Connect with us

Football

Pep Guardiola Akhiri Kutukan ‘The Blues’

Published

on

Pep Guardiola

Kilasjogja.com, FOOTBALL – Gol semata wayang Kevin De Bruyne ke gawang Chelsea pada big match Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, tidak hanya memastikan tiga poin bagi Manchester City, namun sekaligus mengakhiri ‘kutukan’ Josep ‘Pep’ Guardiola atas The Blues.

Pep Guardiola semenjak menjadi pelatih Barcelona hingga tahun lalu mengarsiteki City, belum sekalipun Pep bisa mengalahkan ‘Si Biru’ dalam pertandingan normal.

Musim lalu, yang merupakan musim pertamanya di English Premier League(EPL). Tim Pep Guardiola takluk dari Gary Cahill dan kawan-kawan.

Di sisi lain, manajer Chelsea, Antonio Conte menilai, kekalahan kemarin lebih disebabkan faktor kelelahan yang masih disandang para pemainnya.

Tiga hari sebelumnya, Chelsea melawat ke Madrid, menantang dan mengalahkan Atletico dalam lanjutan fase grup Liga Champions.

Selain kalah, Chelsea juga kehilangan Alvaro Morata yang mengalami cedera dan mesti keluar lapangan pada babak pertama.

“Itu adalah laga yang berat, tapi kami sangat paham bahwa Manchester City adalah tim yang sangat besar dan sangat sulit permainan seperti ini. Detil-detil menentukan hasilnya,” ucap Conte.

Terkait isu kelelahan Conte mengindikasikan bahwa hal itu memang karena jadwal Chelsea yang kurang ramah.

“Tentang masalah ini, saya pernah membicarakannya. Tidak penting mengulanginya lagi. Saya sangat bangga menjadi pelatih dari pemain ini,” sergahnya.

Di La Liga Spanyol, pada jornada ketujuh Atletico Madrid dipaksa bermain imbang tanpa gol saat melawat ke markas Leganes.

Hasil ini membuat Los Colchoneros masih berada di peringkat tiga dengan raihan 15 poin, sementara Leganes di poisi tujuh dengan 11 poin.

Sementara di Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund melanjutkan tren kemenangan dengan membekuk tuan rumah Augsburg 2-1.

Hasil yang amat disyukuri sang pelatih, Peter Bosz, mengingat Dortmund tampil buruk dalam pertandingan itu.

Bertandang ke WWK Arena, Sabtu (30/9/2017) malam WIB, Dortmund memulai dengan mengesankan ketika Andriy Yarmolenko mencetak gol di menit keempat. Tujuh menit berselang, Augsburg menyamakan skor lewat Caiuby.

Gol Die Borussen tercipta menit 23 melalui kaki Shinji Kagawa. Setelah itu laga berlangsung monoton tanpa ada gol yang tercipta.

“Anda mungkin menjalani pertandingan seperti ini dua kali dalam semusim. Ini adalah pertandingan terburuk kami. Tapi kami gembira dengan hasil yang kami dapat,” ungkap Peter Bosz

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Football

PS Tira Vs Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul

Published

on

PS Tira Vs Persebaya

Kilasjogja.com, BANTUL – Jumat (13/04/2018) PS Tira VS Persebaya Surabaya bertemu di Stadion Sultan Agung Bantul, Walaupun kondisi kedua tim dalam keadaan terpuruk usai kalah pada pertandingan sebelumnya yaitu pada saat PS Tira harus mengakui keunggulan dari Persipura Jayapura dan Persebaya juga harus ikut mengakui keunggulan Barito Putera di pekan ketiga.

Sama-sama kalah di laga sebelumnya, PS TIRA dan Persebaya mengincar pertandingan pekan keempat Liga 1 sebagai momentum kebangkitan.

“Kami ingin usahakan menang. Kami ingin lihat bagaimana pertandingan, dan kami ingin cari kemenangan,” tegas pelatih Persebaya, Alfredo Vera.

Persebaya diwajibkan tampil habis-habisan di kandang PS TIRA. Jika kembali gagal meraih poin penuh, posisi Persebaya di tabel klasemen bisa saja semakin terancam. Namun usaha Persebaya untuk bangkit di Stadion Sultan Agung bakal menemui jalan terjal. Pasalnya, Green Force sedang dalam kondisi pincang setelah diterpa badai cedera.

Kenyataan berbuah manis Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, angkat bicara setelah anak asuhnya sukses membenamkan tuan rumah PS Tira dengan skor 1-4 di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta.

Alfredo Vera bersyukur atas tiga poin penting yang didapat skuat Bajul Ijo pada laga tandang ini.

Hal itu lantaran Persebaya hanya mengoleksi satu poin dalam dua laga terakhir yakni saat imbang di markas Persela Lamongan dan menelan kekalahan dari Barito Putera di kandang sendiri.

“Hari ini kami bisa bermain lebih bagus. Karena itu kami bisa mendapat tiga poin penting,” kata Alfredo Vera pada sesi press conference usai pertandingan, Jumat (13/4/2018).

Selain itu, arsitek berpaspor Argentina ini menyebut sejumlah hal yang menjadi kunci kemenangan anak asuhnya.

“Kemenangan ini berkat permainan kami yang efektif. Selain itu, kerja sama para pemain sukses menghasilkan tiga poin,” tuturnya.

Pelatih berusia 45 tahun ini mengaku bahwa kunci kemenangan Rendi Irwan dan kawan-kawan juga tak terlepas dari gaya bermain yang diusung PS Tira.

Alfredo Vera menilai, skuat besutan Rudy Eka Priyambada bermain terbuka dan sedikit lebih maju.

“Kunci kemenangan kami ialah permainan lawan yang sedikit maju ke depan. Kami memanfaatkan ruang kosong di antara para pemain lawan,” jelasnya.

Pada laga pekan keempat kompetisi Liga 1 musim 2018, Persebaya sukses mencuri kemenangan atas PS Tira dengan skor 1-4 kendati harus bermain dengan 10 pemain usai Robertino Pugliara diganjar kartu merah pada menit ke-51.

Empat gol Bajul Ijo disumbangkan oleh David da Silva (4′, 30′, 70′) dan Osvaldo Haay (45+1′).

Sedangkan gol semata wayang Manahati Lestusen dan kolega dicatatkan oleh Muhammad Dimas Drajad pada menit ke-82.

Continue Reading

Football

Mafia Bola Jadi ‘PR’ PSSI

Published

on

Sepak bola

Kilasjogja.com, FOOTBALL – Sepak bola tanah air kembali dihebohkan dengan pengakuan Kristian Adelmund, pemain asing asal Belanda.

Mantan pemain PSIM Yogya, PSS Sleman dan Persela Lamongan menjadi perbincangan karena pernyataannya kepada salah satu media online berbahasa Belanda, VICE Sport mengenai korupsi di persepakbolaan Indonesia.

Adelmund menceritakan pengalamannya melihat bos tim lawan memasuki ruang wasit dengan membawa pistol. Pengakuan salah satu pemain asing yang pernah merumput di Indonesia kepada media asing tentu saja menarik perhatian.

“Meski keadaan semakin baik saat ini, korupsi tetap menadi masalah utama sepakbola Indonesia. Sebagai contoh, saya pernah melihat bos lawan membawa pistol ke ruang ganti wasit. Anda tak perlu heran dengan hal itu di Indonesia,” terangnya.

Sebenarnya, tidak hanya Kristian Adelmund yang merasakan karut marut kompetisi sepak bola Indonesia. Pemain asing lainnya, Boubacar Sanogo juga pernah mengeluarkan keluh kesahnya ketika bermain membela Madura United di putaran pertama Liga 1 2017.

Kurang lebih tiga bulan bermain di Indonesia, Sanogo menceritakan hal yang menyedihkan dari sepakbola Indonesia kepada media Jerman, T-Online. Mantan pemain Timnas Pantai Gading ini merasakan dan melihat langsung bagaimana kondisi sepakbola Tanah Air.

“Saya tidak suka di sana (Indonesia). Strukturnya sangat memprihatinkan. Kami bahkan tidak memiliki ruang ganti dan shower di tempat latihan, jadi kami harus pindah ke rumah,” jelasnya.

Sanogo sendiri tercatat tak memiliki penampilan yang cukup baik selama dia berada di Madura United. Sebagai salah satu pemain asing, ia hanya bermain hanya dalam beberapa menit saja, empat dari lima laga ampil sebagai pemain pengganti.

Pemain asing lainnya, Peter Odemwingie bahkan pernah ingin mengakhiri kontrak bersama Madura United, meski tim berjuluk Laskar Sape Kerrab telah sepakat untuk memperpanjang kontraknya untuk kompetisi Liga 1 musim 2018, dengan memberikan uang muka yang nilainya mencapai Rp10 miliar.

Keinginan Odemwingie pergi karena permainan keras sepak bola Indonesia yang menjurus kasar sehingga sangat berisiko cedera. Dia kecewa terhadap kompetisi Liga 1 yang seolah tidak memberikan keselamatan bagi pemain. Tak ada jaminan dari operator liga ataupun federasi atas kelangsungan karirnya.

“Saya tidak akan bermain di Indonesia lagi, terlalu beresiko. Saya sebenarnya sangat terkesan dan nyaman di Madura United tapi buruknya operator liga membuat saya harus angkat kaki dari negeri ini,”ungkapnya.

Mantan striker Bali United, Sylvano Comvalius bahkan merasa karier sepak bolanya bisa saja terancam kalau tetap bertahan di Indonesia. Alasannya karena di Liga Indonesia, sepak bola masih lekat dengan urusan politik sehingga kalau saja PSSI kembali disanksi FIFA akan berpengaruh terhadap keterlambatan gaji pemain.

Dia juga masih kecewa karena Bali United gagal juara setelah rivalnya, Bhayangkara FC yang menjadi juara dengan dua poin tambahan dari keputusan komisi disiplin atas kemenangan walkout saat melawan Mitra Kukar yang sebenarnya berkesudahan imbang 1-1.

“Saya berpikir masih muda baru 33 tahun. Dan saya tentu mengutamakan karier sepakbola saya. Di Indonesia, politik mencampuri sepak bola,” katanya

Continue Reading

Football

PSS Sleman TC di Kaliurang

Published

on

PSS

Kilasjogja.com, FOOTBALL- Jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim ini, tim PSS Sleman menggelar Training Camp (TC) di kawasan wisata Kaliurang Sleman mulai Rabu (31/1) sore hingga Sabtu (3/2). TC ini diikuti sebanyak 23 pemain yang telah bergabung dalam latihan selama ini.

Pemain yang megikuti TC di Kaliurang itu terdiri dari, Ega Rizky, Setya Beny, Rizky Arya, Iyus (kiper), Yudi Khoirudin, Ahmad Hisyam Tolle, Akbar Zakaria, Vandy Prayoga, Bima Reksa, Tedy Berlian, Absor Fauzi, M Hamdan Zamzani (belakang), Arie Sandy, Wahyu Sukarta, Rangga Muslim, Taufhan Hidayat, Ilhamul Irhas, Irkham Zahrul, Slamet Budiono, Dave Mustaine, Adi Nugroho, Vicky (tengah) serta Tambun Naibaho (depan.

“Tujuannya untuk meningkatkan agility atau kelincahan, speed (kecepatan) dan quickness (respons),” terang Komarudin, Pelatih fisik PSS Sleman.

TC di Kaliurang itu dimulai dengan pengkondisian dan pembentukkan otot. Kemudian dilanjutkan dengan bentuk-bentuk latihan fisik dengan menggunakan peralatan tertentu.  Setelah TC diharapkan mampu meningkatan fisik para pemain pada level seperti yang diinginkan.

Untuk itu perlu menggunakan metode-metode tertentu untuk mempercepat peningkatan fisik agar sesuai dengan yang ditargetkan. “Porsi latihan fisik akan berangsur-angsur dikurangi. Porsi latihan teknik, taktik dan strategi mulai ditambah,” jelasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita