Connect with us

Jogja

Peserta SUCA 3 Yogya Bikin Ngakak!

Published

on

Kilasjogja.com, YOGYAKARTA– Indosiar kembali memilih Yogyakarta sebagai lokasi menjaring komika berbakat untuk Stand Up Comedy Indosiar (SUCA) 3. Bertempat di Cavinton Hotel, ratusan komika sudah mengantre untuk mengisi kemudian mengembalikan formulir pendaftaran gratis.

Sebelum masuk ke ruang audisi, para komika sempat menunjukkan kebolehannya melakukan stand up comedy yang tak jarang membuat penonton dan peserta lain tertawa.

“Yogya ini berhati nyaman. Tapi kalau diubah berhenti nyaman berarti sama seperti cintaku ke kamu,” terang Doni, komika asal Klaten.

Ratusan peserta mengikuti audisi SUCA 3 yang berlangsung selama dua hari. Peserta audisi tidak hanya para komika dari Yogyakarta, ada beberapa komika dari kota disekitar Yogya. Bahkan tak sedikit peserta yang mengikuti audisi ulang karena gagal di audisi sebelumnya.

Proses audisi pada hari pertama, seluruh peserta mendapat kesempatan open mic di hadapan juri dan masuk tahap penyisihan.

Eki Gabriel, Division Head PSRD Indosiar  mengatakan, audisi SUCA 3 merupakan ajang pencarian bakat, khususnya para komika terbaik di tanah air. Hal tersebut dilakukan sebagai jembatan bagi para komika terbaik di tanah air untuk menyalurkan bakatnya.

Lebih dari itu, melalui ajang ini terbuka peluang luas bagi para komika untuk berkarya di industri hiburan tanah air.

“Saat ini masyarakat dapat menikmati penampilan para jebolan SUCA Indosiar seperti Cemen, Arafah, Musdalifah, Aci serta komika lainnya melalui program tayangan Indosiar. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati penampilan meraka dibeberapa film layar lebar,” terangnya.

Eki menambahkan, lahirnya sejumlah bintang muda berbakat di industri hiburan tanah air merupakan salah satu bukti kesuksesan Indosiar dalam menyelenggarakan ajang pencarian bakat. Salah satunya yakni melalui panggung SUCA yang telah memasuki gelaran ketiga kalinya.

“Harapannya melalui Panggung SUCA 3 ini mampu melahirkan bintang yang menghibur dengan konsep berkualitas,” jelasnya.

Verno Nitiprodjo, Head of Program Communication mengungkapkan, dari tahun ke tahun penyelenggaraan SUCA selalu mendapat sambutan yang baik dari setiap daerah tempat audisi. Hal tersebut terbukti dengan animo masyarakat yang ingin mengikuti audisi SUCA. Di Yogya, peserta audisi rela mengantri dari pagi demi mendapatkan kesempatan open mic di depan juri.

Komika yang dinyatakan lolos akan kembali tampil pada hari kedua yang akan dinilai juri profesional dan mentor yang telah terlibat pada program SUCA. Artis kenamaan seperti Abdel Achrian, Ernest Prakasa hingga Rina Nose hadir dalam proses audisi ini. Nantinya, hasil akan dibawa ke Jakarta dan kembali diseleksi bersama hasil audisi kota-kota lain.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jogja

Kementerian Pekerjaan Umum SPAM Kartamantul Selesai 2018

Published

on

Kementerian Pekerjaan Umum

Kilasjogja.com, YOGYAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menargetkan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul (Yogyakarta, Sleman dan Bantul) akan selesai pada 2018.

Sistem tersebut akan melayani kebutuhan air bersih bagi 150 ribu jiwa yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SPAM Regional terpadu seperti ini efektif untuk menyediakan sumber air baku yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa kota dan kabupaten.

“Ini merupakan salah satu upaya kami mempercepat pencapaian target akses air minum aman nasional 100 persen pada 2019 yaitu 100-0-100 yang artinya 100% akses air minum untuk masyarakat 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi di seluruh indonesia ,” ujar dia dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Kamis (5/4/2018).

Dia menjelaskan, sistem terpadu tersebut dapat mengatasi keterbatasan air baku yang tidak merata di berbagai daerah, sekaligus menghemat anggaran dalam pembangunan instalasi pengolahan air minum (IPA) dan jaringan distribusinya. Adapun sumber air baku SPAM Kartamantul berasal dari Sungai Progo.

SPAM Kartamantul direncanakan memiliki kapasitas 700 liter per detik dengan cakupan mencapai layanan sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Sleman, Empat Belas kecamatan di Kota Yogyakarta, dan tiga kecamatan di Kabupaten Bantul.

Pembangunannya dilakukan dua tahap dengan berbekal dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni APBN 2014-2015 sebesar Rp 88,7, dan APBN 2017-2018 sebanyak Rp 90,5 miliar.

Selain SPAM Kartamantul, Kementerian PUPR juga tengah membangun 8 SPAM Regional lainnya yang menjadi proyek strategis nasional (PSN), yakni di dua Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta masing-masing satu di Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Secara nasional, Kementerian PUPR melaporkan, pelayanan air minum di Indonesia hingga akhir 2016 adalah sebesar 71,14 persen, meningkat dibanding 2014 yang sebesar 68 persen.

Adapun rincian ketersediaan air minum pada 2016 itu, SPAM sudah tersalurkan sebesar 81,30 persen di wilayah perkotaan, serta 60,72 persen di pedesaan.

Continue Reading

Jogja

Bank BRI Jogja Ganti Kartu ATM Nasabah

Published

on

Bank BRI Jogja

Kilasjogja.com, JOGJA – Bank BRI Jogja mulai mengganti kartu ATM nasabah hal ini berkaitan kasus skimming yang dilakukan beberapa hacker pekan lalu.

Sebelumnya, pada Sabtu 24 Maret 2018, nasabah BRI dihebohkan dengan sebuah pesan dari BRI yang menyatakan kartu ATM telah dinonaktifkan.

“Yth, Nasabah BRI, demi keamanan transaksi, kartu ATM Anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di Kantor Cabang BRI terdekat (Gratis),” bunyi pesan dari BRI.

Corporate Secretary Bank BRI Pusat Bambang Tri Baroto mengatakan penonaktifan kartu ATM tersebut sebagai upaya untuk mencegah skimming.

Sementara itu, Kepala Kanwil BRI DIY, Hari Siaga Amijarso mengatakan layanan penggantian kartu ATM sudah dimulai Sabtu dan Minggu kemarin.

“Layanan dibuka sampai pukul 16.00 WIB,” katanya lewat sambungan telepon.

Kendati demikian, Hari belum mengetahui jumlah nasabah BRI yang terindikasi skimming.

Continue Reading

Jogja

Pesanan Kue Keranjang Meningkat

Published

on

kue keranjang

Kilasjogja.com, JOGJA- Jelang perayaan Imlek ada 16 Februari 2018, pesanan kue keranjang sudah mulai meningkat. Sulistyowati pembuat kue keranjang di Jalan Tukangan 43 Yogyakarta mulai banyak pesanan. Paling banyak pesanan dari lokal DIY kemudian dari berbagai daerah. Di beberapa kota di luar DIY sudah ada yang biasa memesan untuk dijual kembali.

“Saya setiap harinya memasak lima dandang, setiap dandang berisi 100 biji kue keranjang dengan bahan baku ketan tiga kilogram,” terangnya.

Suliostyowati mengatakan imlek tahun lalu bisa menghabiskan dua ton beras ketan. Untuk tahun ini belum tahu tapi berharap pesanan dan produksi bisa meningkat. “Kue keranjang untuk hantaran pada kerabat,” jelasnya.

Sulistyowati mempekerjakan enam orang karyawan. Kue kerajangnya menggunakan merk Lampion, keunggulannya karena memasaknya menggunakan hitungan waktu maka kue buatannya tahan lama. Dia meneruskan usaha orangtuanya, tetapi belum tahu apakah nantinya akan ada yang meneruskan, karena anak-anaknya tidak ada yang tertarik menggeluti usaha kue keranjang.

Hari itu beberapa karyawannya nampak sibuk mengepaki kue keranjang yang sudah janji. Hanya saat menjelang Imlek saja ada kesibukan membuat kue keranjang. Di luar itu tidak ada orang memesang kue yang berwarna merah dan manis rasanya itu.

Sulistyowati tidak melulu membuat kue kerajang. Tiap harinya membuat kue bakcang dan kue mangkok. Atau sebetulnya usaha utamanya adalah membuat kedua kue tersebut. Kue keranjang hanyalah sampingan di saat menjelang perayaan Imlek. “kerja musiman itu hasilnya cukup menyenangkan,” ujarnya.

Kue keranjang adalah kue khas yang selalu disajkan pada saat perayaan imlek. Kue keranjang (ada juga yang menyebutnya dengan kue ranjang) dalam bahasa mandarin disebut juga dengan Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe, yang diperoleh dari wadah cetakan kue yang berbentuk Keranjang. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.

Kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek, dan pada malam menjelang tahun baru imlek, kue ini biasanya juga tidak dimakan makan hingga hari Cap Go meh atau malam ke-15 setelah tahun baru imlek.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita