mencari titik temu. Kita ingin ada solusi kebangsaan agar bangsa ini tetap utuh dan tak ada konflik,” harapnya.

“Kalau bisa memaafkan dan tidak meneruskan, bermusalahah, bersaudara membangun kembali keutuhan, kalau saya bisa berharap, itu saya harapkan,” tutupnya.

Selepas melaksanakan pertemuan, Sukmawati hanya tertunduk dan diam seribu bahasa, derai air mata membasahi wajah pembaca puisi kontroversial yang berjudul “Ibu Indonesia”. Dia khir penjelasan Maruf Amin atas hasil pertemuan, Sukmawati cium tangan Maruf Amin, aksi tersebut menandakan aksi menghormati ulama.

Continue Reading

Nasional

Pilwalkot Tegal: Herugono Nomor Lima

Published

on

Herugono

Kilasjogja.com, TEGAL- Pasangan Herujito dan Sugono (herugono) mendapat nomor urut lima dalam rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon pemilihan walikota dan wakil walikota Tegal tahun 2018.

“Alhamdulilah nomor lima sesuai dengan harapan kami. #5reg,” terang Herujito yang diamin pasangannya Sugono.

Pasangan yang diusing PDI Perjuangan ini yakin  bisa memenangkan pemilihan walikota dan wakil walikota Tegal.

Program unggulannya dibidang pendidikan yaitu membangun infrastruktur berupa sarana dan prasarana sekolah, serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan tenaga pengajar dengan menggelar kompetensi bagi guru-guru mulai dari tingkat Taman Kanak (TK), sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).

“Kami juga akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai,” ungkapnya.

Dibidang kesehatan, Herugono akan mempermudah mekanisme pengurusan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.  Mengeluarkan kebijakan terhadap semua rumah sakit di Kota Tegal untuk tidak menolak pasien. Memberikan makanan tambahan sehat untuk anak-anak usia dini setiap satu pekan sekali (Jumat Guyub).

Dibidang peningkatan Kesejahteraan, yaitu mendorong masyarakat agar mandiri, menjadi wirausahawan dengan memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk mempermudah akses untuk mendapatkan pinjaman modal.

“Insyallah kami juga akan memberikan kesejahteraan dan menaikkan ibadah umroh bagi para marbot,” ujarnya.

Herugono berjanji meningkatkan pelayanan masyarakat dengan menerapkan program layanan terpadu satu pintu (PTSP) dan layanan jemput bola hingga ke tingkat RT/RW. Mereka juga siap berkerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) RI untuk membangun kampung nelayan.

Juga bekerja sama dengan Pelindo III dan Pemprov Jawa Tengah untuk pengembangan Pelabuhan Kota Tegal.

Continue Reading

Nasional

Guru Tewas Dianiaya Siswanya Sendiri

Published

on

Guru Tewas Dianiaya

Kilasjogja.com, NASIONAL – Guru tewas dianiaya siswanya sendiri mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Pertama kalinya di Jawa Timur bahkan di Indonesia, peristiwa tragis itu terjadi. Seorang siswa, HI (17), yang belajar ilmu bela diri dan dikenal sebagai pendekar menghajar gurunya, Ahmad Budi Cahyono hingga meregang nyawa.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus siswa menganiaya gurunya, Ahmad Budi Cahyono, hingga meninggal dunia dilakukan tertutup. Olah TKP digelar di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (2/2/2018).

Semua media dilarang melihat jalannya olah TKP dari dekat,Media hanya diberikan kesempatan melihat dari jarak 20 meter.

Olah TKP dihadiri Kepala Polres Sampang Ajun Komiaris Besar Budi Wardiman.

Budi enggan menjelaskan rinci peristiwa penganiayaan yang dilakukan siswa berinisial HI terhadap Ahmad Budi Cahyono, Kamis (1/2/2018).

“Saya hanya memantau proses olah TKP dan koordinasi dengan pihak sekolah,” ujar Budi Wardiman.

Wardiman menambahkan, kronologi lengkap peristiwa penganiayaan akan disampaikan setelah gelar perkara.

“Sabar ya, nanti kalau sudah gelar perkara akan disampaikan kepada media,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, pelaku, yang diperankan oleh orang lain, menganiaya korban dengan memukul korban dari depan dua kali.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan. Keluarga pelaku mengelak pelaku dijemput di rumahnya, melainkan diantar sendiri ke Polres Sampang.

“Saya sendiri yang mengantar ke Polres Sampang. Kalau ada polisi ke rumah pelaku, mungkin kita tidak berpapasan di jalan,” kata Su’ud, kakak kandung pelaku.

HI (17) dikenal sebagai pendekar oleh teman-temannya.

Siswa SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur ini memiliki ilmu bela diri sejak duduk di kelas X.

AM, salah satu teman sekelas pelaku mengatakan, pelaku belajar ilmu bela diri sejak masih duduk di bangku SMP.

Bahkan pelajaran ilmu bela diri tersebut didalami sampai sekarang.

“Anaknya memang pendekar dan sudah lama belajarnya,” kata AM seperti dilansir Surya.co.id dari Kompas.com, saat ditemui di depan kantor Polres Sampang, Jumat (2/2/2018).

Sehari-hari, sambung AM, pelaku ketika diledeki teman-temannya selalu mengeluarkan jurus-jurus bela diri.

Entah itu dilakukan secara reflek atau karena memang pengaruh ilmu bela diri yang dimiliki pelaku.

“Kalau disentuh sedikit badannya, biasanya reflek seperti orang mau pencak silat,” imbuh AM.

Sementara itu, Kapolres Sampang, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Wardiman mengaku tidak tahu jika pelaku memiliki ilmu bela diri.

Bisa saja foto-foto yang beredar karena aksi iseng.

Budi sendiri belum melihat foto-foto aksi korban dalam ilmu bela diri.

“Kalau pelaku punya ilmu bela diri tentunya dibuktikan dengan tropi-tropi atau piagam penghargaan dalam sebuah kejuaraan,” tuturnya. Kakak kandung pelaku, Su’ud juga menepis tudingan bahwa adik bungsunya punya ilmu bela diri. Jika ada aksi dalam foto-foto yang sudah tersebar melalui media sosial, mungkin adiknya hanya senang mengoleksi kostum pencak silat.

“Setahu saya adik saya tak punya ilmu bela diri. Dia hanya senang olahraga futsal,” ujar Su’ud.

Saat polisi masih irit bicara, Surya.co.id merangkum berbagai fakta kejadian yang mengungkap kronologi lengkap peristiwa itu berdasarkan keterangan berbagai sumber:

1. Waktu Kejadian

Berdasarkan laporan pihak berwajib, perkara terjadi sekitar jam 1 siang pada sesi jam terakhir.

2. Asal-Usul Pertikaian

Murid yang berinisial HI awalnya ogah mendengar materi yang disampaikan oleh Budi.

Bahkan, sikapnya menjadi-jadi dengan malah mengganggu teman-teman dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Tentu Budi tidak tinggal diam dan menegur murid yang ternyata anak seorang kepala pasar.

Namun peringatan sang guru tidak dihiraukan HI.

Ia justru semakin bersemangat mengganggu.

3. Keributan Akhirnya Pecah

Akhirnya Budi mengambil sikap dengan mencoret pipi MH menggunakan cat warna.

Tapi HI tidak terima dan sontak melepaskan bogem mentah.

Keonaran ini segera dilerai oleh sejumlah murid dan guru lainnya.

4. Luka yang Tertinggal

Keduanya kemudian dibawa ke ruang guru untuk menjelaskan duduk persoalan.

Surya.co id mendapatkan sebuah laporan yang membahas terkait kondisi Budi.

“Saat itu Kepsek tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah Pak Budi.”

Jadi dipersilahkan, “Agar Pak Budi pulang duluan.”

“Kemudian Kepsek mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa sesampainya di rumah, Pak Budi istirahat karena mengeluh sakit pada lehernya.”

“Selang beberapa saat, Pak Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.”

5. Beredar Selentingan Rumor

Beredar selentingan rumor, sebuah informasi menyebutkan saat Budi dalam perjalanan pulang, diduga dicegat HI. Namun, informasi ini masih misteri.

6. Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir

Budi secara mengejutkan akhirnya meninggal dunia jam 9.40 malam.

7. Masih Berstatus Honorer

Ternyata, Budi merupakan guru yang masih berstatus honorer dengan gaji Rp 400.000 sebulan.

8. Mengajar Seni Rupa

Sang guru yang mengajar di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, mengajar mata pelajaran Seni Rupa di kelas 9 tentang seni lukis.

Kendati demikian Budi juga jago bermain musik.

10. Jadi Idola Para Siswa

Pak Guru muda ini dikenal jago bermain beberapa alat musik, termasuk biola, dan memiliki paras yang tampan.

“Dia guru idola para siswanya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Saiful Rachman.

11. Kasus Ini Harus Dituntaskan

Dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Saiful Rachman bertekat akan menuntaskan kasus penganiayaan siswa kepada gurunya di SMA Tarjon, Sampang.

Baginya ini persoalan sangat serius dan harus ditindaklanjuti secara hukum.

Sang Kepala Dindik Jatim juga mencolek akun resmi Kemendikbud RI serta Pemprov Jatim di Twitter.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita