Connect with us

News

Pedukuhan Panggang Krisis Air

Published

on

Krisis Air

Kilasjogja.com, GUNUNGKIDUL –  Dampak musim kemarau panjang, jumlah warga yang mengalami krisis air bersih terus bertambah di Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Meski sebagian desa sudah terpasang pipa air minum, tetapi belum seluruhnya teraliri atau banyak yang masih digilir.

Camat Panggang, Agus Gunawan mengatakan dari 44 pedukuhan yang tersebar di 6 desa, yang benar-benar belum terjangkau pipa air minum baru 14 pedukuhan, terutama di Desa Girkarto, Girimungu dan sebagian Giriharjo. Namun meski sudah terpasang pipa air minum oleh PDAM, belum mampu teraliri.

“Dari 44 pedukuhan yang masih minta droping air ada 34 pedukuhan di 6 desa,” terangnya.

Armada tangki yang dikelola pihak kecamatan, baru bisa melayani warga dalam sehari 4-5 tangki, karena medan yang sulit dan pengambilan air juga jauh. Dengan demikian setiap warga hanya bisa terlayani seminggu sekali.

“Jika dibanding dengan kebutuhan, masih jauh dari mencukupi. Namun paling tidak bisa mengurangi beban yang dialami warga,” jelasnya.

Sunu Raharjo, Kepala Desa Girimulyo mengatakan salah satu padukuhan di Desa Girimulyo yang masih mengalami krisis air di Pedukuhan Tungu. Dari 226 kepala keluarga yang terdiri dari 1.200 jiwa saat ini masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Wilayah ini sama sekali belum mendapatkna jaringan pipa air dari PDAM, sehingga Pemkab Gunungkidul dan PDAM diharap segera memperluas jaringan, agar krisis air di wilayah ini bisa terselesaikan.

“Telaga Pringsurat yang selama ini menjadi andalan sudah kering kerontang, sehingga warga harus membeli dari swasta, padahal daya beli sangat menurun,” ungkapnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.