Connect with us

News

Kamis, Halimah Yacob Dilantik

Published

on

Halimah Yacob

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Presiden terpilih Singapura, Halimah Yacob akan dilantik secara resmi menjadi Presiden pada Kamis (14/9).  

Presiden wanita pertama Singapura untuk enam tahun ke depan akan diambil sumpahnya pada inaugurasi yang akan digelar di Istana Negara.

 Dengan sistem parlementer Westminster, Singapura memiliki seorang Presiden sebagai kepala negara dan seorang Perdana Menteri (PM) sebagai kepala pemerintahan.

Peran seorang Presiden Singapura kebanyakan hanyalah seremonial. Sedangkan seorang PM Singapura memiliki tugas memimpin jalannya pemerintahan di negeri Singa itu. Jabatan PM Singapura dipegang oleh Lee Hsien Loong sejak tahun 2004

Halimah  resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong. Dia mencatatkan diri sebagai Presiden dari komunitas Melayu pertama dalam 47 tahun terakhir, setelah Yusof Ishak yang menjabat Presiden Singapura tahun 1965-1970.

“Ini menunjukkan bahwa multirasialisme bukan hanya slogan belaka, atau sekadar hal yang bagus untuk dikatakan atau didengar. Itu berarti multirasialisme sungguh-sungguh dipraktikkan dalam masyarakat kita, bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk mencapai jabatan tertinggi di negara ini,” terangnya.

Pilpres Singapura tahun ini ditetapkan secara khusus bagi komunitas Melayu, artinya hanya anggota komunitas itu yang bisa mencalonkan diri.

Dari lima kandidat capres yang mendaftar, hanya Halimah yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan empat calon lainnya gugur.

 

Tanpa adanya pesaing lain bagi Halimah, maka tidak ada pemungutan suara di Singapura yang tadinya direncanakan digelar pada 23 September mendatang.

Dengan demikian, Halimah mencatatkan diri sebagai Presiden Singapura terpilih tanpa pemungutan suara.

“Setiap wanita bisa bercita-cita memegang jabatan tertinggi di negara ini jika Anda memiliki keberanian, tekad dan kemauan bekerja keras,” terang Halimah Yacob di depan kerumunan pendukung yang bersorak-sorai.

Halimah mulai terjun ke dunia politik tahun 2001, saat terpilih sebagai anggota parlemen untuk Konstituensi Perwakilan Jurong Group (GRC).

Pada pemilu 2015, Halimah adalah satu-satunya calon minoritas untuk PAP. Perempuan ini dikenal aktif berkampanye melawan kelompok Islam radikal. Dia kerap mengecam kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Saya tahu beberapa orang memiliki keraguan soal pilpres khusus. Tapi saya berniat untuk mengabdi bagi semuanya tanpa keragu-raguan,” tegas Halimah.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.