Connect with us

News

Korut Luncurkan Rudal, Warga Hokkaido Mengungsi

Published

on

rudal

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL –  Ribuan warga Hokkaido terpaksa mengungsi ke selter bawah tanah menyusul peluncuran rudal ke wilayah Jepang oleh militer Korea Utara.

Aksi pemimpin Korut Kim Jong-Un ini spontan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Di New York, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa menggelar sidang darurat untuk membahas tanggapan yang akan dilakukan PBB terhadap Korut.

Para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam aksi yang dilakukan oleh Pyongyang.

PM Abe menyebut serangan misil Korut itu merupakan aksi tak terduga yang dilakukan oleh Pyongyang. Kementerian Pertahanan Jepang menyebut rudal yang diluncurkan Korut tersebut berpotensi dibebani hululedak nuklir.

Korut meluncurkan rudal ke arah timur sebelum pukul 06.00 waktu Hokkaido. Menurut analisa sementara, rudal berjangkauan 2.700 kilometer tersebut berjenis Hwasong-12. Rudal tersebut mampu mencapai ketinggian maksimum 550 kilometer.

Menurut analisa Tokyo, rudal yang diluncurkan kemarin jatuh ke Laut Pasifik Utara yang berjarak 1.180 kilometer dari pantai Jepang. Rudal tersebut pecah menjadi tiga bagian.

Pemerintah Jepang tidak berupaya menjatuhkan misil tersebut saat melintas di laut. Jepang hanya meminta warganya untuk mengungsi ke selter bawah tanah.

Serangan rudal itu terjadi di saat tentara AS dan Jepang sedang menggelar latihan militer di Hokkaido.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memerintahkan pasukannya untuk bersiaga menghadapi serangan Korut.

Begitu rudal diluncurkan, Korsel langsung mengerahkan empat jet tempurnya untuk latihan mengebom.
PM Abe dan Presiden Trump sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Korut.

AS dan Korsel menggelar latihan militer gabungan setiap Agustus. Korut menganggap latihan militer tahunan tersebut sebagai tindakan provokatif yang dilakukan Tokyo dan Washington.

Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan keamanan nasional negaranya terancam. Menteri Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menyebut peluncuran rudal itu melanggar sanksi PBB.

Menlu Australia Julie Bishop menyebut peluncuran rudal Korut itu provokatif. Selain itu juga berbahaya dan mengganggu stabilitas kawasan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.