Connect with us

Lifestyle

Mesin Cuci Tanpa Listrik Teknologi Kreatif Dari Filipina

Published

on

Mesin cuci tanpa

Kilasjogja.com, LIFESTYLE – Dandy Abdulmalik Vicentino, pria asal Davao, Filipina, yang berhasil merangkai mesin cuci tanpa listrik. Dalam video yang diunggah akun Facebook Firm Faith-PH, terlihat seorang pria tengah menggerakan mesin cuci dengan cara mengayuhnya.

Sebagai bukti jika mesin cuci ini nggak pake listrik, si pembuat video pun men-shoot bagian belakang mesin, dan memang nggak ada kabel sama sekali. Dengan kata lain, untuk memutar mesin cuci ini cukup dilakukan dengan cara dikayuh kayak main sepeda.

Sejak pertama kali diposting, berbagai komentar datang dari netizen, dari mulai memberi apresiasi hingga terang-terangan ingin membeli mesin cuci tersebut. Melihat hal itu, akun Firm Faith pun menjelaskan jika mesin cuci tersebut memang untuk dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Nggak lupa si pemilik lapak pun meminta kepada netizen yang berminat untuk mengirimkan pesan pribadi kepadanya.

Video ini sendiri sudah ditonton lebih dari 1,8 juta, dan dibagikan oleh lebih dari 33 ribu netizen. Sayang Gaes, harganya nggak terungkap. Gimana nih menurut kamu, minat meminangnya?

For Sale Pedal Washing Machine

These Pedal Washing Machines are Available at Firm Faith-PH. Made by Dandy Abdulmalik Vicentino. Davao city.

Dikirim oleh Firm Faith – PH pada 7 April 2018

Jadi kalau kalian pengen hemat listrik saat mencuci baju kayaknya produk modifikasi mesin cuci ini layak kamu miliki

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lifestyle

Samsung Galaxy Note 9 VS Galaxy Note 8: Apa bedanya?

Published

on

Samsung Galaxy Note 9

Kilasjogja.com, Gadget – Samsung Galaxy Note 9 akhirnya dilucurkan pada kamis, (09/08/2018) di Barclays Center, New York, Amerika Serikat.

Perubahan pada generasi terbaru dari samsung galaxy note 9 sekilas tidak begitu banyak perubahan tapi coba lihat lebih dekat lagi ada peningkatan yang cukup signifikan pada generasi terbaru ini.

Samsung Galaxy Note 9 Menampilkan Layar Yang Lebih Besar

Walapun ini dianggap bukan sebuah trobosan yang besar, tetapi Galaxy Note 9 menampilkan layar terbesar yang pernah digunakan Samsung ke pasar massal smartphone.

  • Galaxy Note 9 – 6.4-inch, 18.5:9 aspect ratio, Super AMOLED, 1440 x 2960 pixels (516 ppi pixel density), 83.4% screen-to-body ratio, HDR10 compliant, Corning Gorilla Glass 5.
  • Galaxy Note 8 – 6.3-inch, 18.5:9 aspect ratio, Super AMOLED, 1440 x 2960 pixels (521 ppi pixel density), 83.2% screen-to-body ratio, HDR10 compliant, Corning Gorilla Glass 5.

Selain itu rasio layar ke body handphone terlihat lebih tinggi hal ini karena samsung menggunakan bezels yang lebih tipis dan kepadatan pixel yang sedikit lebih rendah karena samsung berusaha mempertahankan resolusi asli pada layar yang lebih besar. semua detail ini mungkin tidak akan bagitu diperhatikan oleh konsumen awam.

Layar samsung note 9 jauh lebih besar
Galaxy Note 9 Infinity Display

Samsung belum membahas detail tentang upgrade panel, tetapi mengharapkan tampilan lebih cerah dan lebih akurat dari pada Note 8 yang sudah luar biasa.

Pada saat digenggam mungkin antara Galaxy Note 9 dan Galaxy Note 8 akan sulit di bedakan bagi kita konsumen walaupun Galaxy Note 9 lebih berat secara spesifikasi:

  • Galaxy Note 9 – 161.9 x 76.4 x 8.8 mm (6.37 x 3.01 x 0.35 in), 201 g (7.09 oz)
  • Galaxy Note 8 – 162.5 x 74.8 x 8.6 mm (6.40 x 2.94 x 0.34 in), 195 g (6.88 oz)

Selain dari dimensi, Samsung telah menambahkan beberapa fitur baru: akhirnya ada speaker stereo dan mereka telah disetel oleh AKG dengan branding Dolby Atmos.

 

 

Galaxy Note 9 stereo speakers
Galaxy Note 9 stereo speakers

Sensor sidik jari juga diposisikan dengan lebih baik di bawah kamera belakang, sebuah langkah yang dibuat Samsung dengan Galaxy S9.

IP68 tahan air dan debu,USB-C, jack headphone 3.5mm (dilakukan dengan baik oleh Samsung) dan slot kartu microSD yang sekarang mendukung kartu hingga 512GB – naik dari 256GB pada Note 8.

Kamera Samsung Note 9 Doubles Down

Galaxy Note 9 memiliki perangkat keras yang sama dengan Galaxy S9 Plus. Ini berarti kamera belakang 12MP ganda dengan lensa aperture ganda utama yang bergeser di antara F2.4 (untuk lebih detail dalam gambar yang cukup terang) dan F1.5 (untuk cahaya rendah) sementara Note 8 hanya dengan sensor F1.7 standar . Modul sekunder tetap zoom optik 2x, meskipun Huawei telah berhasil dengan zoom optik 3x dengan P20 Pro yang mengesankan.

Galaxy Note 9 dual kamera belakang dan fingerprint scanner

Samsung mengklaim ini telah maju bahkan sejak Galaxy S9 (ada ‘Pengoptimasi Scene’ baru yang digunakan Huawei dengan hasil beragam), 

Samsung Dual Aperture camera concept
Samsung Dual Aperture camera concept

Di mana Samsung telah melangkah dari Note 8, adalah penambahan perangkat lunak pengenal wajah yang mereka sebut sebagai ‘Intelligent Scan’ Galaxy S9. Ini tidak secepat atau seakurat Face ID pada iPhone X dan ‘AR Emoji’ tetapi tetap merupakan tambahan yang berguna yang memiliki bobot yang jauh lebih kecil .

Storage Yang Besar Salah Satu Keunggulan Note 9

Samsung juga memberikan peningkatan pada bagian internal untu Note 9 yang mengacu pada Galaxy S9 untuk pasar Amerika dan Internasional:

  • Galaxy Note 9 (US) – Qualcomm Snapdragon 845 octa-core chipset (4x 2.7 GHz Kryo 385 Gold & 4×1.7 GHz Kryo 385 Silver CPUs), Adreno 630 GPU
  •  Galaxy Note 9 (Eropa dan Asia) – Exynos 9810 (4x 2.8 GHz Mongoose M3 & 4×1.7 GHz Cortex-A55 CPUs), Mali-G72 MP18 GPU

Note 8 menggunakan Qualcomm Snapdragon 835 yang 20% lebih lambat dan 30% lebih hemat daya dibandingkan 845 yang baru. Samsung juga meningkatkan RAM dari Note 8 menjadi 6GB menjadi 8GB.

Menariknya, Samsung telah menambahkan ‘Water Carbon Cooling system‘ ke Galaxy Note 9 untuk untuk mencegah panas saat anda bermain game dengan grafik tinggi.

Pendingin karbon pada galaxy note 9
Galaxy Note 9 Water Carbon Cooling system

Kapasitas Baterai Samsung Galaxy Note 9

Kita flash back beberapa tahun lalu bencana Galaxy Note 7 yang meledak, Samsung akhirnya kembali bermain dengan Galaxy Note 9 dan peningkatan ini bisa menjadi pembuat transaksi untuk banyak pembeli:

  • Galaxy Note 9 – 4000 mAh
  •  Galaxy Note 8 – 3300 mAh

Kapasitas baterai meningkat sekitar 20% dari note 8, dan Samsung mengatakan dengan kapasitas tersebut Note 9 tidak hanya bisa di gunakan untuk 1 hari penggunaan melainkan bisa berhari-hari penggunaan dalam sekali pengisian daya.

Harga Samsung Galaxy Note 9

Bicara soal harga mungkin itu adalah hal yang relatif untuk berbagai alasan, walapun pada kenyataannya Samsung mengikuti jejak pesaingnya Apple dalam bandron harga produk terbarunya ini:

  • Galaxy Note 9 – 128GB – $999  atau sekitar Rp. 14.000.000,-
  • Galaxy Note 9 – 512GB – $1,250 atau sekitar Rp. 18.000.000,-

Pemesanan awal (pre-order) Galaxy Note 9 di Indonesia dimulai pada 10 Agustus hingga 19 Agustus 2018. Pengambil unit dan penjualan perdananya akan digelar pada 23 Agustus. Dalam masa pre-order, Samsung memberikan bonus Smart TV 32 inci khusus untuk pemesan awal Galaxy Note 9 versi 128 GB dan Smart TV 40 inci untuk Galaxy Note 9 versi 512 GB. Samsung bekerja sama dengan sejumlah e-commerce di Indonesia dalam pemasaran awal Galaxy Note 9.

Pertanyaan terbesarnya adalah apakah Samsung mampu memenangkan pasar kembali dengan Samsung Galaxy Note 9? Semua tergantung anda para penikmat Gadget Indonesia.

Baca Juga:

Continue Reading

Kesehatan

Posisi Menyusui Yang Baik Bagi Sang Ibu dan Bayi

Published

on

menyusui

Posisi Menyusui Yang Benar

Kilasjogja.com, Kesehatan – Menyusui anak bukan hal yang mudah. Terlebih pada ibu yang baru pertama kali memiliki anak. Makanya, sangat disarankan untuk setiap ibu yang akan memiliki anak agar mau belajar bagaimana menyusui yang benar supaya nantinya si anak mendapatkan ASI terbaik.

Tapi, kekhawatiran akan memberikan ASI pada anak pertama itu sangatlah tinggi. Banyak ibu muda atau ibu anak pertama yang kemudian takut hingga akhirnya terjadilah masalah baru; ASI sedikit.

Ya, dijelaskan Dokter Spesialis Kesehatan Anak DR. dr. Naomi Estherina Dewanto, Sp. A (K), salah satu penyebab kenapa akhirnya muncul masalah ini adalah mindset yang keliru. “Banyak ibu muda yang belum mencoba sudah stres yang akhirnya memengaruhi produksi ASI tubuhnya,” terang dr Naomi, Senin (6/8/2018).

Dr Naomi melanjutkan, selain itu, tekanan dari suami atau mertua juga bisa menjadi penyebab lain masalah ini muncul. Tidak bisa dipungkiri, ads beberapa suami yang menilai ketika anaknya nangis terus, dia akhirnya meminta sang istri memberikan susu formula saja dibandingkan harus melihat anaknya yang tidak puas akibat ASI sang istri sedikit. Pun kasusnya terjadi pada mertua.

Kondisi semacam ini ternyata juga memengaruhi mental sang istri. “Mental istri pasti langsung jeblok kalau udah denger kalimat ini. Makanya saya menghimbau agar semua anggota keluarga mau mendukung pemberian ASI ekslusif dan jangan langsung berpasrah pada susu formula,” kata dr Naomi.

Ibu Yang Baru Pertama Kali Menyusui

Dr Naomi menegaskan bahwa untuk para ibu yang baru pertama kali menyusui, sangat wajar ketika Anda satu atau dua hari mencoba menyusui anak tapi ASI-nya tidak keluar. “Tenang, menyusui adalah sebuah proses dan jangan langsung patah semangat ketika hari-hari pertama melahirkan, payudara Anda belum menghasilkan ASI yang banyak,” tambahnya.

Di sisi lain, masalah ASI sedikit ini juga bisa disebabkan karena saat memberikan ASI pada si bayi, posisi ibu atau bayinya tidak tepat. Alhasil, produksi ASI menjadi sedikit. Tidak hanya itu, salah posisi juga bisa menyebabkan puting payudara lecet.

Nah, pada Kilasjogja, dr Naomi coba menjelaskan bagaimana posisi menyusui yang paling baik dan berikut panduannya:

  1. Usahakan untuk dagu si bayi menempel pada payudara ibu. Hal ini berkaitan dengan kesempurnaan posisi puting dengan mulut bayi.
  2.  Pastikan mulut bayi terbuka lebar. Sebab, dengan posisi seperti itu, si bayi akan sampai pada bagian areola payudara ibunya yang mana itu merupakan sumber utama ASI.
  3.  Perhatikan dengan baik bahwa posisi perut si bayi sejajar dengan perut ibu. Ini pun berkaitan dengan letak mulut si bayi pada puting.
  4.  Jika dirasa perlu, pastikan telinga di bayi sejajar dengan bahu ibu. Ini pun berkaitan dengan kenyamanan si anak saat menyusui dan memastikan si anak menempatkan mulut pada area payudara yang benar.

Dr Naomi menambahkan bahwa jangan pernah berpikiran bahwa ibu memiliki ASI sedikit. “Tidak ada istilah itu. Setiap ibu pasti bisa menyusui dan akan menghasilkan ASI yang cukup untuk anaknya. Hal-hal yang telah disebutkan yang harus diperhatikan dan akan menentukan bagaimana produksi ASI berlangsung,” papar dr Naomi.

Baca Juga:

Continue Reading

Kesehatan

TERAPI STEM CELL : Sukses Sembuhkan Penyakit Mematikan

Published

on

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti memberikan banyak manfat.

Salah satu contoh paling anyar adalah terapi stem cell atau sel punca. Pengobatan ini terbukti ampuh menyembuhkan penyakit serius seperti jantung, stroke, parkinson, diabetes serta berbagai macam kanker.

Stem cell atau sel punca sendiri sebenarnya adalah sel induk yang dalam perkembangan embrio manusia menjadi sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai organ.

Sel ini belum terspesialisasi dan mampu berdeferensiasi menjadi berbagai sel matang, sehingga memiliki kemampuan meregenerasi diri sendiri.

Terapi ini sebenarnya bertujuan untuk memperbaharui atau memperbaiki jaringan yang rusak.


Untuk melakukannya, stem cell bisa diambil dari beberapa bagian tubuh sendiri. Seperti sumsum tulang belakang, lemak, tali pusat hingga darah.

Sel punca ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu autologus (sumber stem cell dari diri sendiri), syngenic (sumber stem cell dari saudara kembar identik) dan alogenik (sumber stem cell dari saudara kandung, orang tua atau orang lain).

Terapi stem cell sendiri mulai dipublikasikan pertama di tahun 1963, ketika penelitian kedokteran di Amerika.

Saat itu disimpulkan jika darah di dalam ari-ari dan tali pusat mengandung berjuta-juta sel induk pembentuk darah, yang sejenis dengan sel induk yang ditemukan di dalam sumsum tulang yang dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Sedangkan pencangkokan darah tali pusat (umbilical cord blood) pertama kali dilakukan pada seorang anak penderita anemia fanconi di Paris pada tahun 1988 dan dinyatakan berhasil.

Di Indonesia sendiri, terapi stem cell sudah dilaksanakan pada penderita penyakit jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta tahun 2007.

Sutradara Iqbal Rais yang divonis kanker darah pada tahun 2011, menjadi pasien pertama yang melakukan terapi stem cell yang diambil dari sumsum tulang belakang di RSUD DR Soetomo Surabaya tahun 2013.

Sayang nyawanya tak tertolong karena terserang kanker ganas dan leukimia akut.

Kontroversi

Sejauh ini, penggunaan terapi stem cell masih menimbulkan kontroversi dan mendapat larangan di beberapa negara.

Negara Amerika Serikat misalnya, mereka melarang pendanaan penelitian stem cell yang menggunakan sel induk berasal dari embrio manusia.

Namun, di beberapa negara seperti Singapura, Korea, dan India, penggunaan stem cell embrio manusia untuk kedokteran justru diperbolehkan.

Di Kanada membolehkan penggunaan embrio sisa bayi tabung untuk penelitian sel induk.

Pemerintah Singapura bahkan berani menanamkan modal dalam upaya penelitian sel induk yang berasal dari embrio manusia. Negara ini bahkan mendidirikan bank penyimpanan darah tali pusat.

Pengkloningan embrio manusia untuk memperoleh sel induk atau sel punca menimbulkan kontroversi.

Sebabnya karena dianggap lantaran berhubungan dengan pengkloningan manusia atau pengkloningan reproduksi yang ditentang semua agama.

Dalam proses pemanenan sel induk dari embrio terjadi kerusakan pada embrio yang bisa menyebabkan kematian.

Pandangan bahwa embrio mempunyai status moral sama dengan manusia menyebabkan hal ini sulit diterima.

Karena itu pembuatan embrio untuk tujuan penelitian merupakan hal yang tidak dapat diterima banyak pihak.

 

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita