Connect with us

Jogja

Hari Ini, Pasar Malam Sekaten Dibuka

Published

on

Sekaten

Kilasjogja.com, JOGJA – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 dibuka. Sebelum dibuka, diadakan acara Wilujengan ‘Pasang Pathok’ di Kantor Kecamatan Kraton Yogyakarta.

Jika dahulu pasang pathok, betul-betul menancapkan pathok, kini berganti dengan tumpengan dan doa bersama.

“Inti acara wilujengan adalah memohon doa supaya PMPS berjalan baik dan lancar,” terang Maryustion Tonang, Koordinator PMPS 2017 yang juga Kepala Disperindag Kota Yogyakarta.

Menurut Tion, tema yang diangkat tahun ini ‘Harmoni Ekonomi, Budaya dan Religi’, dengan maksud agar terjadi keselarasan dan keterpaduan keistimewaan Yogyakarta di bidang ekonomi, budaya dan keagamaan.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang memotong tumpeng menandai wilujengan PMPS mengatakan, karena bertepatan dengan tahun Dal, PMPS tahun ini diharapkan lebih meriah dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini

. PMPS juga diarahkan sebagai wahana branding Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata kuliner, penghasil kerajinan dan memperkuat ekonomi kreatif.

“Harapannya lewat PMPS ini ekonomi di Kota Yogya lebih bergairah dan tumbuh,” katanya.

Melalui stan-stan milik pemerintah, pihaknya mewadahi potensi ekonomi yang dimiliki warga (kampung-kampung) untuk dipromosikan di arena PMPS.

Peserta yang merupakan perwakilan tiap-tiap kecamatan di Kota Yogya tidak dipungut biaya selama sekaten.

“Kita terus upayakan terutama pasar malamnya agar kekinian dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Protokoler Setda Kota Yogyakarta Mugi Suyatno mengatakan, Tahun Dal terjadi setiap 8 tahun sekali, sehingga perayaan Maulid bertepatan tahun Dal dibuat lebih besar.

Perbedaan dengan Maulid selain tahun Dal yakni usai pembacaan risalah nabi, Ngarsa Dalem (Sultan HB X) melakukan tradisi ‘Jejak Bata’ atau meruntuhkan batu bata yang telah ditata di Kompleks Masjid Gede Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Ini mengandung maksud meruntuhkan kejahiliyahan, dari masyarakat yang tidak tahu menjadi berilmu dan lebih beradab,” ujarnya.

Perbedaan lainnya adalah jumlah gunungan. Pada tahun-tahun biasa hanya berjumlah 7 gunungan, namun di tahun Dal ditambah 2 menjadi 9 gunungan.

Keunikan lainnya, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi sekaten di tahun Dal akan meningkat dibanding tahun biasa.

“Masyarakat DIY dan Jawa Tengah bagian selatan pasti ‘niteni’ tahun Dal ini, mereka akan berbondong-bondong ke sekaten,” pungkasnya.

Sementara untuk rangkaian PMPS, tetap tidak berbeda dengan agenda sebelumnya.

Kali ini digelar selama 20 hari pada 10-30 November 2017. Penataan stan juga tidak mengalami perubahan. Hanya, sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan PMPS akan dikemas secara unik.

Seperti beberapa perlombaan bertemakan klangenan yang akan digelar di posko pusat informasi.

Wakil Ketua Panitia PMPS 2017, Sri Harnani, menjelaskan Alun-alun Utara sebagai lokasi Sekaten akan dibagi dalam empat zona, masing-masing A, B, C dan D. Zona A, B, dan C merupakan kawasan ekonomi sehingga disewakan untuk umum, sedangkan zona D khusus pemerintahan.

Total stan di zona kawasan ekonomi tersebut mencapai sekitar 217 stan. Tingkat keterisiannya pun sudah mencapai 90 persen.

Tarif sewa bervariasi ditentukan luasan stan serta lokasi, namun diatur melalui peraturan walikota (perwal).

“Tahun lalu, pendapatan yang disetor ke kas daerah mencapai Rp 1 miliar. Tahun ini kami prediksi juga tidak berubah karena tarifnya masih sama,” imbuhnya.

Selain itu, persebaran stan di kawasan ekonomi juga tidak dibedakan jenis isiannya. Sehingga di setiap zona, kecuali zona D, terdapat arena permainan, kuliner serta usaha perdagangan.

Sedangkan khusus zona D akan diisi dengan anjungan pemerintah, panggung kesenian serta stan UMKM yang berisi 14 ruang bagi perwakilan di tiap kecamatan.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Jogja

Kerugian Pasca Siklon Cempaka Rp 200 Miliar

Published

on

Kerugian Pasca Siklon Cempaka

Kilasjogja.com, JOGJA – Kerugian pasca bencana siklon tropis cempaka di sejumlah daerah di DIY telah mengakibatkan kerusakan bangunan dan infrastruktur.

Berdasarkan data yang masuk ke Pemda DIY, total kerugian sebagai dampak dari adanya banjir dan tanah longsor di DIY mencapai Rp 200 miliar.

“Setelah kami lakukan pendataan dengan melibatkan kabupaten/kota total kerugian sebagai dampak dari adanya badai cempaka di DIY mencapai Rp 200 miliar. Selain rumah penduduk dan sekolah, sejumlah infrastruktur seperti jalan, talud dan jembatan juga mengalami kerusakan cukup serius,” terang Gatot Saptadi, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY.

Gatot mengatakan, banyaknya kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum harus segera ditanggani.

Untuk itu pihaknya sudah memerintahkan kepada kabupaten/kota maupun pihak terkait, supaya kerusakan tersebut untuk dipilah.

Tindakan itu dilakukan untuk mengetahui mana yang harus segera dikerjakan segera dan mana yang harus melewati proses rekontruksi.

Untuk proses rekonstruksi membutuhkan waktu dan alokasi anggaran yang tidak sedikit.

“Pembangunan infrastruktur yang rusak itu butuh waktu dan perencanaan yang cermat. Jadi tidak bisa langsung dibangun karena membutuhkan proses,” jelasnya.

Kerusakan akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di DIY jumlahnya cukup besar.

Melihat kondisi tersebut dan keterbatasan anggaran yang dimiliki, Pemda DIY telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Dengan adanya komunikasi tersebut diharapkan penangganan kerusakan di daerah bencana bisa dilakukan secara cepat dan terarah.

Sementara itu, Penjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Kridho Suprayitno menjelaskan perhitungan sementara kerusakan dan kerugian akibat dampak Siklon Tropis Cempaka yaitu Kota Yogyakarta sebesar Rp 13,945 miliar, Bantul sebesar Rp 102,513 miliar, Kulonprogo sebesar Rp 1,5 miliar, Sleman sebesar Rp 13,240 miliar dan Gunungkidul Rp 43,844 miliar.

Kerugian material tersebut terutama kerusakan infrastruktur khususnya paling parah di Bantul dan Gunungkidul.

” Untuk penanganan darurat ini, kami mengunakan dana APBD Kabupaten/kota dan Provinsi. Kami juga menggunakan skema Dana Siap Pakai (DSP) darurat BNPB,” ungkapnya.

Selama tahapan recovery dan transisi tetap dikucurkan dana DSP hibah BNPB maupun dari APBD kabupaten/kota dan provinsi tentunya.

Khusus penggunaan
Bantuan Tak Terduga (BTT) diharapkan agar kabupaten/kota se-DIY mengoptimalkan sampai akhir Desember 2017 ini.

” BTT yang ada saat ini baru dari Pemda DIY sebesar Rp 14,7 miliar. Mengingatkan kondisi tanggap darurat di DIY dinyatakan sampai 14 Desember 2017, maka skema pra perbaikan kedarutan untuk pemulihan kembali nantinya,” ujarnya.

Kucuran BTT hanya memungkinkan dipergunakan untuk penanganan kedaruratan atau sementara.

Penanganan kedaruratan ini difokuskan bagi yang berhubungan dengan pelayanan bagi masyarakat umum.

Sedangkan untuk perbaikan atau pembangunan infrastruktur yang rusak parah seperti jembatan, jalan, sekolah dan sebagainya baru dilakukan tahun 2018 untuk jangka menengah dan panjangnya.

” Anggaran BTT yang ada sangat terbatas baik dari sisi jumlah maupun waktu sehingga khusus penanganan kedaruratan prioritas. Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang baru bisa dimungkinkan tahun 2018 baik optimalisasi APBD maupun APBN nantinya, ” katanya.

Continue Reading

Jogja

Mutasi Kapolres Sleman dan Gunungkidul

Published

on

Kapolres

Kilasjogja.com- JOGJA, Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri melakukan mutasi jabatan di lingkungan POLDA DIY dengan harapan memberikan kinerja yang lebih baik kepada masyarakat.

Mutasi jabatan merupakan hal wajar sebagai bagian dari proses manajemen pembinaan karier sumber daya manusia.

“Pejabat baru saya harap bisa memberikan kinerja yang lebih bagus dan semangat menjalankan tugasnya,” terangnya.

Beberapa pejabat yang mengalami pergantian antara lain Kapolres Sleman yang semula dijabat AKBP Burkan Rudy S digantikan oleh AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim SH, SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Muda Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri.

Kapolres Sleman, Kapolres Gunungkidul juga mengalami pergantian. Kapolres Gunungkidul yang dulunya dijabat AKBP Muhammad Arif Sugiarto SIK, MPP dimutasi pada bagian Kabag Binkar Ro SDM Polda Jabar.

Sementara penggantinya AKBP Ahmad Fuady SH, SIK, MH sebelumnya menjabat sebagai Kasat PJR Ditlantas Polda DIY.

Jabatan Karo SDM Polda DIY yang semula diisi oleh Kombes Pol H Nazirwan Adji Wibowo SIK, MSi digantikan oleh Kombes Pol Novian Pranata MSi Psi yang sebelumnya sebagai Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.

Selanjutnya Kombes Pol H Nazirwan Adji Wibowo SIK, MSi menjabat sebagai Kabaggassus Robinkar SSDM Polri.

Karo Rena Polda DIY yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Drs Tri Lulus Raharjo digantikan oleh Kombes Pol Raden Zulpahri SH yang sebelumnya menjabat Auditor Itwil III Itwasum Polri.

Kombes Pol Drs Tri Lulus Raharjo akan mengisi jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Lemtala Srena Polri

Sedangkan Kombes Pol Drs R Andria Martinus MH akan menjabat sebagai Kabagdiklat Diklat Reserse Lemdiklat Polri. Direktur Reserse Narkoba Polda DIY dijabat AKBP Wisnu Widarto.

Continue Reading

Jogja

Berita Hari Ini: Jogja Banjir Setelah Beberapa Hari Di Guyur Hujan

Published

on

Kilasjogja.com, JOGJA – Jogja banjir setelah beberapa hari di guyur hujan tanpa henti, berdasarkan pantauan dari tim Kilasjogja di lapangan beberapa tempat yang mengalami banjir secara tak terduga di laporakan dari seluruh wilayah jogja.

Berikut beberapa hasil tim reportase banjir jogja di lapangan

Tanah Longsor Delingo Bantul

Longsor Delingo Bantul

Longsor Delingo Bantul

Banjir Perempatan Jejeran Bantul

Banjir Perempatan Jejeran Bantul

Banjir Perempatan Jejeran Bantul by Kilasjogja.com

Banjir dan Jalan Terbelah Kasian Bantul Yogyakarta

Banjir Alas Bunder Gunungkidul

Pinggiran Kali Code Yogyakarta

Banjir Kali Code

Banjir Kali Code by Kilasjogja.com

bagi anda yang ingin berpergian pada saat ini di harapkan untuk menghindari sejumlah jalan tersebut di karenakan kondisi banjir yang belum surut, hindari juga beberapa jalan alternatif yang menuju gunungkidul karena terjadi longsor yang sampai berita ini di turunkan masih belum tertangani dengan baik oleh pemerintah setempat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
loading...

Headline Berita