Connect with us

Sepakbola

PSS Sleman Butuh ‘Keajaiban’

Published

on

PSS Sleman

Kilasjogja.com, FOOTBALL – Peluang PSS Sleman untuk lolos ke babak delapan besar Liga 2 menipis, setelah dibungkam tamunya, PSPS Pekanbaru dengan skor 2-3 di Stadion Maguwoharjo.

Untuk lolos, Tim ‘Laskar Sembada’ harus menyapu bersih semua poin dalam dua laga tersisa, yakni menghadapi tuan rumah Cilegon United dan menjamu Persis Solo.

Kekalahan itu membuat PSS yang mengantongi nilai 4, melorot ke posisi paling buncit klasemen sementara Grup A.

Sedang PSPS yang mengemas nilai 5, naik ke peringkat 3. Persis yang dikalahkan tuan rumah Cilegon United 0-2, kemarin sore, tetap memimpin dengan nilai 7. Cilegon United menyusul di posisi runner up dengan nilai 6.

Pada pertandingan tersebut, PSS kembali mengandalkan Riski Novriansyah di ujung tombak serangan, ditopang Rossi Noprihanis, Busari dan Imam Bagus Kurnia.

PSS Sleman cukup rajin merambah pertahanan lawan. Tuan rumah pun membuka keunggulan berkat gol Imam Bagus yang berhasil menembus sisi kanan pertahanan lawan pada menit 36.

Memasuki babak kedua, PSS tidak mengendurkan serangan dan menambah keunggulan berkat tendangan penalti Mahardiga Lasut pada menit 54.

Wasit Ahmad Iksan dari Pasuruan menunjuk titik putih setelah Victor Pae melanggar Riski di area terlarang.

Selang 6 menit, PSPS memperkecil ketinggalan berkat gol Firman Septian, memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah kiper PSS Shahrul Trisna Fadillah kurang akurat menangkap bola.

PSPS pun berhasil menyamakan kedudukan melalui pemain pengganti, Riki Dwi Saputro menit 72.

Skor 2-2, PSS memforsir serangan dan mencipta sejumlah peluang. Namun justru PSPS yang mampu mecetak gol kemenangan lewa gol kedua Riki pada menit terakhir. Skor 3-2 untuk PSPS bertahan hingga laga usai.

Fredy Mully, Pelatih PSS terlihat kecewa dengan penampilan pasukannya sore itu. “Pemain kurang tampil mati-matian di lapangan. Tidak bisa menjaga konsentrasi sehingga kebobolan lewat serangan balik. Gol lawan terlalu mudah. Namun kami akan berusaha bangkit di pertandingan berikutnya,” terangnya.

Fredy pun menyoroti penampilan kiper Shahrul yang melakukan blunder hingga harus kebobolan. Penyerang Mardiono yang dimasukkan pada babak kedua juga tampil tidak seperti biasanya.

“Sebagai pemain pengganti sehrusnya tenaganya masih 100 persen. Namun dia hanya bermain di sayap dan pasif, tidak berani masuk seperti biasanya,” jelasnya.

Philep Hansen Maramis, pelatih PSPS  cukup puas dengan hasil maupun penampilan pasukannya.

“Saya puas dengan kemenangan ini, apalagi PSS punya rekor bagus di kandang yang sulit dikalahkan. Anak-anak bisa tampil los di sini. Saya sengaja memasukkan Riki pada 15 menit terakhir karena dia punya kecepatan,” ungkapnya.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.