Connect with us

Internasional

Rina Soemarmo: Bantuan Indonesia Telah Sampai!

Published

on

Bantuan Rohingnya

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Duta Besar  Indonesia untuk Bangladesh, Rina Soemarmo memastikan bila bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya sudah sampai di Dhakka. Bantuan itu akan segera dikirimkan ke kamp pengungsi yang berada di dekat perbatasan Bangladesh dan Myanmar.

Rina Soemarmo, selaku wakil Pemerintah Indonesia telah menyerahkan bantuan Indonesia kepada Kepala District Administration Chittagong, Zillur Rahman Chowdhury, pada tanggal 14 September lalu.

Sampai dengan 16 September 2017, sebanyak 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Chittagong dalam enam kali pengiriman, yang diangkut pesawat C-130 TNI AU.

“Bantuan kemanusiaan Indonesia telah diterima oleh Pemerintah Bangladesh dan akan segera didistribusikan kepada pengungsi dari Rakhine State yang berada di sekitar Cox’s Bazar,” terangnya.

Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras sebanyak 30 ton, selimut sebanyak 14.000 buah, makanan siap saji sebanyak 2.004 paket, tenda besar sebanyak 20 unit, tanki air fleksibel sebanyak 10 unit, family kit sejumlah 600 paket, pakaian sebanyak 900 paket, dan satu ton gula pasir.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia terus membantu pengungsi Rohingya yang merupakan korban kekerasan. Karena itu, Indonesia meminta kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.

Pemerintah telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi untuk menemui State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi serta Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jendral U Ming Hlaing .

“Amanah rakyat Indonesia telah disampaikan oleh Menlu Retno yang sangat khawatir terhadap krisis kemanusiaan di Rakhine State. Indonesia bersikap agar krisis kemanusiaan secepatnya diselesaikan, ratusan ribu pengungsi yang masuk wilayah Bangladesh menjadi korban krisis kemanusian” jelas Presiden Jokowi.

AH Mahmood Ali, Menteri Luar Negeri Bangladesh mengatakan negaranya kesulitan menangani krisis ini.

Sebelum krisis terbaru, Bangladesh telah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar selama puluhan tahun.

Dengan demikian, total pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh dengan adanya gelombang baru mencapai 700.000 orang.

Berdasarkan data PBB, populasi kamp mencapai 70.000 – ‘jauh melampaui titik jenuh.’ Jadi, semua pengungsi baru yang sekitar 400.000an orang itu terdampar di luar kamp.

Mereka amat memerlukan makanan dan obat-obatan. Namun, dengan aturan yang ada, UNHCR tidak memiliki wewenang untuk memberikan pasokan kebutuhan penting ini kepada orang-orang yang membutuhkannya. Wewenang itu ada pada pemerintah Bangladesh.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Internasional

Kirobo Mini Teman Robot Buatan Toyota Motor Corporation

Published

on

Kirobo Mini

Kilasjogja.com, TOKYO – Toyota Motor Corporation telah meluncurkan robot teman untuk berbicara dengan nama Kirobo Mini. Ukurannya yang kecil adalah pas dari telapak tangan dan bila hanya 10 cm.

Salah satu kemampuan robot ini adalah kepalanya bisa berputar ke arah si pengajak bicara dan mampu berbicara dengannya. Sementara dalam proses komunikasi, kepala dan tangan robot juga bergerak.

Karena ukurannya yang kecil, Kirobo Mini ini bisa dibawa kemanapun. Robot ini mengingatkan game Pokemon masa lalu.

Toyota menargetkan Kirobo Mini bagi mereka yang menyukai benda-benda imut, suka mencoba hal baru dan bermain dengannya.
Fungsi Mini Kirobo lainnya adalah pengguna dapat berbagi pengalaman dengan pemilik lain di situs Kirobo Mini Friend Park.

Mobil selaras dengan mood anda

Cars in tune with your mood

Cars in tune with your mood

Bayangkan bagaimana mengemudi akan berubah jika teknologi Kirobo Mini diintegrasikan ke dalam kendaraan Toyota: kita dapat mengasimilasi jam data untuk memperbaiki kehidupan pengemudi di seluruh dunia, menginformasikan inovasi masa depan dan mengembangkan transportasi yang selaras dengan suasana hati pengemudi, menunjukkan tempat untuk mengunjungi, rute untuk perjalanan dan musik untuk didengarkan.

Masa depan dimana manusia dan kecerdasan buatan bekerja sama

A future where humans and artificial intelligence work together

A future where humans and artificial intelligence work together

Sebagai bagian dari Toyota Heart Project – visi kita tentang masa depan dimana manusia dan kecerdasan buatan bekerja sama untuk dunia yang lebih baik – kita telah menciptakan Kirobo Mini, pembawa komunikasi 10cm yang baru. Dia bisa berbicara dengan Anda, memberi isyarat pada Anda, dan mendeteksi dan merespons emosi Anda, namun misinya sebagai teman portabel Anda yang baru tidak berakhir di sana.

Dengan orang-orang menghabiskan rata-rata 4,3 tahun hidup kita di mobil kita (yang setara dengan perjalanan ke bulan dan kembali tiga kali) Toyota percaya bahwa banyak hal dapat dipelajari tentang perilaku dan emosi kita saat mengemudi. Dan di situlah Kirobo Mini bisa membantu.

Kirobo Mini bisa membantu berkendara menjadi pengalaman transformatif secara fisik dan emosional. Bagaimanapun, nama Kirobo berasal dari kata bahasa Jepang untuk ‘harapan’, dan kami yakin dia dipenuhi dengan kemungkinan yang menarik

Situs ini memungkinkan pemilik berbagi momen mereka dan bertukar informasi tentang hal itu. Anggap seperti forum atau grup media sosial otomotif.
Sulit untuk mengatakan, di bawah ini ada video tentang Kirobo Mini dan adrenalin ada robot yang mampu berbicara. Robot ini digadang-gadang sebagai pendamping untuk keluarga yang belum memiliki anak dan orang-orang lanjut usia.

Manajer Proyek dan Insinyur, Fuminori Kataoka mengatakan KIROBO Mini tidak menargetkan demografis tertentu.
Dikutip dari The Mirror, pangsa pasar robot bayi ini cukup besar. Berdasarkan data resmi, ada 34,6 juta orang berusia 65 dan lebih tua di Jepang. Mereka diklaim bisa menjadi pasar segar buat KIROBO.

Jumlah itu setara dengan 27,3 persen dari populasi dan proporsi tertinggi di antara negara maju.
Rencananya, robot ini akan dijual 39.800 Yen atau setara Rp. 5.000.000 -, .

Continue Reading

Internasional

Huawei Menantang iPhone Duel Teknologi Pengenalan Wajah

Published

on

teknologi pengenalan wajah

Kilasjogja.com, BEIJING – Huawei menantang iPhone dalam pengembangan teknologi pengenalan wajah (Face ID). Tantangan ini diperlihatkan saat mereka meluncurkan produk smartphone terbarunya, Honor V10.

Saat peluncuran tersebut Huawei juga memamerkan beberapa teknologi untuk produk masa depannya yang sedikit terinspirasi dari keberadaan iPhone X. Seperti diketahui iPhone X memiliki fitur Face ID dan Animoji yang sedang menjadi buah bibir dalam industri smartphone.

Dikutip dari laman GSM Arena, Huawei saat ini tengah mengerjakan sensor 3D ringan terstruktur untuk dibenamkan ke ponsel pintarnya. Teknologi tersebut diyakini membangun model detail wajah Anda dengan 300.000 titik dalam 10 detik. Saat digunakan untuk unlocking, sistem akan membuka perangkat dalam waktu 0,4 detik.

Seperti yang dibayangkan, sensor 3D ini akan digunakan untuk membuka pengaman smartphone dan mengamankan transaksi e-money. Dua hal yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi bagi pemilik handset.

Di samping teknologi pengenalan wajah, Huawei juga ikut mengembankan Animoji. Pabrikan China ini bahkan berani mengklaim berada di atas angin dibandingkan Apple karena sistemnya memiliki pelacakan yang lebih rinci. Huawei menyatakan, teknologinya bisa melacak lidah pengguna sehingga Anda bisa membuat karakter animasi yang terlihat konyol jika menginginkannya.

Namun teknologi tersebut belum terintegrasi dalam Honor V10 atau perangkat Huawei lainnya. Mungkin baru akan siap pada waktunya untuk Huawei P11, tapi perusahaan tersebut belum membuat komitmen untuk membuat deadline waktu peluncuran.

Continue Reading

Internasional

Rusia Ingin PBB Meninjau Kembali Soal Aturan Robot Perang

Published

on

Robot Perang

Kilasjogja.com, MOSCOW – Rencana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai aturan penggunaan senjata otonom alias robot perang mulai mendapatkan penolakkan. Rusia salah satu negara pembuat robot tempur menilai langkah PBB harus ditimbang lagi

Pejabat tinggi Rusia mengatakan bahwa larangan akan menghentikan perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem AI sipil yang dapat menguntungkan jutaan orang.

“Menurut Federasi Rusia, kurangnya kerja dari sistem senjata semacam itu takan menjadi masalah utama. Tentu, ada preseden untuk mencapai kesepakatan internasional yang menetapkan larangan pencegahan terhadap jenis senjata yang prospektif,” tutur pejabat tersebut seperti dilansir dari Dailystar.

Elon Musk dari Tesla pada Agustus mendesak PBB untuk memberlakukan larangan global terhadap senjata otomatis sepenuhnya, menggaungkan seruan sama dari para aktivis yang telah memperingatkan bahwa mesin tersebut akan menimbulkan risiko yang sangat besar bagi penduduk sipil

Sebuah kelompok pelucutan senjata PBB yang dikenal sebagai Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) pada Senin akan memulai pembicaraan yang berlangsung lima hari mengenai masalah itu di Jenewa.

Dipimpin, Duta Besar India untuk perlucutan senjata, Amandeep Gill, belum menghasilkan dalam bentuk larangan, atau bahkan sebuah pakta, tetap belum bisa diharapkan

“Akan sangat mudah untuk hanya membuat peraturan larangan tapi saya pikir … bersikap terburu-buru untuk masalah yang sangat kompleks tidak bijaksana,” kata dia kepada wartawan. “Kami baru di garis start.”

Senjata otonom adalah robot yang dirancang untuk melakukan serangan militer terhadap manusia atau instalasi tanpa intervensi dari operator manusia.

Seperti diketahui, Pemerintah Rusia memastikan telah membuat robot tempur yang mereka beri nama F.E.D.O.R. Robot ini dibuat untuk memiliki intelektual seperti manusia sehingga bisa memutuskan sendiri menyerang atau bertahan dalam situasi terdesak

Rusia mengklaim robot militer baru mereka dapat menembakkan senapan namun menegaskan bahwa ini bukan “pembunuh manusia”

Dalam rekaman video yang Pemerintah Rusia unggah Robot F.E.D.O.R. mampu menyetir mobil, menggunakan senjata dan dapat memperkerjakan pekerjaan manusia seperti ngebor tembok.

Robot F.E.D.O.R. nantinya akan dikirim ke luar angkasa, Rusia berharap bisa mengirim F.E.D.O.R. Ke ruang kapal tempur yang disebut Federasi yang masih dalam pengembangan.

Robot ini muncul karena Rusia berkeyakin Perang Dunia Ketiga akan terjadi, dugaan itu mencuat usai Pemeintah Presiden Donald Trump memuntahkan rudal ‘Mother’ rudal terbesar yang pernah diluncurkan. Apalagi situasi hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia memanas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap menjadi tuan rumah perundingan mengenai aturan penggunaan senjata otonom alias robot. Tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin tetap akan melanjutkan robot pembunuh, meski ada larangan soal robot mematikan itu

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita