Connect with us

News

Klitih Depan SMP Negeri 3 Banguntapan Dihajar Warga

Published

on

Klitih

Kilasjogja.com, BANGUNTAPAN– Aksi klitih kembali terjadi di depan SMP Negeri 3 Banguntapan Bantul. Pelaku adalah siswa SMA swasta di Bantul dan Yogyakarta berinisial Gl (18) warga Jati Sriharjo dan Yn (17) warga Miri Sriharjo Imogiri.

Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno SH didampingi Panit 1 Reskrim Polsek Banguntapan Bantul, Aiptu Agus Rudationo SH mengatakan, peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepada penyidik Gl mengaku hanya dimintai tolong seorang perempuan berinisial Ds untuk menyerang korban.

Dengan bekal nomor handphone dari perempuan tersebut. Gl dan Yn langsung menantang korban dan bertemu di depan SMP N 3 Negeri Banguntapan Bantul.

Setelah melihat sasarannya, dari barat Yn sebagai joki memacu motornya untuk mendektati korban.

Setelah korban mendekat, tanpa banyak bicara Gl menghunus clurit dari balik bajunya dan ditebaskan ke korban.

“Tebasan clurit mengenai helm bagian dan motor korban,” terangnya.

Setelah itu pelaku berusaha terus menyerang hingga terjadi senggolan motor. Kendaraan korban dan pelaku ambruk diaspal. Merasa jiwanya terancam korban minta tolong dan massa langsung memburu pelaku yang kabur masuk ke area persawahan.

Jumlah massa yang terus bertambah dengan mudah meringkus Gl dan Yn dan langsung mengahajar hingga tidak berdaya. Tidak hanya itu, massa lainnya membakar motor Honda Vario milik pelaku.

Amarah massa akhirnya reda setelah dua remaja tersebut diamankan anggota Polsek Banguntapan. “Kami bersyukur ada anggota kami disana, jika tidak pasti dua tersangka itu sudah dibakar. Warga sudah resah dengan ulah mereka,” jelasnya.

Wajah Gl dan Yn  babak belur dihajar massa setelah aksinya membacok Herlambang Pratama (17) warga Maredan Berbah Sleman diketahui warga dan massa membakar motor pelaku.

Keduanya diamankan petugas Polsek Banguntapan Bantul dan dari kejadian itu polisi menyita barang bukti satu clurit.

Nardi, salah warga yang berada di dekat tempat kejadian perkara mengaku awalnya sudah curiga tehadap gerak-gerik kedua pelaku tersebut.

Rasa curiganya terjewab setelah salah satu pelaku mengeluarkan celurit. Sontak,korban berteriak dan warga yang kebetulan ada di wilayah tersebut keluar dan mengejar pelaku yang lari hingga masuk ke area persawaha.

“Mau jadi apa anak kecil sudah berani bacok pakai celurut. <I>Ndak<P> kasian sama orangtua,” kata pegawai PLN ini.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.