Connect with us

News

Registrasi Kartu Selular Aman!

Published

on

Registrasi Prabayar

Kilasjogja.com, NASIONAL – Regulasi pemerintah mewajibkan registrasi kartu selular prabayar merupakan langkah tepat.

Dr Wing Wahyu Winarno, pengamat telekomunikasi mengatakan tujuannya registrasi nomor telepon prabayar untuk mengantisipasi jika digunakan untuk tindak kejahatan.

Dengan registrasi yang terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan Nomor Kartu Keluarga (KK), maka nomor selular prabayar yang disalahgunakan akan cepat terdeteksi.

“Di negara-negara maju untuk mendapatkan nomor selular harus dengan identitas jelas. Untuk mendapatkan juga susah,” terangnya.

Wing sangat mendukung regulasi tersebut mengingat selama ini registrasi yang dilakukan sering asal-asalan, dengan kecenderungan berganti-ganti nomor untuk mengejar paket kartu perdana.

“Mungkin dampaknya bagi operator akan menurun penjualan kartu perdana. Konsumen tidak mudah lagi gonta-ganti kartu prabayar. Namun belum diketahui apakah kebijakan ini juga membatasi jumlah kepemilikan nomor selular,”  jelasnya.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara secara tegas mengatakan jika ada pelanggaran pada kewajiban untuk registrasi kartu selular perdana, ada sanksi bagi pelanggan maupun operator terkait.

“Sanksi, seperti di Pasal 22 (Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 tahun 2017). Dari sanksi administrasi sampai pencabutan izin bagi operator,” ungkapnya.

Demikan pula jika tidak registrasi, calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan nomor pelanggan lama akan diblokir secara bertahap.

“Pelanggan seluler, baik baru maupun lama, mesti registrasi NIK dan nomor KK miliknya. NIK dan nomor KK tersebut selanjutnya akan diverifikasi kebenarannya berdasarkan database kependudukan milik Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Zudan Arif Fakhrullah, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri mengatakan akses yang dapat digunakan oleh masing-masing operator saat ini mencapai 100 transaksi per detik.

“Jadi para operator jangan khawatir untuk mengakses. Sehari bisa 1 juta NIK yang diakses, sehingga dalam 2 bulan bisa selesai proses registrasi,” katanya.

Kewajiban mendaftarkan NIK dan nomor KK akan mulai dicanangkan mulai 31 Oktober 2017 untuk para pengguna baru. Sedangkan pengguna lama baru diwajibkan untuk registrasi ulang setelahnya, di sekitar Februari 2018.

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.