Connect with us

News

Kekerasan Terhadap Muslim Rohingnya Terus Berlanjut

Published

on

Muslim Rohingnya

Kilasjogja.com – Apa alasan bikhu Wirathu sangat benci terhadap Muslim Rohingnya dan melancarkan kampanye provokatif hingga menyulut pembantaian dan kemarahan umat Budha. Dia bahkan mencetuskan sebuah gerakan anti-Islam 969.

“Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih, tetapi anda tidak bisa tidur di samping anjing gila,” terang Bikhu Wirathu seperti dikutip The New York Times.

Catatan Hitam Radikalisme Biksu Wirathu:

  • 1986, Wirathu lahir di Kyaukse, dekat Mandalay.
  • 1984, Menjadi biksu.
  • 2001, Mulai mempromosikan kampanye nasionalis kelompok “969” yang di antaranya memboikot bisnis muslim Myanmar.
  • 2003, Dipenjara selama 25 tahun karena menghasut kebencian agama. Saat itu, Wirathu membagikan selebaran anti-muslim yang menyebabkan 10 muslim dibunuh di Kyaukse.
  • 2010, Dibebaskan karena amnesti hukuman politik
  • Juni 2012, Kekerasan pecah antara muslim Rohingya etnis Rakhine dengan umat Budha di negara bagian Rakhine.
  • September 2012, Wirathu memimpin kampanye para biksu mendukung usulan Presiden Thein Sein untuk mengirim Rohingya ke negara ketiga.
  • Oktober 2012, Kekerasan lebih besar pecah di Rakhine.
  • Maret 2013, Terjadi pertempuran antaragama di Meiktila yang menewaskan 40 orang dan memaksa 13.000 orang mengungsi. Saat itu, stiker dan plakat kelompok 969 didistribusikan ke seluruh Myanmar.

Wirathu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay, dikomplek yang megah dan luas itu Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengarus atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis kekuatannya  itulah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”.

Kekerasan terus berlanjut hingga Sabtu (26/08) setelah para pejuang Rohingya menyerang sekitar 30 kantor polisi pada Jumat sehari sebelumnya. Penduduk sipil Muslim Rohingnya mengungsi dengan melintasi perbatasan ke Bangladesh namun penjaga perbatasan mengusir sebagian dari mereka kembali ke wilayah Myanmar.

Hingga hari Rabu, sekitar 18.500 orang Rohingya – kebanyakan perempuan dan anak-anak – telah menyeberang masuk Bangladesh sejak serangan tersebut, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi, IOM.

Paus Fransiskus di Vatikan, menyerukan agar kekerasan atas warga Rohingya dihentikan. “Berita buruk bagi kita semua penganiayaan agama minoritas terus berlanjut, saudara-saudara kita Rohingya,” tulis Paus dalam pernyataannya.

Ribuan orang meninggalkan rumahnya di negara bagian Rakhine, Myanmar, karena memburuknya keadaan dalam dua hari belakangan ini.

Badan hak asasi manusia PBB, dalam sebuah laporannya mengatakan ‘kekejian tak terperi’ telah terjadi di sana. PBB sekarang melakukan suatu penyelidikan resmi, walaupun pihak militer menyangkal telah melakukan tindakan-tindkan yang dituduhkan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.