Connect with us

Entertainment

Dream Theater Tampil Tiga Jam Non Stop!

Published

on

Dream Theater

Kilasjogja.com, CONCERT – Konser musik grup band metal progresif asal Amerika, Dream Theater benar-benar spektakuler.

8.000 penonton yang memadati Stadion Kridosono, Jogja dibuat terpukau oleh aksi John Petrucci (gitar), John Myung (bas), Jordan Rudess (kibor) dan Mike Mangini (drum) ini selama tiga jam non stop.

Dream Theater memang bukan sembarangan band metal dan termasuk legendaris dengan jutaan fans. Album mereka telah terjual lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia.

Para personel Dream Theater membuktikan teknisnya yang ‘level dewa’ pada setiap instrumen di konser hari pertama Jogjarockarta tadi malam.

Meski kelima personel telah masuk usia kepala lima, bahkan Rudess sudah 60 tahun, mereka tampil prima selama tiga jam.

“Selamat malam Yogyakarta, sangat senang bisa mampir ke sini. Kita akan kembali selama kalian mau,” teriak LaBrie yang disambut teriakan heboh penonton. Konser ini merupakan bagian dari tur ‘Images, Words & Beyond’ untuk merayakan 25 tahun dirilisnya album tersukses Dream Theater, Images & Words.

Dream Theater  membuka konser dengan ‘The Dark Eternal Night’, disusul lagu seperti ‘The Bigger Picture’ dan Hell’s Kitchen’. Di tengah pertunjukkan, Myung unjuk kemampuan solo bas saat memainkan ‘Portrait
of Tracy’, komposisi karya basis legendaris idolanya, Jaco Pistorius.

Di nomor ‘As I Am’, Dream Theater membuat kejutan dengan menyelipkan potongan lagu ‘Enter Sandman’ miliknya Metallica. “Ini adalah bentuk penghargaan sahabat kami, John Myung kepada idolanya, Jaco Pistorius,” terang LaBrie.

Penampilan Dream Theater dibuka oleh band rock legendaris asal Indonesia, God Bless. Selain itu ada juga nama grup Power Metal, Death Vomi, dan Kelompok Penerbang Roket.  Pada hari kedua ada Burgerkill, Pas Band, Roxx, dan Something Wrong.

Yogyakarta sendiri dipilih sebagai venue karena  mampu menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya toleransi dan pluralisme. Mengingat Yogyakarta bisa dikatakan miniatur Indonesia dengan segala keberagaman.

Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication  mengatakan akan berusaha keras untuk mengamankan jalannya konser dan menjaga citra baik Yogyakarta serta Indonesia di mata internasional.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.