Connect with us

Nasional

Rino dan Meifa Harus Gantung Diri Demi Cinta Mereka

Published

on

Rino dan Meifa Gantung Diri

Kilasjogja.com, MINAHASA – Di identifikasi kedua korban Gantung diri yakni RK alias Rino (20) dan MK alias Meifa (13). Keduanya ditemukan pertama kali oleh Fentje Karwur (61), yang mendapati keduanya sudah tak bernyawa tergantung di salah satu tower Saluran Udara Tegangan Tinggi.

Saat ditemukan posisi keduanya saling berhadapan dengan seutas tali nilon sekitar tiga meter yang melingkar di tower tersebut.

KBO Reskrim Polres Minsel, Iptu Duwi Galih saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Sekarang masih dalam proses lidik oleh petugas,” singkatnya.

Wakapolsek Tareran Ipda Tommy Lalamentik menambahkan kedua korban telah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.

Cinta Terlarang

Adapun berdasarkan penyelidikan lanjutan, diketahui aksi nekat itu bermotif asmara terlarang.
Kasat Intelkam Polres Minsel, AKP Karel Tangay, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada kedua pihak keluarga almarhum untuk dilakukan proses otopsi namun ditolak.

“Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi,” jelasnya
“Untuk motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelas AKP Karel.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Hukum Tua Desa Koreng Joseph Rumengan saat ditemui Selasa (5/12) malam di kediamannya sedikit mengurai kejadian yang baru pertama kali dan sangat menghebohkan itu.

Joseph, mengungkapkan bahwa kedua remaja tersebut dikenal baik, sopan, ramah, dan rajin ke gereja.

Sebagai Pemerintahan Desa tentunya menjadi pelajaran atas kejadian seperti ini.
Sejak puluhan tahun tak ada kejadian seperti gantung diri di Desa Koreng dan melibatkan dua orang sekaligus.

Suharto Wuisan Kaur Pemerintahan Desa Koreng menceritakan bahwa kejadian gantung diri kedua remaja pada saat subuh hari, Selasa (5/12).
Kedua korban ditemukan ayah pria pagi hari sekitar pukul 07.30 hendak menuju kebun.

Awalnya ayah korban hanya curiga kedua korban sedang berpelukan.
Namun, ayah korban merasa ada yang aneh sehingga memanggil istrinya melihat langsung.

Lokasinya kejadian hanya sekitar belasan meter dari rumah kedua korban yang masih ada ikatan keluarga dan bertetangga.

Setelah itu, kejadian langsung heboh dan masyarakat menuju lokasi kejadian.
Selang sejam, pihak Polsek Tareran tiba di lokasi kejadian untuk olah TKP dan menanyakan kepada saksi-saksi dan keluarga.

Setelah dilakukan pertemuan dan kesepakatan antara pemerintah, keluarga, dan pihak kepolisian bahwa kedepannya tak ada otopsi karena kedua korban sudah jelas murni gantung diri.

Siangnya oleh keluarga kedua korban langsung dikebumikan.
Keduanya dalam satu peti mati jenazah di makamkan di tempat pemakaman umum, tapi tidak berdekatan dengan kuburan warga. Kedua korban dikenal baik oleh masyarakat.

Tak ada jejak kriminal dan rajin ke gereja. Bahkan Rino tak pernah terlihat mabuk dan merokok.

Sesuai adat Pemerintahan Desa, kedua korban tidak ada kegiatan ibadah dan langsung dimakamkan.

Permintaan keluarga kedua korban untuk di bersihkan sampai menggantikan pakaian kemudian di kuburan dalam satu peti oleh keluarga.
Tidak ada tanda-tanda akan lakukan gantung diri.

Rino dan Meifa Dikenal Sangat Ramah Semasa Hidupnya

Desa Koreng, Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan berada kurang lebih 44 Km dari Pusat Kota Amurang.

Sementara dari jalan Provinsi penghubung Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minsel di pertigaan Jalan Provinsi masuk ke dalam sekitar 8 Km dengan jalan semantara dalam perbaikan.

Lokasi kejadian tak jauh dari rumah keduanya, kurang lebih 15 meter dari saluran udara tegangan tinggi.

Informasi yang dihimpun, Selasa (5/12) malam, kediaman keluarga hanya ada anggota keluarga saja tidak ada warga lainnya.
Tidak bisa dilakukan kegiatan sosial atau acara hiburan karena meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Pemerintah Desa melalui Hukumtua Joseph Rumengan berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi semuanya.

Berdasarkan peneturan Kaur Pemerintahan Suharto Wuisan, kedua korban tersebut pernah diingatkan oleh keluarga Meifa karena terlihat sangat dekat.

Dan saat itu, Rino mengiyakan untuk tidak terlalu dekat lagi dengan Meifa.
Namun, seiring berjalannya waktu kejadian gantung diri terjadi.

Seorang warga Desa yang enggan namanya di tulis mengaku tak tahu hubungan mereka berdua. Hanya dengar saja saat ada kejadian ini.

Sementara keluarga Meifa berada diluar daerah dan hanya tinggal dengan opa di rumah. (Kel)

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Nasional

Lowongan Kerja 2018, Anak Perusahaan PT KAI Untuk Pramugari dan Pramugara

Published

on

Lowongan kerja 2018 PT KAI

Kilasjogja.com, Nasional – Lowongan kerja 2018 anak perusahaan PT. KAI membuka peluang dan kesempatan berkarir sebagai premugari dan pramuraga.

PT Reska Multi Usaha membuka lowongan bagi traveler yang ingin menjadi pramugari dan pramugari kereta api alias train attendant.

Train Attendant memiliki tugas utama untuk memberikan pelayanan kepada penumpang kereta api.

Sebagaimana dilansir dari website reska.co.id, berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pramugari dan pramugari kereta api:

  1. Usia maksima pria/wanita umur 27 tahun.
  2. Berpenampilan menarik, tidak menggunakan kaca mata, dan tidak memakai behel.
  3. Minimal tinggi badan pria 170 cm; minimal tinggi badan wanita 160 cm.
  4. Minimal pendidikan SMA/SMK se-derajat dengan dengan rata-rata nilai ujian nasional 6.0.
  5. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT Reska Multi Usaha.
  6. Menyiapkan CV, foto postcard seluruh badan, KTP/SIM, Ijazah Pendidikan Akhir, Surat Keterangan Sehat Puskesmas/RS/Klinik, dan SKCK.

Tata cara pendaftaran, pelamar yang akan mendaftar harus mengisi formulir lamaran kerja online di website www.reska.id Panitia akan melakukan seleksi lebih lanjut berdasarkan formulir lamaran kerja online yang telah diisi oleh pelamar.

Keputusan panitia rekrutmen terhadap hasil seleksi tahap satu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pelamar yang lolos seleksi tahap 1 akan dihubungi oleh pihak PT Reska Multi Usaha untuk mengikuti tes tahap berikutnya.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

Rumah Tahan Gempa Kementrian PUPR Sudah Terbitkan Pedoman Sejak Lama

Published

on

rumah tahan gempa

Mulailah Bangun Rumah Tahan Gempa

Kilasjogja.com, NASIONAL – Merujuk dari berbagai macam kejadian gempa yang ada di Indonesia dari gempa yang terjadi beberapa tahun silam di Jogja sampai dengan gempa yang baru saja terjadi di lombok. bangunan rumah penduduk banyak yang rusak sebagian malahan rubuh yang menjadi pertanyaan adalah apakah bangunan tempat tinggal penduduk bisa di bangun dengan tahan gempa?

Sudah sejak lama ada Buku Pedoman Membangun Rumah Tahan Gempa yang di tebitkan oleh Kementrian PUPR karangan Ir. Teddy Boen. 

Saat ini sudah ada beberapa jenis bangunan tahan gempa dengan sistem prestressed precast yang rapi dan bagus dan sesuai dengan SNI 2012/2013 mulai dari type 36 dengan harga terjangkau dan lulus uji di Puskim Bandung.

Rumah Tahan Gempa di Jogja
Rumah Tahan Gempa Di Jogja

Sepertinya Kementrian PUPR perlu lebih giar melakukan sosialisasi ke masyarakat perihal bangunan rumah tahan gempa.

Baca Juga: Gempa Lombok, Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani

yang sudah terlanjur mungkin sangat sulit untuk di perkuat, namun kedepannya agar tidak terjadi hal serupa mengingat kita di Indonesia berada di jalur pergesaran lempeng tektonik sudah saatnya pemerintah setempat harus mulai ketat dan tegas dalam menerapkan aturan pembangunan bangunan huni bagi masyarakat.

hal tersebut juga harus di imbangi dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun rumah dengan struktur yang tahan akan gempa.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

BMKG : Jauhi Bibir Pantai

Published

on

Kilasjogja.com, LOMBOK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8).

Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

“Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik,” ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda.

“Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” tuturnya.

Diungkapkan, hingga saat ini BMKG terus memantau kondisi terkini pasca gempa dan berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Terus kami pantau dari Pusat Gempa Nasional di Jakarta, termasuk potensi terus terjadinya gempa susulan,” terangnya.

Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil.

Namun demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan ambruk.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita