Connect with us

Travel

Heboh, Kebun Bunga Matahari

Published

on

Kebun Bunga Matahari

Kilasjogja.com, TRAVEL – Dusun Tegalsari, Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul mendadak jadi perbincangan karena munculnya kebun bunga matahari di kawasan lahan pasir Pantai Samas.

Munculnya ribuan bunga Matahari di kawasan lahan pasir Pantai Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden Bantul menjadikan wilayah itu mendadak ramai dikunjungi orang.

Kondisi sudah pasti mendatangkan berkah bagi warga setempat dan yang pasti pemilik lahan.

Tanaman bunga tersebut pada awalnya sekadar melindungi komoditas cabai dari kencangnya angin Pantai Samas. Namun kini bunga warna kuning itu justru menjadi daya tarik bagi ratusan warga untuk berswafoto.

Etik Purwanti, pengolah lahan menjelaskan awal mula munculnya bunga Matahari yang kini jadi primadona itu.

Ketika ditanam empat bulan lalu, tujuan utamanya bukan untuuk dibudidayakan atau tempat berswafoto.

Etik Purwanti menjelaskan bunga Matahari mulai ditanam sejak bulan Juni. Dia menanam bunga bernama Latin Helianthus Annuus L bersama anak pertamanya yang bernama Retama Dimas. Awalnya bunga matahari ini difungsikan untuk penahan angin.

Etik dan Retama Dimas pun mulai menanam bibit bunga matahari di sekeliling lahan tanaman cabai berukuran 1.000 meter persegi. Sang ayah, Rujiyanto yang bertugas menyemprotkan pupuk ke bunga matahari dan cabai-cabai yang ditanam. Ketika bunga matahari mulai tumbuh dan membesar, tanaman cabai di lahan miliki Etik jarang ada yang berguguran.

“Angin di Pantai Samas ini kencang, jadi untuk melindungi cabai pakai bunga matahari. Kebetulan saya juga suka,” terangnya.

Selain bunga Matahari, di pematang lahan pasir itu juga ditanami jenis tanaman Kenikir. Etik pun sama sekali tidak menyangka jika apa yang dilakukan empat bulan lalu kini memberikan berkah bagi warga setempat. Kini ia setiap hari harus berjaga untuk melayani ratusan pengunjung.

Dirinya merasa khawatir jika tidak diawasi, pengunjung akan merusak tanaman cabainya. Meski melakukan pengawasan, namun Etik hanya memberikan imbauan kepada pengunjung agar hati-hati dan menginjak tanaman cabainya.

Bahkan kini untuk masuk ke lahan pasir dengan ribuan bunga Matahari itu, setiap pengunjung dikenai tarif sebesar Rp 5.000 perorang.

Meski begitu tidak lantas tarif itu berlaku untuk semua. Ketika ada pelajar atau masyarakat sekitar, tidak dikenakan tarif, namun dibairkan masuk secara cuma-cuma.

Dijelaskan, untuk hari biasa, dalam sehari Etik mampu meraup uang sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Sebaliknya, jika hari libur, uang yang terkumpul lebih Rp 1 juta.

“Tempatnya bagus banget buat selfie,” kata Haryani, salah satu pengunjung.

 

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Travel

Museum Gula Gondang Winangun: Objek Wisata Sejarah Pergulaan

Published

on

Kilasjogja.com, TRAVEL – Diresmikan pada hari Sabtu Kliwon 11 September 1982, Museum Gula Jawa Tengah merupakan satu-satunya objek wisata sejarah pergulaan di Indonesia. Museum yang dibangun atas prakarsa Soepardjo Roestam saat menjabat Gubernur Jawa Tengah itu berlokasi di kompleks Pabrik Gula (PG) Gondang Winangun, Klaten.

Provinsi Jawa Tengah pada zaman penjajahan Belanda hingga masa Indoensia Merdeka memiliki 53 PG. Salah satunya PG Gondang Winangun yang merupakan PG terkecil di Jawa Tengah. Pabrik ini dibangun VOC pada tahun 1860 dan mulai beroperasi tahun 1884. Kapasitas produksinya mencapai 1.500 kuintal gula pasir setiap musim giling.

Suharto, karyawan PG Gondang Winangun yang kini ditugasi menjadi pemandu wisata Museum Gula mengatakan meski pabrik gula terkecil, namun kualitas produksinya terbaik di Jawa Tengah. Penyebabnya antara lain tanah di Klaten dan sekitarnya cocok untuk ditanami tebu.

Menjadi objek wisata sejarah, Museum Gula Jawa Tengah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kepariwisataan. ‘Rest Area’ dan ‘Home Stay’ – kolam renang – kereta mini bermesin diesel untuk keliling kawasan pabrik seluas 5 Hektare.

MUSEUM Gula terbagi dalam dua objek, di dalam dan luar ruang. Dalam ruang berisi beragam alat bercocok tanam tebu, peralatan perkantoran serta foto-foto proses produksi gula pasir. Sedang luar ruang mengetengahkan mesin penggiling tebu, lokomotif lori pengangkut tebu dari kebun ke pabrik, serta mesin pembangkit listrik.

Salah satu objek yang berada di dalam ruang menginformasikan tentang sejarah gula. Disebutkan, tanaman tebu ditemukan pertama kali pada tahun 510 SM di India yang saat itu dikuasai oleh Raja Darius. Penemuan batang tanaman berasa manis itu sangat dirahasiakan. Pada abad VII M ketika Persia berada dalam penguasaan bangsa Arab, ditemukan cara pengolahan tanaman tebu menjadi gula.

Setelah Perang Salib, orang-orang Eropa mulai mengetahui rahasia tanaman gula yang waktu itu masih menjadi barang mewah sehingga dinamai ‘Emas Putih’. Di Inggris pada tahun 1319 gula pasir mulai memasuki pasar Eropa termasuk Inggris, dengan harga dua shilling/pound di London.

 

Dengan tingkat permintaan yang tinggi di Eropa, bangsa-bangsa Eropa mulai melirik ke dunia Timur sebagai lahan potensial tanaman tebu. Termasuk bangsa Belanda, melalui perseketuan dagangnya bernama VOC menanam tebu secara besar-besaran sekaligus membangun pabrik-pabrik gula di Pulau Jawa.

Hingga menjelang Perang Dunia II, pabrik-pabrik gula di Pulau Jawa menjadi produsen sekaligus eksportir gula terbesar di dunia. Museum Gula berikut fasilitas wisata penunjangnya bukan hanya dikunjungi wisatawan Nusantara. Namun juga wisatawan mancanegara, terutama dari Negeri Belanda. Di antara warga negara Belanda yang menjadi pengunjung tetap adalah anak keturunan de Meyer yang ditengarai menjadi direktur pertama PG Gondang Winangun.

Baca Juga:

Continue Reading

Travel

Penginapan Murah dan Ngehits Di Jogja Instagenik Ala Milenial

Published

on

Penginapan Murah

Kilasjogja.com, TRAVEL – Saat ini semakin banyak penginapan murah yang instagenik di yogyakarta, sebagai destinasi wisata favorite tentunya jogja harus memberikan kenyamanan kepada para pengungjung dengan berbagai tema liburan yang bisa didapatkan disini. demi memberikan hal tersebut beberapa hotel dibawah ini menawarkan design hotel yang unik dan menarik sekaligus bisa di pergunakan bagi kita yang ingin selfi untuk update instagram dengan latar belakang atau background keren dari hotel-hotel ini.

Rumah Paris Bed & Breakfast Hotel

Rumah Paris Bed

Penginapan Murah Jogja Rumah Paris Bed

Dibuka pada 2014, keunikan penginapan ini langsung melejit dengan beberapa kali dijadikan tempat syuting film atau video klip musik. Perabotan vintage dan rumah bergaya Eropa sangat mencolok di lingkungannya. Sayangnya, untuk menginap harus reservasi sejak awal jika tak ingin gigit jari kehabisan kamar.

Penginapan Murah Lokal Hotel Jogja

Lokal Hotel Jogja Murah

Lokal Hotel Jogja Murah

Dinding batu bata yang diekspose dengan warna – warni cerah tampak sedap dipandang. Selain itu, ada corak batik kawung menghias lantainya. Bisa dibilang, setiap jengkal Lokal Hotel sangat camera-friendly.

Greenhost Hotel Prawirotaman

Greenhost Hotel Murah

Greenhost Hotel Prawirotaman

Sesuai namanya, penginapan ini mengusung konsep ramah lingkungan. Tanaman sayur hidroponik dan organik dibudidayakan sendiri di tiap sudut. Elemen eco-friendly terwakili dari perabot kayu, pepohonan dan taman dekat kolam.

Adhistana Hotel

Adhistana Hotel

Adhistana Hotel Jogja Murah dan Nyaman

Hanya 5 menit berjalan dari Malioboro, tak kalah otentik adalah Adhistana Hotel. Di sini terdapat sebuah dinding yang dipenuhi jendela – jendela kayu antik berwarna – warni. Cocok untuk latar foto OOTD di Instagram.

The Edelweiss Hotel Yogyakarta

The Edelweiss Hotel Yogyakarta

The Edelweiss Hotel Yogyakarta

Menawarkan panorama indah Gunung Merapi dari balik jendela kamar. Membuka mata di pagi hari, selain kesejukan udara, kamu akan merasakan kecantikan kota Yogyakarta dari rooftop pool.

Grand Palace Hotel Yogyakarta

Grand Palace Hotel Yogyakarta

Grand Palace Hotel Yogyakarta

Desain arsitekturnya mirip dengan istana kaisar Romawi dan pilar – pilar menjulang serta patung di area taman. Tak akan ada yang menyangka, foto liburanmu di Yogyakarta berasa liburan ke Eropa saat menginap di Grand Palace Hotel yang megah dan mewah. Kamarnya cukup luas, jadi sangat ideal untuk mengajak liburan keluarga.

 

Baca Juga:

Continue Reading

Travel

Daya Tarik Eksotis Pulau Misool Surga di Raja Ampat

Published

on

Kilasjogja.com, TRAVEL – Raja Ampat memiliki daya tarik yang eksotis salah satunya Pulau Misool, bahkan dengan biayanya yang cukup tinggi dan lamanya perjalanan akan setimpal dengan apa yang bakal kamu dapetin di sana. Sekitar 85 persen luas wilayah Raja Ampat yang ada di sebelah barat “Kepala Burung” Kepulauan Papua ini terdiri dari kepulauan dengan jumlah terumbu karang tertinggi di dunia. Raja Ampat mempunyai lebih dari 1427 spesies ikan karang yang menobatkan tempat ini sebagai tempat dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia, bahkan melebihi Great Barrier Reef yang ada di Australia.

Pulau Misool Surga Kecil Di Raja Ampat

Pulau Misool Surga Kecil Di Raja Ampat

Misool adalah salah satu surga kecil yang ada di Raja Ampat. Dengan keindahan eksotisnya yang menakjubkan, kamu akan melihat hamparan laut yang berwarna hijau dan juga biru toska yang super jernih. Kamu bisa menangkap indahnya tempat ini dari ketinggian jika kamu mempunyai drone.

Namun sayang, keindahan Raja Ampat ini belum berhasil menarik banyak perhatian turis asing karena Indonesia masih belum menonjolkan sector pariwisatanya secara total. Meskipun jumlah turis kian meningkat setiap tahunnya, Indonesia tetap jauh berada di bawah posisi pariwisata yang dimiliki oleh Malaysia.

Keindahan Misool Harus Masuk Daftar Liburan mu

Keindahan Misool Harus Masuk Daftar Liburan,

Untuk bisa ke tempat ini, kamu harus menuju ke Sorong. Jangan lupa memilih tur yang tepat biar kamu bisa puas menjelajahi Raja Ampat dalam beberapa hari liburanmu. Usahakan kamu udah booking paket tour Raja Ampat terlebih dahulu dari tempat asalmu.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita