Connect with us

News

Realisasi Imunisasi MR Capai 98 Persen

Published

on

Imunsasi MR

Kilasjogja.com, BANTUL –  Realisasi Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Bantul belum tercapai 100 Persen.

dr Pramudi Darmawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengatakan tidak tercapainya karena beberapa sebab.

Mulai  beberapa anak saat dilakukan imunisasi masih sakit, anak tidak masuk sekolah saat jadwal imunisasi, serta kurangnya kesadaran orangtua untuk melakukan imunisasi pada anaknya.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, dari sekitar 300 ribu anak usia 9 bulan hingga usia Sekolah Lanjutan Pertama (SMP), sudah tercapai 98 persen yang mendapatkan imunisasi MR.

Dinkes Bantul sudah melakukan perpanjangan masa imunisasi hingga 14 Oktober dari masa berakhirnya program imunisasi pada 30 September mendatang.

“Memberikan kesadaran orangtua yang memiliki anak usia wajib imunisasi bukan perkara yang mudah. Kami terus saja melakukan pendekatan dan sosialisasi. Dari target goal dan batas aman pelaksanaan imunisasi sekitar 95 persen dan Bantul sudah 98 persen,”terangnya.

Pramudi menambahkan, jika sebuah daerah sudah melampaui batas 95 persen anak yang diimunisasi, maka tahun 2020 ditargetkan daerah tersebut bebas penyakit campak dan rubella.

Warga tetap dapat memperoleh layanan imunisasi MR secara gratis meskipun mengakesnya melalui puskesmas.

Setelah seluruh program kampanye pemberian imunisasi MR selesai pada akhir September, tidak akan ada lagi imunisasi campak, namun diganti menjadi imunisasi MR.

Pada program kampanye imunisasi MR yang dilakukan pada Agustus dan September, imunisasi diberikan kepada seluruh anak hingga usia 16 tahun kurang satu hari.

Kampanye imunisasi MR ditujukan untuk mengeliminasi campak dan tercapainya pengendalian rubella pada 2020 dengan cara menurunkan angka kasus campak, memutuskan mata rantai rubella dan menurunkan gejala atau sindrom rubella.

Campak dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius, seperti radang paru, radang otak, buta, gizi buruk hingga kematian.

Sedangkan rubella yang menyerang ibu hamil bisa memberikan dampak kepada bayi yang sedang dikandung.

Selain keguguran, bayi yang dikandung bisa mengalami kecacatan, misalnya kelainan jantung, kepala kecil yang menyebabkan perkembangan anak terhambat, gangguan mata sehingga bayi yang dilahirkan mengalami katarak, gangguan pendengaran hingga tuli dan bisu.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.