Connect with us

Nasional

Gempa Lombok, Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani

Published

on

Gempa Lombok

Kilasjogja.com, NASIONAL – Gempa Lombok terjadi tepatnya tanggal 29 Juli 2018, pukul 05.47 WIB, mendadak heboh lantaran gempa bumi dengan kekuatan sebesar 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya. Ribuan rumah dan bangunan rusak dan ribuan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu para pendaki pun harus ekstra sabar dan mencari jalan lain untuk menyelamatkan diri dikala bumi Lombok mulai tak bersahabat seperti biasanya. Berikut beberapa fakta baru, terkait gempa bumi di Lombok.

Sederet Fakta Baru Ini Muncul di Gempa Lombok

1. 16 Orang Dilaporkan Telah Meninggal Dunia

16 orang di laporkan telah meninggal dunia gempa lombok
Foto Seorang Ibu dan Anak Pasca Gempa Lombok

Hingga berita ini ditulis , menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa 6,4 SR di pulau Lombok pada Minggu pukul 06.47 WITA.

Untuk korban luka-luka, BPBD membagi dalam beberapa wilayah, di Lapangan Obel-Obel Kecamatan Sambelia, sebanyak 51 orang korban luka-luka, Puskesmas Belanting 62 orang luka, Puskesmas Sambelia 9 orang, Kecamatan Sambalun 29 orang dan di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 5 orang luka berat dan 41 lainnya luka ringan.

Tidak menutup kemungkinan, korban luka juga terus bertambah, mengingat kebanyak korban tewas dan luka berada di dalam rumah.

2. Ratusan Rumah dan Bangunan Mengalami Kerusakan

Seorang Kakek Berjalan didepan rumahnya yang rusak akibat gempa
Foto Seorang Kakek Berjalan Di Depan Rumahnya Yang Sudah Rusak Akibat Gempa

Selain menginformasikan korban tewas dan luka-luka, pihak BPBD NTB juga memberikan info perihak rumah dan bangunan yang rusak. Total lebih dari 1000 unik baik rusak berat, sedang maupun ringan.

3. Gempa Susulan Terjadi

Gempa Susulan Turis Berhamburan Keluar Rumah

Sementara itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 203 gempa susulan terjadi usai gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, NTB, dan Bali pada hari Minggu pagi. Tercatat gempa susulan ini terjadi hingga malam hari, sekitar pukul 21.20 WIB.

4. Banyak Pendaki Yang Terjebak di Gunung

Para pendaki gunung dari manca negara

Di saat gempat terjadi, dilaporkan juga sebanyak 333 pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani dan di sekitar Danau Segara Anak. Mereka tidak bisa turun lantaran jalan utama tertutup longsor. 

5. Salah Satu Pendaki Asal Malaysia Menjadi Korban

Warga Malaysia Menjadi Korban Gempa Lombok
Pendaki Asal Malayasia Menjadi Korban

Salah satu pendaki dari Warga Negara Malaysia dinyatakan meninggal. Pendaki yang bernama Siti Nur Ismawida (30), meninggal akibat tertimpa tembok roboh saat gempa berlangsung pada Minggu pagi waktu setempat. Sedangkan 6 orang mengalami luka-luka dan 11 lainnya selamat. 

Proses evakuasi masih berlangsung, Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur NTB TGB juga telah datang kelokasi untuk melihat kondisi para korban. Semoga para korban di berikan ketabahan dan kesabaran. 

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Nasional

Rumah Tahan Gempa Kementrian PUPR Sudah Terbitkan Pedoman Sejak Lama

Published

on

rumah tahan gempa

Mulailah Bangun Rumah Tahan Gempa

Kilasjogja.com, NASIONAL – Merujuk dari berbagai macam kejadian gempa yang ada di Indonesia dari gempa yang terjadi beberapa tahun silam di Jogja sampai dengan gempa yang baru saja terjadi di lombok. bangunan rumah penduduk banyak yang rusak sebagian malahan rubuh yang menjadi pertanyaan adalah apakah bangunan tempat tinggal penduduk bisa di bangun dengan tahan gempa?

Sudah sejak lama ada Buku Pedoman Membangun Rumah Tahan Gempa yang di tebitkan oleh Kementrian PUPR karangan Ir. Teddy Boen. 

Saat ini sudah ada beberapa jenis bangunan tahan gempa dengan sistem prestressed precast yang rapi dan bagus dan sesuai dengan SNI 2012/2013 mulai dari type 36 dengan harga terjangkau dan lulus uji di Puskim Bandung.

Rumah Tahan Gempa di Jogja
Rumah Tahan Gempa Di Jogja

Sepertinya Kementrian PUPR perlu lebih giar melakukan sosialisasi ke masyarakat perihal bangunan rumah tahan gempa.

Baca Juga: Gempa Lombok, Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani

yang sudah terlanjur mungkin sangat sulit untuk di perkuat, namun kedepannya agar tidak terjadi hal serupa mengingat kita di Indonesia berada di jalur pergesaran lempeng tektonik sudah saatnya pemerintah setempat harus mulai ketat dan tegas dalam menerapkan aturan pembangunan bangunan huni bagi masyarakat.

hal tersebut juga harus di imbangi dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun rumah dengan struktur yang tahan akan gempa.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

BMKG : Jauhi Bibir Pantai

Published

on

Kilasjogja.com, LOMBOK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8).

Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

“Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik,” ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda.

“Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” tuturnya.

Diungkapkan, hingga saat ini BMKG terus memantau kondisi terkini pasca gempa dan berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Terus kami pantau dari Pusat Gempa Nasional di Jakarta, termasuk potensi terus terjadinya gempa susulan,” terangnya.

Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil.

Namun demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan ambruk.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

Prabowo Subianto Utus Ketua Umun Partai Gerindra Jabar Lobi Ustad Abdul Somad

Published

on

prabowo subianto dan ustadz abdul somad

Ustad Abdul Somad Salah Satu Calon Wakil Presiden Pilihan Prabowo Subianto

KilasJogja.com, NASIONAL – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengutus Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi untuk berkomunikasi dengan Ustadz Abdul Somad alias UAS.

Lobi untuk bertemu ini terkait hasil ijtima ulama yang merekomendasikan Somad dan Salim Segaf Aljufri sebagai calon pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

Pertemuan Prabowo dengan ulama asal Riau itu belum terlaksana karena kesibukannya berceramah.

Mulyadi mengklaim Prabowo memerintahkannya langsung bertemu dengan UAS.

“Saya diutus langsung, usai pertemuan di Kertanegara Minggu (29/7),” kata Mulyadi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/8).

Kata Mulyadi, dia telah bertemu dengan UAS, Senin (30/7) di Bandara Soekarno Hatta. Dalam pertemuan itu, UAS menolak untuk mendampingi Prabowo sebagai Cawapres.

“Tapi kami terus berkomunikasi dan meminta UAS untuk bertemu dengan Prabowo. Waktunya belum ditentukan karena padatnya jadwal UAS. Posisi kami saat ini menunggu UAS untuk bertemu Prabowo,” katanya.

Meski menolak, kata Mulyadi, UAS berjanji mendukung dan mendoakan Prabowo menjadi Presiden.

Mulyadi berharap UAS dapat bertukar pikiran dan gagasan dengan Prabowo. Usai Ijtima Ulama, Prabowo belum pernah bertemu dengan UAS.

“Kalau dengan pak Salim kan pak Prabowo sering bertemu,” katanya.Mulyadi menambahkan sejumlah ulama juga telah menghubunginya agar segera merealisasikan pertemuan Prabowo dengan UAS.

“Semalam sejumlah ulama bertemu di Az Zikra Sentul, dan Arifin Ilham menelepon saya dan berpesan agar memperjuangkan UAS,” katanya.

Prabowo menurut Mulyadi sangat menghormati hasil ijtima, dan dia akan mempertimbangkan rekomendasi para ulama.

Saat ini ada tiga nama yang berpotensi untuk mendampingi Prabowo, yakni UAS, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Salim Segaf Aljufri.

Mulyadi mengatakan, UAS memiliki kompetensi sebagai calon wakil presiden.

“Prabowo ini saya ibaratkan pilot yang akan membawa pesawat terbang berpenumpang 250 juta, maka dibutuhkan seorang copilot yang mampu mendorong Prabowo,” ujarnya.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita