Connect with us

Nasional

PERNIKAHAN PUTRI JOKOWI : 50 Polwan di Persiapkan

Published

on

Kahiyang Ayu

Kilasjogja.com, NASIONAL- Persiapan teknis pernikahan Kahyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution terus dikebut oleh pihak keluarga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Para calon peliput pernikahan telah disediakan media centre dilengkapi koneksi Wifi yang terletak di Jalan Letjen Suprapto nomor 95 Solo, Jawa Tengah tidak jauh dari lokasi Gedung Graha Saba Buana.

“Sementara ini jumlah fasilitas komputer masih terbatas, berangsur-angsur bakal ditambah,” terang, Quirinto, Ketua Media Centre pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammmad Bobby Afif Nasution.

Selain itu juga dikumpulkan sekitar 50 jajaran Polisi wanita (Polwan) dari seluruh Polres/Polresta yang ada di kawasan eks Karesidenan Surakarta.

Nantinya, para polwan ini akan dikumpulkan di ruang VIP Gedung Graha Saba Buana yang bakal digunakan sebagai lokasi resepsi pernikahan putri orang nomor satu di Indonesia ini.

Selama kurang lebih dua jam para Polwan mendapat arahan tertutup dari putra sulung presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan kakak Iriana Jokowi, Haryanto yang dikenal dengan panggilan Pakdhe Antok.

Setelah itu, kegiatan para Polwan dilanjutkan dengan pengarahan teknis pengaturan saat prosesi pernikahan berlangsung.

Mulai berjaga di pintu gerbang masuk Gedung Graha Saba Buana, hingga mengarahkan tamu untuk melakukan serangkaian pemeriksaan metal detektor sebelum masuk ke dalam gedung. Tidak hanya itu Polwan juga bertugas mengatur tamu yang berada di dalam gedung.

Gibran Rakabuming Raka, juru bicara pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammmad Bobby Afif Nasution masih enggan mengungkapkan secara detail tugas para polwan ini.

Namun para Polwan akan berada di lokasi mulai dari prosesi Ijab Qobul hingga prosesi resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammmad Bobby Afif Nasution.

“Ya untuk pengamanan. Untuk tugasnya nanti lihat saja pas resepsi. Biar kejutan surprise,” ungkapnya.

Resepsi dilakukan mulai pemasangan bleketepe dan tuwuhan yakni pemasangan janur oleh orang tua pengantin sebagai tanda pensucian atau membuang kotoran.

Prosesi sesuai adat Jawa, ujar Gibran, akad nikah, hingga ritual siraman, resepsi yang diwarnai dengan prosesi jualan dawet.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.