Connect with us

Internasional

Guam Yakin Bisa Menaklukan Rudal Korut

Published

on

guam yakin bisa menaklukan rudal korut
Guam Yakin Bisa Menaklukan Rudal Korut

Kilasjogja.com, INTERNATIONAL – Guam tidak dalam situasi berbahaya atas serangan rudal dari Korea Utara (Korut). Para pejabat tersebut yakin sistem pertahanan pulau tersebut akan menetralisir rudal Pyongyang.

Penasihat Keamanan Dalam Negeri Guam, George Charfauros mengatakan, sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) akan melindungi pulau tersebut jika terjadi serangan rudal oleh negara Asia yang terisolasi. Sistem rudal tersebut berbasis permanen di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Yigo .

“Dengan sistem pertahanan rudal THAAD dan lainnya, ada 00001 kemungkinan bahwa rudal itu lolos dari lapisan sistem pertahanan tersebut,” kata Charfauros pada sebuah konferensi pers di Adelup, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (10/8/2017).

Gubernur Guam, Eddie Calvo sependapat dengan Charfauros. Ia mengatakan bahwa meskipun ada ancaman dari Pyongyang baru-baru ini namun ini bukan saatnya untuk panik.

“Ada banyak pernyataan di luar sana yang telah dibuat oleh seorang pemimpin yang sangat suka berperang, namun pada saat ini tidak ada perubahan dalam situasi keamanan di Guam ini,” katanya.

“Saya mendapat jaminan dari semua tingkatan, baik komando lokal maupun Washington, bahwa pulau ini akan dipertahankan,” tegasnya.

Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Korut dengan api dan kemarahan, kantor berita pusat Korut mengatakan bahwa seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa Pyongyang mempertimbangkan serangan rudal terhadap Guam.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Internasional

Muslim Australia Lakukan Doa Turun Hujan

Published

on

Muslim Australia Berkumpul dan Berdoa Minta Turun Hujan

Kilasjogja.com, Sydney – Muslim Australia yang berjumlah sekitar 30 ribu orang berkumpul di Sydney pada hari Selasa (22/08/2018) saat Hari Raya Idul Adha, mereka melakukan doa bersama untuk mengakhiri kekeringan terburuk dalam sejarah yang menimpa negar tersebut.

Selain sholat IED dan berdoa meminta agar diturunkan hujan, dalam acara tersebut juga diadakan penggalangan dana untuk para petani yang terkena dampak dari kemarau panjang ini.

Masjid Lakemba, Sydney Menjadi Tempat Doa Bersama Umat Muslim Australia

Acara doa bersama ini diselenggarakan oleh Asosiasi Muslim Lebanon (LMA) di Masjid Lakemba, Sydney barat. Idul Adha sebagai hari raya besar umat muslim dianggap sebagai waktu yang tepat untuk meminta kepada sang pencipta agar di turunkan hujan di negara tersebut.

“Kami merasa makna perayaan ini adalah tentang pengorbanan, bahwa kami datang bersama-sama sebagai komunitas dan berdoa kepada Tuhan agar dia dapat menurunkan hujan,” kata Ahmad Malas, seperti dilansir dari SBS news.

Ahmad Malas, direktur LMA, juga mengatakan kepada BBC bahwa suasana di acara itu “begitu positif”. Menurutnya, sholat hujan sudah sering disebut-sebut selama masa kekeringan ini.

“Sebagai satu keluarga Australia, perlu melakukan sesuatu yang kita bisa dan berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang membutuhkan,” kata Samier Dandan, presiden LMA.

“Sekarang saatnya kita bersatu dan memperpanjang tangan kita dalam persahabatan dengan mereka yang sekarang menderita,” tambahnya.

Sebagian wilayah Australia sedang berjuang dalam kondisi kekeringan ekstrem. New South Wales negara bagian yang paling padat penduduknya, dinyatakan sebagai wilayah yang terkena dampak kekeringan.

Selain itu, lebih dari separuh negara tetangga Queensland juga mengalami kekeringan. Terkadang wilayah Victoria dan Australia Selatan juga mengalami kondisi kering.

Baca Juga:

Continue Reading

Internasional

Daniel Ortega Unjuk Kekuatan

Published

on

Daniel Ortega

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Presiden Nikaragua Daniel Ortega dan istrinya, Wakil Presiden Rosario Murillo unjuk kekuatan di Managua, Kamis (19/7). Aksi tersebut dilakukan Ortega bertepatan dengan peringatan keberhasilan gerilyawan kiri menggulingkan diktator Somoza.

Ortega mengerahkan pendukung-pendukungnya untuk hadir dalam acara yang berlangsung di Managua. Ujuk kekuatan itu terjadi setelah Perserikatan Bangsa-bangsa mendesak agar krisis politik di Nikaragua segera diselesaikan.

PBB prihatin terhadap aksi represif Presiden Ortega terhadap oposisi. Sedikitnya 280 orang tewas sejak demonstran oposisi turun ke jalan mendesak Ortega lngser. Ortega bersikap represif terhadap oposisi dan pada Rabu (18/7), pendukung Ortega menyernag markas oposisi di Monimbo, Masaya.

Pasukan pro-pemerintah tersebut didukung polisi. Kepala Nicaraguan Centre for Human Rights, Vilma Nunez mengatakan serangan terhadap kantor oposisi itu menewaskan dua orang dan menyebabkan belasan orang cedera.

Sekretaris the Nicaraguan Association for Human Rights, Alvaro Leiwa mengatakan pendukung Ortega menembaki pendukung oposisi. Leiwa mengecam aksi yang disebutnya sebagai tindakan terorisme tersebut. Penyerangan terhadap markas oposisi di Monimbo berlangsung selama beberapa jam.

Aksi represif terhadap oposisi dikecam oleh pembantu Uskup Silvio Jose Baez yang mendesak Ortega menghentikan pembantaian. Baez juga meminta warga Monimbo untuk menyelamatkan diri.

Demonstran oposisi melempar mortir buatan sendiri di belakang barikade pasukan. Serangan ini dibalas dengan tembakan senapan otomatis milik pendukung Ortega. Sejumlah jurnalis yang berusaha masuk Monimbo ditembak oleh pasukan pro-Ortega.

Wapres Rosario Murillo menjelaskan bahwa pembersihan terhadap Monimbo dan Masaya penting untuk dilakukan. Murillo menuduh oposisi sebagai pelaku percobaan kudeta untuk menguglingkan pemerintahan Ortega. Aksi keras Ortega dikecam oleh aktris Bianca Jagger.

 

Baca Juga:

Continue Reading

Internasional

Pollution Pods Pengunjung Bisa Merasakan Polusi Dari Seluruh Dunia

Published

on

Polusi
Credit: Michael Pinsky, Somerset House for Earth Day (c) Peter Macdiarmid

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL –  Polusi udara bertanggung jawab atas jutaan kematian di seluruh dunia, upaya menyoroti masalah lingkungan seorang seniman di inggris Michael Pinsky membuat 5 buah kubah geodesik yang saling berhubungan yang di beri nama “Pollution Pods“.

Kubah ini di buat bersama dengan perusahaan penyaring udara Airlabs asal Denmark dan hasilnya memungkinkan orang yang masuk kedalamnya untuk menghirup kualitas udara dari ke 5 negara di dunia yaitu Bejing, Sao Paulo, London, New Delhi dan Tautra Island di Norwegia.

Michael Pinsky melakukan simulasi kondisi atmosfer masing-masing kota dengan menggunakan bahan kimia yang sangat aman, pengunjung diarakah ke dalam kubah yang dengan tingkat pencemaran udara paling kecil Tautra Norwegia dan berlanjut ke negara dengan pencemaran polusi terparah di dunia Sao Paulo di Brazil.

Melalui installasi yang berbentuk seperti rangkaian kubah ini, para pengunjung bisa dengan bebas membandingkan sensasi udara yang berbeda di berbagai kota dan merasakan kualitasnya. Selain itu pengunjung juga bisa merasakan adanya perpindahan perubahan udara dari kondisi tempat yang kering, dingin, panas, maupun lembab.

Dalam sebuah wawancara Earth Day, Pinksy mengatakan, “Saya ingin mereka mempertimbangkan bagaimana konsumsi barang-barang murah yang tumbuh di timur yang menghasilkan pasar bagi industri yang kurang peduli tentang kesejahteraan pekerja mereka atau lingkungan.”

Polusi udara adalah kenyataan yang sulit untuk dihadapi dan tidak banyak yang perduli terhadap hal ini, banyak ilmuan besar seperti – Carl Sagan, Stephen Hawking, dan banyak lainnya – telah memperingatkan tentang kerugian polusi dan dampaknya selama beberapa dekade. Sejauh ini kita mengetahuinya, bahwa polusi udara sangat mempengaruhui kehidupan cerdas di Bumi generasi selanjutnya. Jika kita tidak memiliki kesadaran diri. Kita secara sistematis meracuni satu-satunya rumah dan diri kita sendiri.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita