Connect with us

olahraga

Neymar Persembahkan 2 Gol untuk Paris St-germain

Published

on

Paris St-Germain Neymar
Neymar Persembahkan 2 Gol untuk Paris St-germain

Paris St-Germain 6-2 Toulouse

Neymar mencetak dua gol pada laga pertamanya bersama Paris St-Germani dan mengalahkan Toulouse hanya dengan 10 Pemain.

Prancis – Paris St-Germain memberikan tekanan pada menit-menit awal pertandingan dari berbagai arah dengan menunjukan serangan yang intensif. sayangnya tim lawan Toulouse, Max Gardel dengan menyambut umpan dari Kelvin Adou dan dilesatkan kegawang Areola dengan tembakan voli gol di menit 18.

Gol tersebut meningkatkan intensitas serangan para pemain Paris St-Germain nyaris saja mereka menyamakan skor di menit 26 melalui Neymar, sosok asal Brasil itu melewati lawan sebanyak tujuh kali dari tujuh percobaan.

Lima menit kemudian di menit 31 setelah tembakan pertama Neymar yang hanya menyentuh mistar gawang akhirnya berbuah manis dengan gol balasan yang sangat cepat dari bola rebound dari tepisan Lafont  karena tembakan dari Adrien Rabiot.

Empat menit berselang, kedua pemain bertukar peran. Servis Neymar dimaksimalkan oleh Adrien Rabiot untuk membawa Paris St-Germain unggul.

Selepas turun minum Paris St-Germain harus bermain dengan hanya 10 pemain, Marco Verratti yang harus keluar lapangan Karena terkena kartu merah. Walapun hanya dengan sepuluh pemain Paris St-Germain terus melakukan serangan secara bertubi-tubi dengan mengandalkan skill individu yang di miliki pemain barunya, Neymar dos santos da silva pemain yang baru saja di transfer dari Barcelona dengan nilai transfer 222 Euro (Rp. 3,4 Triliun).

Hasilnya, mereka mendapatkan tendangan penalti karena Neymar dilanggar di kotak terlarang pada menit 75.

Yang bertindak sebagai eksekutor untuk tendangan penalty adalah Edinson Cavani yang sukses merubah sekor menjadi 3-1.

Empat menit berselang melalui Christopher Jullien, PSG kecolongan kesalahan antisipasi Thiago Silva yang membuat bola masuk ke gawang sendiri.

Dalam situasi tertinggal Toulouse terus melancarkan serangan namun mereka tidak mengindahkan pada posisi pertahanan hal tersebut di manfaatkan oleh pemain Paris St-Germain Javier Pastore, dan di lanjutkan oleh Layvin Kurzawa di menit 84.

Akhirnya pesta gol ini di tutup dengan sangat cantic oleh Neymar di menit 92 masa Injury time.

Paris St-Germain menang 6-2 atas lawannya Toulouse Minggu (20/8/2017) dengan koleksi point sempurna dari ketiga laga dan berhak menduduki puncak klasmen sementara.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

olahraga

Hana Kimura Pegulat Cantik Jepang Keturunan Indonesia

Published

on

Hana Kimura

Kilasjogja.com, JEPANG – Namanya Hana Kimura pegulat cantik keturunan Indonesia salah satu bintang yang bersinar di Stardom World dan Sendai Girls Pro Wrestling, dua perusahaan gulat Jepang. Cewe yang baru berumur 20 tahun ini selain berprestasi, dia pun punya paras yang sangat cantik, gaya bertarung yang khas dan punya otot yang kuat.

Kalo denger gulat, kamu pasti langsung pikiran sama The Rock, John Cena, Kane, Undertaker dan lainnya. Wajar sih, bintang-bintang World Wrestling Entertainment (WWE) ini emang keren banget dan udah mengoleksi banyak gelar. Tapi kamu tahu nggak kalau di Jepang juga ada program gulat FYI aja nih, Stardom merupakan perusahaan gulat di Jepang yang mirip banget sama WWE. Cuma bedanya, seluruh pegulat Stardom ini cewek, termasuk Hana.

Hana Kimura Mulai Gulat Sejak Usia 18 Tahun

Hana sudah memulai karir gulatnya sejak umur 18 Tahun, Debut ring-nya sendiri berlangsung pada 30 Maret 2016. Cuma sayang, ketika itu dia kalah sama Reika Saiki.

Tapi setelah itu, kariernya terus melesat. Bahkan bersama Hanako Nakamori, dia hampir saja dapet gelar Daily Sports Women’s Tag Team Championship.

Berikut beberapa foto aksi Hana saat di atas ring

View post on imgur.com

View post on imgur.com

View post on imgur.com

Karier Hana makin meroket saat dia gabung ke Stardom pada September 2017, dan memutuskan buat gabung sama stable Oedo Tai. Hingga saat ini, Hana masih masih gabung di Oedo Tai, dan sempat mendapat gelar Goddess of Stardom Championship bareng Kagetsu.

Ini yang paling menarik! Sebenarnya dari wajahnya aja udah kelihatan Indonesia banget. Usut punya usut, Hana ini konon keturunan Indonesia lho! Kabarnya, Ibunya Hana (Kyoko Kimura), pernah nikah sama orang Indonesia, walaupun akhirnya cerai.

Soal keturunan Indonesia, hal ini sempat dikonfirmasi sama mantan anggota Oedo Tai, Kris Wolf. Cuma sayang, Hana sendiri masih bungkam soal ini!

 

Continue Reading

olahraga

PS Tira Vs Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul

Published

on

PS Tira Vs Persebaya

Kilasjogja.com, BANTUL – Jumat (13/04/2018) PS Tira VS Persebaya Surabaya bertemu di Stadion Sultan Agung Bantul, Walaupun kondisi kedua tim dalam keadaan terpuruk usai kalah pada pertandingan sebelumnya yaitu pada saat PS Tira harus mengakui keunggulan dari Persipura Jayapura dan Persebaya juga harus ikut mengakui keunggulan Barito Putera di pekan ketiga.

Sama-sama kalah di laga sebelumnya, PS TIRA dan Persebaya mengincar pertandingan pekan keempat Liga 1 sebagai momentum kebangkitan.

“Kami ingin usahakan menang. Kami ingin lihat bagaimana pertandingan, dan kami ingin cari kemenangan,” tegas pelatih Persebaya, Alfredo Vera.

Persebaya diwajibkan tampil habis-habisan di kandang PS TIRA. Jika kembali gagal meraih poin penuh, posisi Persebaya di tabel klasemen bisa saja semakin terancam. Namun usaha Persebaya untuk bangkit di Stadion Sultan Agung bakal menemui jalan terjal. Pasalnya, Green Force sedang dalam kondisi pincang setelah diterpa badai cedera.

Kenyataan berbuah manis Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, angkat bicara setelah anak asuhnya sukses membenamkan tuan rumah PS Tira dengan skor 1-4 di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta.

Alfredo Vera bersyukur atas tiga poin penting yang didapat skuat Bajul Ijo pada laga tandang ini.

Hal itu lantaran Persebaya hanya mengoleksi satu poin dalam dua laga terakhir yakni saat imbang di markas Persela Lamongan dan menelan kekalahan dari Barito Putera di kandang sendiri.

“Hari ini kami bisa bermain lebih bagus. Karena itu kami bisa mendapat tiga poin penting,” kata Alfredo Vera pada sesi press conference usai pertandingan, Jumat (13/4/2018).

Selain itu, arsitek berpaspor Argentina ini menyebut sejumlah hal yang menjadi kunci kemenangan anak asuhnya.

“Kemenangan ini berkat permainan kami yang efektif. Selain itu, kerja sama para pemain sukses menghasilkan tiga poin,” tuturnya.

Pelatih berusia 45 tahun ini mengaku bahwa kunci kemenangan Rendi Irwan dan kawan-kawan juga tak terlepas dari gaya bermain yang diusung PS Tira.

Alfredo Vera menilai, skuat besutan Rudy Eka Priyambada bermain terbuka dan sedikit lebih maju.

“Kunci kemenangan kami ialah permainan lawan yang sedikit maju ke depan. Kami memanfaatkan ruang kosong di antara para pemain lawan,” jelasnya.

Pada laga pekan keempat kompetisi Liga 1 musim 2018, Persebaya sukses mencuri kemenangan atas PS Tira dengan skor 1-4 kendati harus bermain dengan 10 pemain usai Robertino Pugliara diganjar kartu merah pada menit ke-51.

Empat gol Bajul Ijo disumbangkan oleh David da Silva (4′, 30′, 70′) dan Osvaldo Haay (45+1′).

Sedangkan gol semata wayang Manahati Lestusen dan kolega dicatatkan oleh Muhammad Dimas Drajad pada menit ke-82.

Continue Reading

olahraga

Mafia Bola Jadi ‘PR’ PSSI

Published

on

Sepak bola

Kilasjogja.com, FOOTBALL – Sepak bola tanah air kembali dihebohkan dengan pengakuan Kristian Adelmund, pemain asing asal Belanda.

Mantan pemain PSIM Yogya, PSS Sleman dan Persela Lamongan menjadi perbincangan karena pernyataannya kepada salah satu media online berbahasa Belanda, VICE Sport mengenai korupsi di persepakbolaan Indonesia.

Adelmund menceritakan pengalamannya melihat bos tim lawan memasuki ruang wasit dengan membawa pistol. Pengakuan salah satu pemain asing yang pernah merumput di Indonesia kepada media asing tentu saja menarik perhatian.

“Meski keadaan semakin baik saat ini, korupsi tetap menadi masalah utama sepakbola Indonesia. Sebagai contoh, saya pernah melihat bos lawan membawa pistol ke ruang ganti wasit. Anda tak perlu heran dengan hal itu di Indonesia,” terangnya.

Sebenarnya, tidak hanya Kristian Adelmund yang merasakan karut marut kompetisi sepak bola Indonesia. Pemain asing lainnya, Boubacar Sanogo juga pernah mengeluarkan keluh kesahnya ketika bermain membela Madura United di putaran pertama Liga 1 2017.

Kurang lebih tiga bulan bermain di Indonesia, Sanogo menceritakan hal yang menyedihkan dari sepakbola Indonesia kepada media Jerman, T-Online. Mantan pemain Timnas Pantai Gading ini merasakan dan melihat langsung bagaimana kondisi sepakbola Tanah Air.

“Saya tidak suka di sana (Indonesia). Strukturnya sangat memprihatinkan. Kami bahkan tidak memiliki ruang ganti dan shower di tempat latihan, jadi kami harus pindah ke rumah,” jelasnya.

Sanogo sendiri tercatat tak memiliki penampilan yang cukup baik selama dia berada di Madura United. Sebagai salah satu pemain asing, ia hanya bermain hanya dalam beberapa menit saja, empat dari lima laga ampil sebagai pemain pengganti.

Pemain asing lainnya, Peter Odemwingie bahkan pernah ingin mengakhiri kontrak bersama Madura United, meski tim berjuluk Laskar Sape Kerrab telah sepakat untuk memperpanjang kontraknya untuk kompetisi Liga 1 musim 2018, dengan memberikan uang muka yang nilainya mencapai Rp10 miliar.

Keinginan Odemwingie pergi karena permainan keras sepak bola Indonesia yang menjurus kasar sehingga sangat berisiko cedera. Dia kecewa terhadap kompetisi Liga 1 yang seolah tidak memberikan keselamatan bagi pemain. Tak ada jaminan dari operator liga ataupun federasi atas kelangsungan karirnya.

“Saya tidak akan bermain di Indonesia lagi, terlalu beresiko. Saya sebenarnya sangat terkesan dan nyaman di Madura United tapi buruknya operator liga membuat saya harus angkat kaki dari negeri ini,”ungkapnya.

Mantan striker Bali United, Sylvano Comvalius bahkan merasa karier sepak bolanya bisa saja terancam kalau tetap bertahan di Indonesia. Alasannya karena di Liga Indonesia, sepak bola masih lekat dengan urusan politik sehingga kalau saja PSSI kembali disanksi FIFA akan berpengaruh terhadap keterlambatan gaji pemain.

Dia juga masih kecewa karena Bali United gagal juara setelah rivalnya, Bhayangkara FC yang menjadi juara dengan dua poin tambahan dari keputusan komisi disiplin atas kemenangan walkout saat melawan Mitra Kukar yang sebenarnya berkesudahan imbang 1-1.

“Saya berpikir masih muda baru 33 tahun. Dan saya tentu mengutamakan karier sepakbola saya. Di Indonesia, politik mencampuri sepak bola,” katanya

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita