Connect with us

Entertainment

Raffi Ahmad Menyangkal Tunggakan Pajak!

Published

on

raffi ahmad mobil mewah

Kilasjogja.com – Beberapa waktu lalu petugas dari Badan Pajak dan Retrebusi Daerah DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyambangi rumah pesinetron Raffi Ahmad dan Nagita pada Selasa (22/08/2017) kehebohan terjadi di masyarakat dan media social tentunya, berdasarkan data BPRD Jakarta, Raffi diduga menunggak pajak untuk beberapa kendaraan yang dia miliki lebih jelasnya 13 kendaraan bermotor.

Akhirnya raffi dan nagita berusaha melakukan klarifikasi perihal berita tersebut melalui akun Instagram pribadinya @raffinagita1717

Klarifikasi Raffi Ahmad Nagita perihal tunggakan pajak

Hai semuanya, selamat siang, mengenai pemberitaan santer banget soal pajak mobil. Untuk keluarga kami, saya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Memang untuk semua kendaraan mobil patuh pajak dan kita semua membayar. Perihal mobil jatuh tempo di bulan ini pun semua sedang dalam pengurusan,” ucap Raffi dalam video yang diunggahnya, Rabu (23/08.2917).

Dari ke-13 kendaraan berdasarkan

data dari BPRD tersebut ada beberapa kendaraan yang sudah dijual namun belum dilakukan pemblokiran. Raffi sendiri menjelaskan bahwa tujuannya mengklarifikasi kasus penunggakan pajak ini memang sengaja dilakukan agar pemberitaan media tidak melebar kemana-mana.

“Jadi pemberitaan yang sudah heboh di luar sana, kita klarifikasi saja. Sebagai warga negara yang baik kita akan patuh dan bayar pajak,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Entertainment

Film ‘Nini Thowok’ : Si Jelangkung Perempuan

Published

on

Nini Thowok

Kilasjogja.com, ENTERTAINMENT- Bagi masyarakat Jawa, Nini Thowok sudah menjadi urband legend sejak dulu. Nini Thowok merupakan boneka yang terbuat dari batok kelapa atau siwur yang bentuknya menyerupai jelangkung, namun berpakaian seperti layaknya perempuan. Nini Thowok kerap dijuluki Si jelangkung perempuan.

Rumah produksi TBS Films mengangkat legenda nini thowok ini ke media film layar lebar dengan judul Nini Thowok. Film bergenre horor ini dibintangi Natasha Wilona, Ingrid Widjanarko, Jajang C Noer, Gesata Stella, dan Slamet Ambari, Nicole Rossi dan Rasyid Al Buqhory.

Erwin Arnada, sutradara Nini Thowok memiliki alasan mengapa lebih tertarik sebuah boneka mistis dari batok kelapa yang lebih besar dari boneka mistis jailangkung, daripada menghadirkan sosok-sosok hantu yang sudah pernah ada di film-film sebelumnya.

Dia butuh riset berbulan-bulan untuk meramu jalan cerita yang skenarionya ia tulis bersama Alim Sudio, dan lokasi syuting di Yogyakarta dan Solo.

Film Nini Thowok mengisahkan pengalaman mistis Nadine (Natasha Wilona) yang mendapatkan sebuah wasiat dan tinggal di sebuah rumah peninggalan neneknya. Di rumah itu, Nadine mengalami berbagai kejadian mistis selepas membuka sebuah kamar yang terkunci selama bertahun-tahun.

RONY Irawan, Produser Nini Thowok membuka rahasia bahwa penampakan hantu lemari yang ada di bagian akhir trailer ternyata benar-benar nyata. Scene tersebut merupakan adegan improvisasi mendadak hasil kesepakatan produser dan sutradara di lokasi syuting.

“Jadi ceritanya pada malam pertama syuting tiba-tiba salah seorang kru tergopoh-gopoh ke ruang istirahat artis. Kru tersebut terlihat pucat dan ketakutan. Begitu ditanya, dia bercerita baru saja melihat sosok nenek-nenek berambut putih panjang dan berkebaya Jawa keluar dari dalam lemari tua yang merupakan properti syuting. Langsung kami semua shock,” katanya.

Alhasil sosok hantu lemari pun malah dibuat sedemikian rupa sehingga mirip penampakan aslinya. Anehnya lagi, Lea Arta Warow, pemeran hantu nenek, sempat diteror hantu nenek dan diikuti sampai ke hotel tempatnya menginap di Solo.

Gesata Stella, pemeran Nyonya Oei juga sempat kerasukan saat syuting hari pertama. Menurutnya, setiap memakai kostum dan wig karakter Nyonya Oei, badannya terasa berat dan tiba-tiba mood nya berubah menjadi sangat sedih, bahkan dia sempat menangis berjam-jam tanpa tahu penyebabnya.

Continue Reading

Entertainment

Menristekdikti Apresiasi Film Tengkorak

Published

on

Tengkorak

Kilasjogja.com, SLEMAN –  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengapresiasi film ‘Tengkorak’ yang diproduksi oleh Sekolah Vokasi (SV) UGM dan menjadi nominator dalam fastival film Cinequest di California Amerika Serikat.

Nasir berharap SV UGM optimis mampu memenangi festival film tersebut. “Kalau pun belum bisa menang dan baru masuk nominasi, tahun depan capaiannya harus lebih tinggi lagi,” terangnya.

Menurut Nasir, para pemenang di era disruptive innovation seperti sekarang ini adalah orang-orang yang selalu berinovasi dan kreatif. Ia menyontohkan perusahaan Go-Jek yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat lewat aplikasi dan akhirnya booming dengan aset miliaran dollar Amaerika.

“Saya yakin UGM sebagai universitas kelas dunia, sangat mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi seperti Go-jek,” jelasnya.

Ia juga berpesan supaya produksi film oleh SV UGM tidak berhenti pada film Tengkorak, namun berkelanjutan. Ia menyarankan SV UGM menggandeng banyak praktisi sebagai pendamping akademisi untuk mencetak lulusan handal yang kompeten dan profesional bidangnya.

“Kolaborasi ini sangat penting, kalau bisa komposisi praktisinya sampai 50 persen,” ungkapnya.

Dekan SV UGM Dr Wikan Sakarinto yang turut bermain dalam Film Tengkorak mengatakan, film ini satu-satunya film karya anak bangsa yang berhasil masuk nominasi Best Film di Cinequest 2018 untuk kategori Best Film Science Fiction, Fantasy dan Horror bersaing dengan puluhan film dari berbagai negara.

Film Tengkorak akan diputar empat kali di ajang Cinequest, awal Maret mendatang. Banyak inovasi dalam film ini seperti inovasi multimedia, inovasi animasi dan spesial efek. Semuanya dilakukan mahasiswa dan dosen SV UGM khususnya Prodi Diploma Kompuer dan Sistem Informasi (peminaan multimedia).

“Film ini 100 persen diproduksi sendiri,” katanya.

Menurut Wikan, film Tengkorak yang bergendre fiksi ilmiah berhasil diakui di berbagai festival film internasional, salah satunya Festival Film Asia JAFF 2017. Oleh karenanya, harus didukung seluruh pihak, baik dukungan finansial maupun non-finansial. Sehingga tidak hanya sukes di berbagai festival internasional, namun juga sukses di pasar nasional maupun internasional.

Continue Reading

Entertainment

Bilal A New Breed of Hero Film Tentang Sahabat Nabi Di Hollywood

Published

on

Bilal A New Breed of Hero Film

Kilasjogja.com, ENTERTAIMENT – Bilal A New Breed of Hero Film Tentang Sahabat Nabi bukan satu hal yang mudah bagi sebuah studio film untuk menembus pasar Hollywood. Namun, hal ini tak menyurutkan niat Barajoun Entertainment, studio film animasi asal Dubai, untuk mendobraknya.

Mereka telah siap untuk menayangkan film animasi bertajuk Bilal: A New Breed of Hero di pasar Amerika.

Yang menarik, film animasi ini diangkat dari kisah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Bilal Ibnu Rabah.

Trailer film Bilal: A New Breed of Hero baru saja dirilis di Amerika Serikat pada 15 Januari lalu, bertepatan dengan Hari Martin Luther King Jr. Alasannya, pesan yang ditampilkan dengan film ini, dinilai sejalan dengan perjuangan Martin Luther King untuk membangkitkan kaumnya dari penindasan dan diskriminasi rasial.

Film Bilal: A New Breed of Hero berlatar 1.400 tahun yang lalu. Bilal, adalah seorang anak tujuh tahun yang bercita-cita menjadi seorang kesatria.

Hanya saja, ia dan saudari perempuannya diculik dari kampung halaman dan dijual sebagai budak. Dari sini, ia kemudian terlempar dalam sebuah dunia yang penuh dengan kekejaman dan ketidakadilan. Namun, meski mengalami berbagai kesusahan, Bilal mulai menemukan kekuatan dari dalam dirinya untuk menemukan jalan hidupnya.

Bilal: A New Breed of Hero Narrative Trailer – Feb 2, 2018 Release

Cartoon Brew menulis bahwa Bilal: A New Breed of Hero adalah proyek film ambisius dari studio asal Uni Emirat Arab tersebut. Bujet film ini disebut-sebut mencapai US$ 30 juta dolar, menjadi film animasi termahal dari wilayah tersebut.

Muatan Islami dalam film ini kabarnya dibuat menjadi lebih samar demi merangkul penonton yang lebih luas.

Di wilayah Timur Tengah seperti Irak, Bahrain, Lebanon, dan Yordania, film ini telah dirilis pada September 2016 lalu. Namun, film ini baru akan ditayangkan di wilayah Kanada dan Amerika Serikat pada 2 Februari mendatang.

Setelah itu, film ini juga rencananya akan diputar di Vietnam, Filipina, Korea Selatan, Austria, Bangladesh, dan sejumlah negara Eropa. Sayangnya, belum ada informasi apakah film ini akan ditayangkan di Indonesia atau tidak.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita