Connect with us

Nasional

Moon Jae-In Mengaku Punya Persamaan Dengan Presiden Jokowi

Published

on

Presiden Jokowi dan presiden korea selatan

Kilasjogja.com, Korea Selatan – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In mengemukakan, bahwa dirinya dan Presiden Jokowi memiliki kesamaan yaitu mengutamakan rakyat, dan pengembangan ekonomi bersifat toleran. Berdasarkan kesamaan tersebut, Moon meyakini, ini akan menjadi kesempatan bagus menumbuhkan pemahaman bersama di antara kedua negara.

“Saya yakin sekali pertemuan seperti ini akan menjadikan hubungan bilateral menjadi kuat,” kata Presiden Republik Korea Moon Jae-In dalam konferensi pers bersama Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11) malam.

Lebih lanjut, Presiden Moon menyampaikan bahwa Presiden Jokowi dan dirinya akan terus berusaha untuk kerja sama pertumbuhan ekonomi, dan ke depan sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis khusus untuk bersama dengan ASEAN dan perdamaian di seluruh Asia.

Ia juga menyampaikan bahwa kedua kepala negara telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di empat bidang. Pertama, kedua negara akan memperkuat kerja sama strategis di Bidang Keamanan.

“Untuk meningkatkan kerja sama strategis, kedua negara sepakat untuk membentuk pertemuan di bidang pertahanan secara bersama. Kedua negara juga bersepakat untuk mempertahankan kerja sama industri pertahanan terutama untuk kelancaran pembangunan jet tempur,” tambah Presiden Moon.

Lebih lanjut, Presiden Moon menyampaikan, kedua negara akan memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih mementingkan rakyat. Ia menambahkan bahwa Presiden Jokowi dan dirinya telah menyepakati peningkatan kerja sama 30 miliar sampai tahun 2022 yang jumlahnya dua kali lipat dari sekarang.

Kedua negara, lanjut Presiden Moon, akan memperkuat kerja sama yang dibutuhkan masyarakat seperti manajemen air, listrik dan lebih meningkatkan kerja sama di bidang otomotif, pariwisata, dan industri energi ramah lingkungan, maritim dengan pemahaman bersama bahwa UKM akan menjadi penumbuhan ekonomi toleran.

“Ketiga, kedua negara akan memperkokoh kerja sama. Pada bulan Januari di Korea akan diadakan acara begitupun di bulan September akan diadakan Asian Games di Indonesia. Kedua negara ini akan memperlancar hubungan dengan kegiatan ini,” tambah Presiden Moon.

Keempat, lanjut Presiden Moon, kerja sama di regional dan global dan memohon dukungan penuh kerja sama di ASEAN bisa direalisasikan. Ia juga menambahkan Presiden Jokowi memberikan dukungan terhadap Semenanjung Korea.

“Saya berterima kasih dukungan Presiden Jokowi terhadap perdamaian di Semenanjung Korea. Untuk ke depan, menekan provokasi Korut dan mengundang Korut untuk dialog terkait denuklirisasi,” tambah Presiden Moon.

Di akhir pernyataan, Presiden Moon juga menambahkan untuk mewujudkan kerja sama dalam pertemuan kali ini dengan mengundang Presiden Jokowi berkunjung ke Korea dan Presiden Jokowi telah menyatakan kesanggupannya.

Rombongan yang turut menyertai Presiden Korea diantaranya Menteri Luar Negeri Kang Kyung-wha, Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Paik Un Gyu, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Kim Hun-Mee, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Republik Indonesia Cho Tai Yung, serta para staf khusus dan deputi lainnya.

Dalam pertemuan kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menperin Airlangga Hartarto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menkes Nila Moeloek, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (setkab.go.id)

 

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Nasional

Ayo Berburu Tiket KA Rp 50 Ribu!

Published

on

Lowongan kerja 2018 PT KAI

Kilasjogja.com, NASIONAL – Dalam rangka peringatan HUT ke-73 KA sekaligus peringatan tahun 2018-2019 sebagai tahun inovasi, PT KAI akan menggelar KAI Online Travel Fair perdananya pada 13-17 Oktober 2018.

Dalam online travel fair perdana ini, sebanyak 173.655 tiket KA komersial jarak jauh dan menengah kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif untuk keberangkatan 13 Oktober 2018 s.d. 15 Januari 2019.

Tiket KA dapat dibeli mulai dari Rp50.000,- untuk tiket KA kelas ekonomi, Rp60.000,- untuk KA kelas bisnis, dan Rp100.000,- untuk KA kelas eksekutif.

Tiket KA dengan harga promo ini dapat dipesan masyarakat di KAI Online Travel Fair melalui aplikasi KAI Access dan website kai.id dengan beberapa ketentuan.

Tiket promo pada KAI Online Travel Fair ini TIDAK dapat dibatalkan dan TIDAK dapat diubah jadwal. Tidak berlaku reduksi dan tarif parsial, dan tidak dapat digabung dengan tarif reduksi atau diskon lainnya.

“Tiket promo tidak berlaku pada masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” terang PYMT Direktur Komersial dan TI PT KAI, Apriyono W Chresnanto.

Khusus untuk kelas eksekutif, PT KAI juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli tiket KA dengan tarif yang lebih murah dibandingkan tarif tiket KA kelas eksekutif di program KAI Online Travel Fair.

Untuk mendapatkan tiket KA eksekutif dengan tarif mulai dari Rp75.000,- masyarakat dapat mengikuti program Flash Sale yang diadakan setiap jam 09.00-09.30 WIB dan 19.00-19.30 WIB selama program KAI Online Travel Fair ini berlangsung.

KAI Online Travel Fair ini digelar sebagai salah satu upaya PT KAI mengikuti perkembangan jaman sekaligus juga sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada pengguna jasa KA.

“Khususnya mereka yang telah memilih untuk menggunakan aplikasi KAI Access dan website kai.id ketika melakukan pemesanan tiket KA,” ujarnya.

Sejak diresmikannya aplikasi All New KAI Access pada September 2017 lalu hingga Agustus 2018, sudah tercatat sebanyak 1.447.791 pengguna aktif aplikasi ini.

Sementara untuk pemesanan tiket KA melalui website kai.id, mulai Januari hingga September 2018 tercatat sebanyak 1.148.274 pengguna jasa telah melakukan transaksi pembelian tiket melalui website kai.id.

Dengan adanya program KAI Online Travel Fair ini, Apriyono menyampaikan harapannya agar semakin banyak orang yang menjadi pengguna aktif aplikasi KAI Access atau melakukan pemesanan tiket KA lewat website kai.id sehingga mengurangi antrian di loket stasiun.

Untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada para pengguna aplikasi KAI Access, mulai Oktober 2018 pengguna dapat menikmati fitur-fitur baru yang semakin memudahkan, yakni fitur ubah jadwal dan pembatalan tiket.

Selain itu, akan segera menyusul fitur pemesanan tiket KA lokal yang pembayarannya dilakukan menggunakan e-wallet. Untuk tahap pertama, fitur pemesanan tiket KA lokal hanya berlaku untuk KA lokal Bandung Raya.

“Nanti secara bertahap sistem akan dibangun sehingga tiket KA-KA lokal lain di berbagai daerah dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access sehingga penumpang tidak perlu lagi untuk antri di loket stasiun,” katanya.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

Indonesia Butuh Diplomasi Total

Published

on

Indonesia butuh diplomasi

Kilasjogja.com, JAKARTA – Dalam melaksanakan politik luar negeri bebas aktif berdasarkan pancasila, Indonesia membutuhkan diplomasi total seperti layaknya permainan sepak bola Total Football yang diperagakan timnas Belanda.

Hal ini disampaikan anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuanhan, Dr. Evita Nursanty MSc ketika menjadi pembicara di Rapimnas Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) di Hotel Royal Boutique, Jakarta, Kamis (20/9).

Maksud diplomasi total menurut Dr. Evita Nursanty MSc yaitu dimana diplomasi melibatkan semua pemangku kepentingan, mencakup semua komponen bangsa, dan mengoptimalkan semua instrumen diplomasi Indonesia di dalam maupun luar negeri.

“Keberhasilan berbagai negara dalam menjalankan diplomasi, termasuk diplomasi ekonomi, politik maupun pertahanan keamanan, adalah kemampuan dalam mengerahkan semua sumber daya yang ada,” terangnya.

Menurut Dr. Evita Nursanty Diplomasi total ini sangat penting untuk mencapai tujuan Indonesia yaitu Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa , dan Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Jika kita ingin menjadi bangsa yang maju, kita harus bersatu, tidak terus gontok-gontokan dan saling menjatuhkan,” ujarnya.

Ke depan, DPR RI memiliki berbagai tantangan yang harusi dijawab untuk mempertajam lagi tugasnya dalam diplomasi atau politik luar negeri.

Pertama, bagaimana melahirkan perundang-undangan, kebijakan anggaran dan pengawasan yang terkait dengan politik luar negeri dan pertahanan keamanan yang bergerak lurus dalam mencapai tujuan nasional.

Kemudian  DPR juga perlu melakukan pembenahan sistem dan mekanisme di DPR RI untuk memastikan hasil diplomasi luar negeri yang dicapai dapat dijalankan atau diteruskan dalam pembahasan di internal DPR RI (terutama di tingkat komisi-komisi yang berhubungan dengan bidang terkait).

Lalu kemampuan diplomasi anggota DPR RI harus diperkuat dan tidak sampai terputus karena durasi menjadi anggota DPR adalah 5 tahun, serta penguasaan bahasa asing menjadi sangat mutlak.

Kemudian dalam hubungan dengan pemerintah, dirasakan perlu pelibatan DPR ke dalam pembahasan awal dalam perjanjian internasional sehingga tidak mengesankan DPR menjadi “tukang stempel” saja.

Saat ini DPR RI terdaftar sebagai anggota di Inter-Parliamentary Unions (IPU), ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF), Asian Parliamentary Assembly (APA), Southeast Asian Parliamentarians Against Corruption (SEAPAC) dan lainnya, yang menjadi organisasi parlemen di lingkup dunia, Asia, Asia Pasifik, ASEAN, dan lainnya.

“Disanalah arena pertarungan kita untuk menghasilkan berbagai resolusi dan bentuk lainnya untuk mendukung diplomasi Indonesia. Keliru sekali kalau mengatakan diplomasi parlemen ini tidak serius,” tukas Evita.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

Ratusan Sumber Baru Gempa Indonesia Di Temukan

Published

on

Gempa Indonesia

Resiko Gempa Bumi Di Indonesia Meningkat

Kilasjogja.com, NASIONAL – Peta sumber dan bahaya gempa Indonesia tahun 2017 resmi diluncurkan. ada penambahan sumber gempa baru berupa 214 patahan aktif, sebagaian di antaranya melintasi kota-kota besar. Peta ini harus menjadi dasaran perencanaan dan perancangan bangunan.

“Peta sumber dan bahaya gempa 2017 ini akan menjadi perencanaan di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. sudah seharunya peta ini menjadi rujukan perencanaan dan perancangan bangunan tahan gempa.” Kata Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kemen PUPR) M Basuki Hadimuljono saat meluncurkan peta gempa ini.

Tantangan untuk mengantisipasi resiko gempa itu, misalnya pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

“Sebanyak 60 persen jalur kereta api cepat ini melalu jembatan dan 30 persen adalah trowongan dan hanya 10 persen di permukaan. dan kita juga banyak membangun bandara di jalur gempa ini, semua ini harus benar-benar menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Peta gempa bumi tahun 2017 ini adalah merupakan pemutahiran peta versi tahun 2010.

jika dalam peta sebelumnya hanya ada 81 jalur patahan aktif di Indonesia, dalam peta versi terbaru ini ditambahkan menjadi 295 patahan aktif dan 214 sumber gempa baru.

Jika pada peta tahun 2010 di Sumatra ada 19 sumber gempa pada peta terbaru terdapat 55 sumber gempa.

Di Jawa dari 10 sumber gempa sekarang sudah menjadi 37 sumber gempa.

Di ikuti daerah Sulawesi dari 12 menjadi 48 sumber, kemudian Maluku dan Papua 12 sumber pada peta terdahulu sekarang melonjak menjadi 72 sumber gempa.

Meningkatnya Resiko Gempa Di Kota-Kota Besar Di Indonesia

Menurut ketua kelompok Bidang Geologi Danny Hilman Natawidjaja, dari aspek resiko bencana, penambahan sumber gempa baru di Jawa perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah dan khusunya masyarakat sendiri.

Itu karena sesar baru yang teridentifikasi melalui sejumlah kota-kota besar dan padat penduduk seperti Bandung, Pekalongan, Semarang, Purwodadi, Cepu dan Surabaya.

“Patahan Kendeng yang muncul di Jawa timur bagian utara teridentifikasi menyambung dengan patahan Bribis di Jawa Barat. Kemungkinan melewati Jogja dan sampai ke Jakarta, namun bukti geologinya banyak tertutup endapan dan permukiman. Kedepan Jakarta akan di teliti lebih lanjut sebagai ibu kota,” kata Danny.

Jumlah korban jiwa akibat bencana alam dari tahun 1815-2016 yang tertinggi adalah dari gempa dan tsunami yakni 57 persen.

Pemerintah mengharapkan dalam hal ini kementrian PUPR agar masyarakat dan pengembang untuk peduli dengan Peta Sumber Gempa ini, dengan mematuhi segala aturan perencanaan bangunan dengan standart SNI yang sudah di tetapkan.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita