Connect with us

Jogja

Kementerian Pekerjaan Umum SPAM Kartamantul Selesai 2018

Published

on

Kementerian Pekerjaan Umum

Kilasjogja.com, YOGYAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menargetkan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul (Yogyakarta, Sleman dan Bantul) akan selesai pada 2018.

Sistem tersebut akan melayani kebutuhan air bersih bagi 150 ribu jiwa yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SPAM Regional terpadu seperti ini efektif untuk menyediakan sumber air baku yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa kota dan kabupaten.

“Ini merupakan salah satu upaya kami mempercepat pencapaian target akses air minum aman nasional 100 persen pada 2019 yaitu 100-0-100 yang artinya 100% akses air minum untuk masyarakat 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi di seluruh indonesia ,” ujar dia dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Kamis (5/4/2018).

Dia menjelaskan, sistem terpadu tersebut dapat mengatasi keterbatasan air baku yang tidak merata di berbagai daerah, sekaligus menghemat anggaran dalam pembangunan instalasi pengolahan air minum (IPA) dan jaringan distribusinya. Adapun sumber air baku SPAM Kartamantul berasal dari Sungai Progo.

SPAM Kartamantul direncanakan memiliki kapasitas 700 liter per detik dengan cakupan mencapai layanan sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Sleman, Empat Belas kecamatan di Kota Yogyakarta, dan tiga kecamatan di Kabupaten Bantul.

Pembangunannya dilakukan dua tahap dengan berbekal dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni APBN 2014-2015 sebesar Rp 88,7, dan APBN 2017-2018 sebanyak Rp 90,5 miliar.

Selain SPAM Kartamantul, Kementerian PUPR juga tengah membangun 8 SPAM Regional lainnya yang menjadi proyek strategis nasional (PSN), yakni di dua Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta masing-masing satu di Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Secara nasional, Kementerian PUPR melaporkan, pelayanan air minum di Indonesia hingga akhir 2016 adalah sebesar 71,14 persen, meningkat dibanding 2014 yang sebesar 68 persen.

Adapun rincian ketersediaan air minum pada 2016 itu, SPAM sudah tersalurkan sebesar 81,30 persen di wilayah perkotaan, serta 60,72 persen di pedesaan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.