Connect with us

News

KPK Lawan Praperadilan Setya Novanto!

Published

on

Setya Novanto

Kilasjogja.com, NASIONAL – Pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov), Agus Trianto dalam sidang praperadilan menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak punya dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim tunggal Cepi Iskandar menggelar sidang perdana praperadilan Setya Novanto dengan agenda pembacaan permohonan dari pihak pemohon.

Agus Trianto, pengacara Setya Novanto sebagai pemohon menganggap KPK tidak punya dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Ia sampaikan demikian, karens bukti yang dimiliki KPK, seluruhnya berasal dari perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terpidana dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Jadi, dalam hal ini termohon (KPK) hanya pinjam alat bukti perkara pidana orang lain atas nama Irman dan Sugiharto sehingga cacat hukum.

Setya Novanto baru menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka

“Dan secara yuridis alat bukti tidak bisa dipakai untuk perkara lain,” terangnya.

Kondisi menunjukkan bahwa KPK terlebih dahulu menetapkan tersangka sebelum memulai penyidikan.

Padahal, dalam undang-undang, proses penetapan tersangka harus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi di tingkat penyidikan.

Sedang pencarian alat bukti dilakukan untuk membuat terang suatu perkara dan melihat siapa yang berpotensi menjadi tersangka.

“Namun, KPK langsung menetapkan tersangka dan tidak pernah ada pemeriksaan pemohon sebagai calon tersangka. Ini tidak sesuai dengan SOP (prosedur operasional standar) baku kegiatan penyidikan dan KUHAP,” jelasnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meyakini bahwa KPK dapat menjawab semua argumentasi-argumantesi yang disebutkan dalam permohonan praperadilan yang diajukan Setya Novanto.

“Tim KPK datang seperti yang kami sampaikan, pasti akan kami hadapi praperadilan dan kami yakin bisa menjawab semua argumentasi tersebut,” ungkapnya.

Febri mengatakan, beberapa hal yang disampaikan tim kuasa Hukum Setya Novanto sebenarnya sudah sering diputuskan pada sidang praperadilan lainnya ataupun penegasan di putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Misalnya, terkait dengan keabsahan penyidik KPK. KPK bisa mengangkat penyidik sendiri di luar kepolisian dan kejaksaan. Kedua terkait dengan kerugian keuangan negara.

Untuk kerugian, menurut Febri, sudah ada putusan MK yang menegaskan bahwa perhitungan kerugian keuangan negara tidak hanya dari satu institusi saja di mana KPK bisa bekerja sama dengan BPK.

“Bahkan perhitungan itu juga bisa dilakukan dengan melibatkan ahli atau melibatkan auditor atau pihak lain yang tentu saja relevan dan juga penting,” ujarnya.

 

Saat ini, Setya Novanto dirawat di RS Premier Jatinegara Jakarta Timur setelah sebelumnya dirawat di RS Siloam Semanggi Jakarta Selatan.

Ketua Umum Partai golkar ini disebut masuk ruang Angiogragi untuk dilakukan tindakan katerisasi yang direkomendasikan pasca pemeriksaan MSCT (multi-slice computed tomography) atau “calcium score” karena sebelumnya sudah ditemukan juga adanya plak di jantung.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.