Connect with us

Nasional

e-KTP Tak Dibahas di Banggar DPR

Published

on

E KTP

Kilasjogja.com, JAKARTA– Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto (Setnov) mendengar keterangan saksi mantan politikus Partai Demokrat, Mirwan Amir.

Dalam kesaksiannya, Mirwan Amir membantah menitipkan seorang pengusaha untuk mengikuti proyek e-KTP. Pengusaha yang dimaksud bernama Yusnan Solihin.
“Pak Yusnan, tanya ke saya. Sebagai teman saya coba menanyakan hal ini. Cuma terdakwa belum ada program, belum ada sama sekali tapi akan berencan,”terangnya saat bersaksi dalam sidang terdakwa Setnov di Pengadilan Tipikor.

Mirwan mengakui menanyakan tentang proyek tersebut kepada Novanto di ruangannya. Hanya saja, saat itu dirinya belum mendapatkan jawaban soal kepastian adanya proyek e-KTP dari Setnov.
“Saya hanya ketemu dengan terdakwa. Saya tidak pernah kenal dengan Andi Narogong. Saya kenal Narogong setelah kasus ini mencuat,” jelasnya.

Persoalan lain yang disampaikan Mirwan sebagai mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR adalah mengenai proyek e-KTP tidak pernah dibahas di rapat Banggar. Selain itu, ia juga mengaku tidak tahu jalannya proyek e-KTP. Ini karena e-KTP memang tidak pernah dibahas di Banggar, tapi di Komisi II.
“Dalam UU MD3 kita tidak boleh membahas, Banggar hanya membahas postur APBN,” ungkapnya.

Dalam kesaksiannya, Mirwan, juga menampik anggapan pernah bertemu M Nazaruddin terkait perencanaan proyek e-KTP. Oleh karena itu, Mirwan menegaskan, dirinya tidak pernah terlibat dalam proyek tersebut.
Meski demikian, hakim Emilia Djaja Subagja menanyakan, apakah saksi ketemu M Nazaruddin dalam rangka perencanaan?
“Tidak pernah,” jawab Mirwan.

Saksi lain yang didengar kesaksiannya adalah Yusnan Solihin. Ia dalam kesaksianya mengaku tidak pernah meminta Mirwan untuk merekomendasikan perusahaannya mengikuti proyek e-KTP. Dirinya menanyakan proyek itu justru karena diberitahu Andi Narogong.
“Jadi, tidak pernah minta rekomendasi,” ujar Yusnan seraya menyebutkan, dirinya hanya menanyakan apakah e-KTP itu eksis tidak. “Ini karena Pak Andi bicara itu,” katanya.

Selain itu Yusnan mengatakan, dirinya lebih dulu mengenal Andi Narogong baru kemudian Mirwan. Yusnan dikenalkan Andi, olrh seorang pengusaha bernama Wirawan Tanzil.

Sebelumnya, dalam sidang Senin (22/1), Andi Agustinus Narogong menyebut Mirwan Amir pernah menitipkan salah satu perusahaan untuk ikut proyek e-KTP. Ia kemudian diminta berkoordinasi dengan Yusnan Solihin, yang merupakan kader Partai Gerindra.

Di depan majelis hakim Yusnan mengaku sebagai agen produk automated fingerprint identification systems

(AFIS) merek Cogent asal Amerika Serikat. Produknya itu, menurutnya, bersaing dengan merek L-1 yang ditawarkan Johannes Marliem. Oleh karena itu, ia mengaku Andi sempat menawar untuk membeli lisensinya dengan menyebut nama Novanto

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Nasional

Lowongan Kerja 2018, Anak Perusahaan PT KAI Untuk Pramugari dan Pramugara

Published

on

Lowongan kerja 2018 PT KAI

Kilasjogja.com, Nasional – Lowongan kerja 2018 anak perusahaan PT. KAI membuka peluang dan kesempatan berkarir sebagai premugari dan pramuraga.

PT Reska Multi Usaha membuka lowongan bagi traveler yang ingin menjadi pramugari dan pramugari kereta api alias train attendant.

Train Attendant memiliki tugas utama untuk memberikan pelayanan kepada penumpang kereta api.

Sebagaimana dilansir dari website reska.co.id, berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pramugari dan pramugari kereta api:

  1. Usia maksima pria/wanita umur 27 tahun.
  2. Berpenampilan menarik, tidak menggunakan kaca mata, dan tidak memakai behel.
  3. Minimal tinggi badan pria 170 cm; minimal tinggi badan wanita 160 cm.
  4. Minimal pendidikan SMA/SMK se-derajat dengan dengan rata-rata nilai ujian nasional 6.0.
  5. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT Reska Multi Usaha.
  6. Menyiapkan CV, foto postcard seluruh badan, KTP/SIM, Ijazah Pendidikan Akhir, Surat Keterangan Sehat Puskesmas/RS/Klinik, dan SKCK.

Tata cara pendaftaran, pelamar yang akan mendaftar harus mengisi formulir lamaran kerja online di website www.reska.id Panitia akan melakukan seleksi lebih lanjut berdasarkan formulir lamaran kerja online yang telah diisi oleh pelamar.

Keputusan panitia rekrutmen terhadap hasil seleksi tahap satu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pelamar yang lolos seleksi tahap 1 akan dihubungi oleh pihak PT Reska Multi Usaha untuk mengikuti tes tahap berikutnya.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

Rumah Tahan Gempa Kementrian PUPR Sudah Terbitkan Pedoman Sejak Lama

Published

on

rumah tahan gempa

Mulailah Bangun Rumah Tahan Gempa

Kilasjogja.com, NASIONAL – Merujuk dari berbagai macam kejadian gempa yang ada di Indonesia dari gempa yang terjadi beberapa tahun silam di Jogja sampai dengan gempa yang baru saja terjadi di lombok. bangunan rumah penduduk banyak yang rusak sebagian malahan rubuh yang menjadi pertanyaan adalah apakah bangunan tempat tinggal penduduk bisa di bangun dengan tahan gempa?

Sudah sejak lama ada Buku Pedoman Membangun Rumah Tahan Gempa yang di tebitkan oleh Kementrian PUPR karangan Ir. Teddy Boen. 

Saat ini sudah ada beberapa jenis bangunan tahan gempa dengan sistem prestressed precast yang rapi dan bagus dan sesuai dengan SNI 2012/2013 mulai dari type 36 dengan harga terjangkau dan lulus uji di Puskim Bandung.

Rumah Tahan Gempa di Jogja
Rumah Tahan Gempa Di Jogja

Sepertinya Kementrian PUPR perlu lebih giar melakukan sosialisasi ke masyarakat perihal bangunan rumah tahan gempa.

Baca Juga: Gempa Lombok, Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani

yang sudah terlanjur mungkin sangat sulit untuk di perkuat, namun kedepannya agar tidak terjadi hal serupa mengingat kita di Indonesia berada di jalur pergesaran lempeng tektonik sudah saatnya pemerintah setempat harus mulai ketat dan tegas dalam menerapkan aturan pembangunan bangunan huni bagi masyarakat.

hal tersebut juga harus di imbangi dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun rumah dengan struktur yang tahan akan gempa.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

BMKG : Jauhi Bibir Pantai

Published

on

Kilasjogja.com, LOMBOK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8).

Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

“Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik,” ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda.

“Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” tuturnya.

Diungkapkan, hingga saat ini BMKG terus memantau kondisi terkini pasca gempa dan berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Terus kami pantau dari Pusat Gempa Nasional di Jakarta, termasuk potensi terus terjadinya gempa susulan,” terangnya.

Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil.

Namun demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan ambruk.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita