Connect with us

Nasional

Iman Ariyadi Bergelar Cumlaude

Published

on

Iman Aryadi

Kilasjogja.com, NASIONAL – Catatan pendidikan Iman Ariyadi, Wali kota Cilegon yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup mentereng.

Pria kelahiran Banten, 10 Juli 1974 ini diketahui meraih gelar sarjana Komunikasi di perguruan tinggi IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah.

TB Imam Aryadi melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Trisakti dan lulus tahun 2001. Pria yang menjabat wali kota Cilegon di usia 39 tahun meneruskan pendidikan di pasca sarjana Universitas Indonesia dan lulus dengan predikat cumlaude atau dengan pujian tahun 2009.

Kini walaupun dengan kesibukannya sebagai wali kota Cilegon. Kang Iman -sapaan akrabnya- tetap melanjutkan pendidikan pada program doctor atau S3 ilmu politik di Universitas Indonesia.

 

 

Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK mengatakan bila penangkapan ini terkait dugaan korupsi dalam proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten.

Menurut informasi, Wali Kota Cilegon ditangkap bersama dengan pejabat kedinasan dan beberapa pihak swasta. Semua yang ditangkap telah dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

“Tim sudah mengamankan 10 orang di Kantor KPK,” terang Basaria.

Iman ternyata bukan kali ini saja berurusan dengan KPK. Dia pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi pembangunan dermaga trestle Kubangsari di Cilegon pada 2012.

Tersangka dalam kasus tersebut adalah mantan Wali Kota Cilegon, Aat Syafaat yang tidak lain adalah ayah kandung Iman Ariyadi.

Saat itu, KPK menetapkan Aat sebagai tersangka atas dugaan menyalahgunakan kewenangannya selaku Wali Kota Cilegon sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan pihak lain.

Aat disangka merekayasa pemenang lelang dan menggelembungkan harga pembangunan dermaga sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 11,5 miliar. Pemenang tender proyek ini adalah PT Galih Medan Perkasa (GMP).

Kasus dugaan korupsi ini terjadi ketika pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyetujui nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Steel terkait tukar guling lahan untuk pembangunan pabrik Krakatau Posco dan dermaga Kota Cilegon.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Banten, menjatuhkan vonis kepada Aat 3 tahun 6 bulan penjara pada Maret 2013.

Iman menjadi Wali Kota Cilegon sejak 2010. Saat itu, pasangan Iman-Edi Ariadi mengalahkan empat pasangan calon lain dalam Pilkada Mei 2010. Kemudian, pada Pilkada 2015, pasangan tersebut kembali menang.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.