Connect with us

News

Dorong Pariwisata: BI DIY Garap Kampung Ternak Kambing Nganggring

Published

on

Kampung Ternak Kambing
Kontes kambing piala raja

Kilasjogja.com, SLEMAN –  Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dorong peningkatan pariwisata melalui pembinaan terhadap Kampung Ternak Kambing Nganggring Kabupaten Sleman.

Hal ini salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Kontes Kambing Kaligesing “Piala Raja” 2018 yang berlangsung pada hari Minggu 23 September 2018.

Harapannya, Kampung Ternak Nganggring dapat menjadi contoh sukses keberhasilan pengelolaan klaster kambing secara end to end process yang menghasilkan ternak yang berkualitas tinggi, serta mendorong alternatif wisata edukasi di sektor peternakan, pertanian dan diversifikasi produk turunan.

“Kegiatan ini diperkirakan dapat menyerap hingga lebih dari 1.000 orang peserta dan pengunjung dari seluruh penjuru daerah di Yogyakarta maupun nasional,” terang Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Minggu (23/9).

Terbentuknya Kampung Ternak Kambing Nganggring diawali dari pembinaan terhadap Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring yang merupakan salah satu penerima manfaat program local economic development (LED) BI DIY sejak 2016.

Hal ini merupakan wujud sumbangsih BI DIY dalam memajukan sektor peternakan dan pariwisata melalui pemberdayaan masyarakat guna mendorong peningkatan kesejahteraan, khususnya di Kabupaten Sleman.

Kampung Ternak Kambing ini terletak di Padukuhan Nganggring, Girikerto, Turi, Kabupaten Sleman. Pengembangan Kampung Ternak Mandiri Nganggring yang terdiri dari peternakan kambing Peranakan Etawa (PE), home industry pengolahan susu kambing PE dan perkebunan salak merupakan potensi pariwisata baru dari Padukuhan Nganggring yang ditawarkan kepada masyarakat.

Program LED yang dilakukan BI DIY dilaksanakan melalui pendekatan klaster mulai dari hulu hingga ke hilir, serta diawali dengan need assesment kelompok, sehingga nantinya pembinaan yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan dari Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring.

Adapun beberapa contoh program yang sudah dilaksanakan sejak 2016 yaitu peningkatan kompetensi petani/peternak melalui penyelenggaraan Sekolah Ternak dalam rangka perbaikan kualitas produksi, dan pendampingan kelembagaan.

Peningkatan kemandirian petani dalam pembuatan pakan ternak dan pengolahan limbah ternak, pemenuhan kebutuhan infrastruktur melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), antara lain bangunan rumah kuliner, rumah pakan, rumah pupuk, laboratorium starter MA 11, rumah pengolahan susu kambing, perlengkapan outbound, dan bangunan untuk koperasi Kelompok Tani Ternak Mandiri.

Pendampingan diversifikasi produk susu kambing dan pengelolaan usaha outbound untuk memperlama masa tinggal wisatawan, pendampingan dari aspek pemasaran, antara lain fasilitasi pameran dan penyelenggaraan berbagai event.

“Saat ini, kegiatan bisnis yang dijalankan Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring telah menunjukkan peningkatan yang relatif signifikan,” tambahnya.

Hal ini ditandai dengan adanya Integrated Farming System antara peternakan kambing dengan perkebunan salak, sehingga tidak hanya melakukan kegiatan beternak kambing secara Komunal

Jumlah anggota kelompok, populasi kambing dan produksi susu kambing PE juga tercatat meningkat signifikan. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat setempat.

Tak hanya itu, Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring juga berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi baik di skala lokal maupun nasional dalam sektor pariwisata maupun di sektor pengolahan makanan.
Keberhasilan BI DIY dalam membina Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring tidak terlepas dari dukungan sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

Diharapkan ke depannya, koordinasi yang baik dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dan pihak-pihak terkait dapat mendorong terciptanya Padukuhan Nganggring menjadi salah satu objek wisata edukasi pilihan keluarga yang dikenal luas hingga ke seantero negeri.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bantul

Pertanian Bantul Butuh Inovasi Teknologi

Published

on

Kilasjogja.com, BANTUL – Indonesia ditargetkan menjadi lumbung pangan tahun 2045.

Untuk mempersiapkan hal ini, Kabupaten Bantul memerlukan optimalisasi dari sisi teknologi dan inovasi dalam hal mengelola hasil pertanian untuk menjadi bahan pangan alternatif.

Inovasi teknologi di sektor pertanian tersebut dikemukakan dalam puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 di Kabupaten Bantul, Selasa (23/10) yang digelar di Balai Budidaya Ikan (BBI) Pundong.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Bantul Bambang Guritno SH, mengemukakan pangan merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam mewujudkan kemandirian untuk kesejahteraan masyarakat.

“Keberadaan teknonolgi pertanian mempunyai peran penting dalam peningkatan komoditas pangan yang mampu memberikan margin keuntungan yang lebih baik dan peningkatan produksi pangan,” katanya.

Oleh karena itu dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2018 ini, harus dapat dijadikan momentum evaluasi situasi ketahanan pangan daerah.

Terutama peningkatan kepedulian semua pemangku kepentingan terhadap penyediaan pangan yang cukup dan bergizi secara berkelanjutan di Kabupaten Bantul.

Bambang menambahkan kebutuhan pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi sehingga menuntut ketersediaan dan jaminan pangan dari masyarakat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kita wajib melakukan optimalisasi pengelolaan lahan pertanian di Kabupaten Bantul serta mengelola lahan yang selama ini belum termanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Ir R Bambang Pin Erwanta MM, menjelaskan untuk menyambut peringatan ini Pemkab Bantul menggelar aneka kegiatan seperti lomba teknologi dan inovasi pertanian, lomba cerdas cermat seputar pangan dan pertanian oleh Kelompok Tani Wanita (KWT) serta pemasaran hasil pertanian.

“Tujuan kegiatan ini umtuk peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan. Acara ini digelar juga untuk menumbuhkan semangat, terutama petani Bantul untuk selalu menggunakan inovasi teknologi dalam peningkatan produksi pangan untuk menuju Indonesia menjadi lumbung pangan tahun 2045,” ujarnya.

Baca Juga:

Continue Reading

Jogja

Gubernur DIY Minta Kasus UGM Dituntaskan

Published

on

Kilasjogja.com, JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan mahasiswa UGM di lokasi kuliah kerja nyata (KKN) segera dituntaskan.

Hal itu, agar masalah tersebut tidak menimbulkan citra buruk kampus UGM di mata masyarakat.

“Terus terang detail kasus itu seperti apa saya belum tahu. Meski begitu, saya berharap persoalan tersebut diselesaikan. Jangan sampai menjadi kasus yang berkembang dan berdampak pada pencerminan (citra) yang tidak bagus. Terserah kebijakan kampus sepertiapa,” terangnya.

Gubernur DIY  mengimbau agar penuntasan kasus ini dilakukan dengan baik.

Meski belum mengetahui secara detail kronologisnya seperti apa, Sultan optimis pihak UGM memiliki aturan tersendiri dalam menyelesaikan persoalan itu.

“Terserah kebijakan yang akan diambil kampus seperti apa, karena mereka memiliki aturan tersendiri. Sebaiknya segera diselesaikan,” ujar Sultan HB X, seraya meminta agar mengedepankan sikap bijak.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo menegaskan, meski kasus ini terjadi tahun lalu, kepolisian masih tetap bisa mengusut.

“Polda DIY sudah berinisiatif melakukan penyelidikan,” katanya.

Sesuai pasal 184 KUHAP, penyidik akan mencari setidaknya dua alat bukti yang sah. Dua alat bukti itu menjadi syarat agar kasus tersebut bisa dilanjutkan

Sementara itu, kepolisian berencana meminta keterangan mahasiswi UGM yang menjadi korban pemerkosaan sesama mahasiswa.

Korban akan dimintai keterangan dengan didampingi pengacara atau psikolog.

“Korban dalam waktu dekat akan dimintai keterangan, didampingi orang-orang yang ditunjuk untuk mendampingi,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan, korban didampingi penasihat hukum atau psikolog.

Sementara itu, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini. “Pelaku itu biasanya paling belakangan,” ungkapnya.

Kepolisian, lanjut Setyo, saat ini masih menggali keterangan dari sejumlah orang. Polisi berusaha mengumpulkan setidaknya dua alat bukti untuk penetapan sebagai tersangka.

“Oleh sebab itu kewenangan dan kewajiban penyidik untuk mencari, mendapatkan dua alat bukti itu untuk bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Kasus pemerkosaan ini diketahui saat lembaga pers UGM, Balairungpress mengungkapkan cerita mahasiswi bernama samaran Agni.

Agni mengaku diperkosa oleh HS pada saat kegiatan KKN di Pulau Seram, Desember 2017 silam.

Baca Juga:

Continue Reading

Nasional

KAI Gelar Book Fair on Station Dan Kenalkan Si Loko

Published

on

Kilasjogja.com, NASIONAL – Untuk pertama kalinya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggelar Book Fair on Station di enam stasiun KA.

Dalam pelaksanaan kegiatan Book Fair on Station ini, KAI bekerjasama dengan Kompas Gramedia.

Book Fair on Station bertujuan untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat dengan mendekatkan buku sebagai sumber bacaan di area stasiun.

Acara yang diselenggarakan selama lima hari yakni pada tanggal 14 sampai 18 November 2018 ini dilaksanakan serentak di enam stasiun KA yaitu Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Purwokerto, Stasiun Semarang Tawang, dan Stasiun Surabaya Gubeng.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat membeli buku-buku berkualitas yang telah disediakan oleh Gramedia Store, mulai dari buku bergenre anak, pengembangan diri, bisnis, agama, novel, dan tentunya Komik Si Loko serta berbagai referensi lainnya yang rata-rata merupakan buku best seller.

Selama acara berlangsung, semua buku tersebut dapat dibeli oleh pengunjung tentunya dengan harga spesial yaitu dengan diskon sebesar 10 persen.

Namun, bagi yang dapat menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah teregistrasi di ponselnya, maka akan mendapatkan tambahan diskon 5 persen.

Selain berburu buku, untuk menyemarakkan event tersebut, para pengunjung khususnya yang masih anak-anak juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang berbeda-beda setiap harinya.

Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya lomba mewarnai, lomba menulis cerita pendek, lomba announcer, pouch painting, dan talkshow anak. Bagi anak-anak yang tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan di atas, diharapkan sesegera mungkin hadir dan mendaftarkan diri pada panitia di lokasi.

Sebab, di masing-masing acara tersebut, peserta hanya dibatasi sebanyak 30 orang anak.

Rangkaian acara Book Fair on Station dibuka secara resmi oleh EVP Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto di Stasiun Yogyakarta, Rabu (14/11).

“Book Fair on Station merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan berbagai pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pengunjung dan penumpang kereta api melalui cara yang menyenangkan dan seru. Karena tempatnya di stasiun, acara ini pun bisa menjadi media edukasi yang unik dan menyenangkan untuk anak- anak,”

Tak hanya selenggarakan Book Fair on Station, KAI juga meluncurkan Komik Si Loko.

Komik ini dibuat sebagai sebuah inovasi media pemasaran dan aktivasi dari maskot resmi KAI, yang bernama Si Loko. Dalam penerbitan dan distribusi komik dengan judul Komik Si Loko “The Origin” ini, KAI bekerja sama dengan Kepustakaan Populer Gramedia.

Gaya bahasa dan penggambaran pada Komik Si Loko “The Origin” dibuat menjadi cerita fiksi yang ringan dan jenaka, dengan karakter tokoh komik di dalamnya yang mendukung penyampaian pesan pemasaran dan pelayanan KAI.

Sehingga komik ini diharapkan bisa mendekatkan KAI pada target pemasarannya, terutama anak muda di rentang usia 18-30 tahun.

Selain itu, Komik Si Loko “The Origin” juga menceritakan beberapa kejadian sehari-hari yang menghibur dan memberikan nilai edukasi kepada pembacanya, diharapkan dapat meningkatkan kembali minat baca masyarakat.

Komik Si Loko “The Origin” diluncurkan pada hari Rabu (14/11) oleh Direktur Komersial KAI Dody Budiawan, bertempat di Loko Coffee Shop, Stasiun Yogyakarta.

Selain peluncuran Komik Si Loko “The Origin”, KAI juga menggelar talkshow dan diskusi mengenai Industri Komik dan Kreatif Indonesia di era milenial, dengan mengundang Erix Soekamti dan Apri Kusbiantoro yang merupakan para penggiat komik dan kreatif di kancah nasional maupun internasional.

Komik ini akan diterbitkan secara rutin, baik melalui media cetak maupun digital. Pada seri pertama ini, Komik Si Loko mengambil tema “The Origin”.

Pada seri Komik Si Loko selanjutnya akan dihadirkan tema “Traveling by Train”, “Adventure by Train” dan sebagainya.

Untuk seri pertama Komik Si Loko dengan tema “The Origin” telah dicetak sebanyak 2.000 eksemplar dan didistribusikan di seluruh outlet Gramedia dengan harga Rp75.000,-.

Apabila permintaan tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan proses cetakan kedua dan seterusnya.

“Komik Si Loko “The Origin” merupakan bentuk apresiasi dari KAI, atas antusiasme pengguna moda transportasi kereta api di Indonesia terhadap berbagai layanan dan produk dari KAI, serta sebagai dukungan nyata terhadap perkembangan bidang kreatif di Indonesia,” ujar Dody Budiawan.

Baca Juga:

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
loading...

Tag

Headline Berita