Connect with us

Internasional

MUI Desak ASEAN dan PBB Tegur Myanmar!

Published

on

Pengungsi Rohingya

Kilasjogja.com, INTERNATIONAL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Indonesia menyiapkan satu pulau untuk menampung pengungsi Rohingya. MUI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani tragedi secara sungguh-sungguh, bila perlu mengambil alih permasalahan tersebut.

“Tragedi kekerasan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar terbukti meyakinkan Pemerintah Myanmar belum bersedia menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya, MUI mendesak ASEAN menekan Myanmar menghentikan aksi tersebut dengan mempertimbangkan pembekuan keanggotaan negara Myanmar di ASEAN,” terang Amirsyah Tambunan, Wakil Sekretaris Jenderal MUI,  Senin (4/9).

MUI juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kembali diplomasi sunyi (non megaphone diplomacy) yang diterapkan Myanmar. Pemerintah Bangladesh juga diharapkan membuka wilayah Rikhine agar bantuan dari seluruh negara bisa sampai ke sana.

“Komite Hadiah Nobel kami desak mencabut penghargaan Nobel Perdamaian Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Semua pelaku pelanggaran HAM dihukum berat melalui Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court (ICC),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Setya Novanto mengatakan fungsi diplomasi diperkuat dan meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil peran yang lebih nyata terhadap kasus pembantaian umat muslim di Rohingya, Myanmar.

Hal ini disampaikan menanggapi interupsi Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini saat Pidato Laporan Kinerja DPR Tahun Sidang 2016-2017 di Gedung DPR, Selasa (29/8 lalu). Anggota Komisi I DPR ini meminta kepada seluruh dunia untuk menghentikan tragedi kemanusiaan paling memilukan di abad ini.

Karena pembantaian muslim Rohingya sudah menjadi isu internasional dengan tersebarnya berita, foto dan video ke seluruh dunia. “Apa yang terjadi di Rohingya sangat menyedihkan di luar akal sehat dan nurani kemanusiaan kita yang beradab, sehingga tidak bisa ditolerir,” ungkap Jazuli.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Internasional

Square Enix Membuka Lowongan Kerja Untuk Final Fantasy VII Remake

Published

on

Final Fantasy VII

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Salah satu developer besar jepang Square Enix mencari anak muda beberbakat dan betalenta untuk project Final Fantasy VII Remake. Official website Square Enix, kemarin mengumumkan bahwa mereka sedang mencari orang untuk posisi battle planner dan level planner. Dua posisi penting ini sepertinya sedang silih berganti diisi karena mereka belum menemukan talent yang cocok dan sesuai dengan visi misi team project Final Fantasy VII Remake.

Lalu apa saja tugasnya?

Menurut yang tertulisa dalam websitenya, Battle planner akan bertanggung jawab untuk membangun sistem tempur yang kuat, merancang musuh dan bos, serta membuat sistem leveling yang mendikte pertumbuhan dan parameter pemain di seluruh game.

Sedangkan Level planner bertanggung jawab untuk membangun workflows lokasi level dan menangani layout level dengan menggunakan Unreal Engine 4.

Dikatakan juga tidak ada batasan umur untuk melamar pekerjaan ini. Asalkan kalian punya skill dan pengalaman yang dapat dibuktikan, kalian berkesempatan untuk mengikuti seleksi. Ngomong-ngomong tentang gaji yang ditawarkan adalah sekitar 4.500.000¥ sampao 8.000.000¥. Silahkan diconver ke rupiah pake kalkulator kalian sendiri kalo kepo. Hehehe. Besarnya gaji tergantung kepad akemampuan dan kinerja nanti.

loker-ff

Dalam webiste dan pengumuman e-career dijelaskan juga bahwa untuk kalian yang berminat melamar silahkan datang ke kantor atau kirimkan lamaran melalui email resmi mereka.

Continue Reading

Internasional

Pedang Goujian Berusia 2500 Tahun Masih Sangat Tajam

Published

on

Pedang Goujian

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Pedang Goujian ditemukan oleh sekelompok arkeolog pada sebuah makam kuno yang diperkirakan berumur 2000 tahun di Provinsi Hubei, China. di dalam makam Shao Hua Secara rinci, makam tersebut berangka tahun antara 722 – 479 SM disebelah kerangka Jenazah dari Shao Hua terlihat ada sebuah pedang yang setelah mereka tarik pedang tersebut dari sarung kayu yang membungkusnya, mereka terkagum dengan pedang ini masih berkilau walapun sudah berumur ribuan tahun lamanya.

Pedang Goujian yang terbuat dari perunggu tersebut memiliki ukuran panjang 55,7 cm dengan lebar 4,6 cm dan panjang gagangnya 8,4 cm. Ujung gagang pedang Goujian berbentuk lempengan bulat yang pada lingkaran dalamnya terdapat 11 lajur lingkaran dengan pahatan halus.

Pedang yang diperkirakan sudah berusia 2500 tahun ini, memiliki rona keemasan yang dikombinasikan dengan pola berwarna gelap dengan desain yang rumit.

Para Arkeolog sangat terkejut bagaimana bisa pedang ini tidak berkarat dan ketajaman pedang ini bisa bertahan dari udara yang sangat lembab selama ribuan tahun. Tentunya temuan ini memancing beragam pertanyaan. Terutama pertanyaan seputar siapakah pria yang ada dalam makam itu sehingga memiliki pedang yang sangat spesial ini.

Pedang Goujian

Pedang Goujian

Para arkeolog tersebut terus mencari siapa pemilik dan pembuat pedang ini pada zaman dahulu, segela literatur sejarah cina pun di buka kembali untuk mendapatkan jawaban yang tempat atau asumsi yang mendekati si pemilik atau si pembuat pedang ini.

Suatu alasan ditemukannya pedang Goujian di makam pemimping kerajaan Chu karena diperkirakan pedang Goujian diberikan pada penguasa Chu sebagai hadiah pernikahan. Sesuai catatan kitab sejarah kuno, hubungan kedua negara Chu dan Yue semenjak masa Yun Chang (penguasa Yue) sudah mulai akrab, mereka pernah bersekutu pada suatu periode, Chu Zhaowang si penguasa Chu pernah mempersunting putri Goujian sebagai selirnya dan telah melahirkan Chu Huiwang.

Oleh karena itulah pedang Goujian yang masih tajam itu kemungkinan besar dijadikan sebagai salah satu hadiah pernikahan putri Yue dan demikian telah berpindah tangan ke Negara Chu hingga kemudian penguasa Chu menghadiahkannya kepada Shao Hua. Setelah Shao Hua wafat, pedang tersebut ikut terkubur di dalam makamnya. dan pada akhirnya arkeolog yang menemukan pedang ini bersepakat bahwa pemilik dari Pedang Goujin ini adalah seorang Raja Goujin yang tewas saat memimpin peperangan pada periode tersebut.

 

Continue Reading

Internasional

Rusia Peringatkan Amerika Dampak Agresi Militer Mereka Ke Suriah

Published

on

Agresi Militer

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Seorang wakil tetap Rusia di PBB memberikan peringatan terhadap Amerika tentang langkah agresi militer yang mereka ambil di suriah.

Berdasarkan laporan dari IRNA, Vasily Nebenzya wakil tetap di PBB pada Jumat (13/4/2018) dalam sidang Dewan keamanan PBB soal Suriah dan ancaman militer Amerika terhadap tersebut mengatakan, sebuah agresi militer ke sebuah negara independen sangat bertentangan dengan aturan internasional.

Vasily juga menambahkan jangan sampai skenario Irak dan Libya terulang kembali di Suriah.

“Serangan kimia ke Douma di Suriah yang diklaim hanya dijadikan alasan oleh Amerika,” tambah Vasily Nebenzya.

Teroris Jaisy al-Islam yang berada di daerah Douma, Ghouta Timur pada 7 April menuding Damaskus melakukan serangan kimia ke daerah ini dan membunuh puluhan orang. Sebuah tuduhan yang ditolak tegas oleh pemerintah Suriah.

Amerika dan sebagian negara-negara sekutunya termasuk Inggris dan Perancis melancarkan agitasi tanpa bukti untuk melancarkan serangan militer terhadap pemerintah Suriah.

Donald Trump, Presiden Amerika dengan berbohong soal transformasi Suriah mengancam negara ini dengan serangan militer.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita