Connect with us

News

Evita Nursanty Kecam Eksekusi Mati Tuti Tursilawati

Published

on

Kilasjogja.com, NASIONAL – Keputusan pemerintah Arab Saudi mengeksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati secara diam-diam tanpa melalui notifikasi resmi dikecam oleh Dr. Evita Nursanty MSc.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan pihak KJRI Jeddah sudah berkomunikasi dengan Tuti pada 28 Oktober, namun tidak ada indikasi akan dieksekusi mati.

“Jadi sebagai negara sahabat, apalagi belum lama ini Menlu Arab Saudi, Adel al-Jubeir datang ke Indonesia untuk mengikuti Joint Commission Meeting, kita benar-benar kaget, mengapa diam-diam,” kata Evita dalam pernyataanya, Rabu (31/10).

Menurut dia, sikap kecewa tersebut harus dipahami oleh Arab Saudi. Secara psikologis, Indonesia sangat terganggu karena baru saja kedua pihak melakukan Joint Commission Meeting yang salah satunya membahas soal WNI yang terjerat hukum dan pentingnya notifikasi.

Bahkan, hal itu juga telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan Menlu Adel al-Jubeir di Istana Bogor.

“Secara psikologis, kita sangat terganggu karena sebelumnya kita sudah wanti-wanti. Saya sulit untuk menggambarkan betapa kita sedih, prihatin, dan menyesalkan dengan apa yang sedang terjadi. Saya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Tuti Tursilawati,” jelas Evita.

Dikatakan, upaya pemerintah sejauh ini sudah sangat kuat untuk memperjuangkan pembebasan warga Indonesia dari hukuman mati di Saudi.

Pemerintah Indonesia juga mendorong Arab Saudi untuk meningkatkan perlindungan TKI dan memberikan penghormatan terhadap hak-hak pekerja.

Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan, dari 103 WNI yang terancam hukuman mati pada 2011-2018, sebanyak 85 di antaranya berhasil dibebaskan.

Evita juga mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meringankan hukuman Tuti.

Bahkan, Kemlu sudah berkunjung sebanyak 47 kali ke penjara Tuti sejak 2011 dan memfasilitasi keluarga almarhumah tiga kali ke Arab Saudi untuk bertemu Tuti.

TKI asal Majalengka, Jawa Barat, itu dieksekusi mati pada 29 Oktober 2018 pagi waktu Arab Saudi.

Menlu Retno Marsudi dalam keterangannya di Bali mengaku langsung menghubungi Menlu Arab Saudi dan menyampaikan protes.

Retno, yang sedang berada di Bali, juga telah memanggil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia dari Jakarta ke Bali untuk meminta penjelasan terkait hal itu.

Seperti diketahui, Tuti berhadapan dengan kasus hukum karena memukulkan kayu ke majikannya, Suud Malhaq Al Utibi, di rumahnya yang berada di Kota Thaif, 11 Mei 2010.

Tuti juga dituduh membawa lari perhiasan. Ibu Tuti, Iti Sarniti, menyebut Tuti tidak berniat membunuh majikannya, melainkan membela diri.

Setelah membunuh majikannya, Tuti berusaha kabur dari rumah, namun bertemu dengan sembilan pria yang kemudian melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.