Connect with us

News

Danais Belum Sentuh Kemiskinan

Published

on

Yogya

Kilasjogja.com, JOGJA – Kucuran Dana Keistimewaan (Danais) memang diharapkan mampu memberikan dorongan kuat terhadap penyelesaian masalah-masalah di DIY, di antaranya masalah angka kemiskinan yang masih tinggi.

Namun kenyataannya, program-program yang sumber pembiayaannya dari Danais masih belum menyentuh masalah kemiskinan di DIY.

Huda Tri Yudiana. Anggota Badan Anggaran DPRD DIY mengakui selama ini Danais belum optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Sejak awal DIY menerima Danais dari pusat, alokasi yang diperuntukkan bagi program-program penanggulangan kemiskinan maupun perluasan kesempatan kerja masih sangat minim.

“Penggunaan Danais selama ini terkonsentrasi hanya di beberapa tempat dan untuk beberapa pekerjaan, terutama yang terbesar untuk infrastruktur. Alokasi untuk pro-job hanya 0,06 persen selama tiga tahun, sedangkan untuk pro-poor bisa dikatakan nol, padahal dua hal itu identik dengan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Huda tidak menafikan bahwa penggunaan Danais untuk infrastruktur akan membawa kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Namun untuk menghapus jurang kaya-miskin (gini ratio) dengan program itu tidak bisa dirasakan efeknya secara langsung.

Ditinjau dari persebarannya, program dan kegiatan yang didanai dari Danais ini hanya menyentuh sebagian kecil dari wilayah DIY dan belum merata ke masyarakat secara luas.

“Pemerataan jangkauan wilayah sangat timpang. Kalau ditinjau per kabupaten memang (alokasi Danais) sebarannya merata. Tapi kalau kita breakdown di tingkat kecamatan, sangat kecil kecamatan yang dapat. Apalagi kalau bicara desa atau pedukuhan,” jelasnya.

Huda menegaskan, pengembangan infrastruktur memang sangat penting, namun persebaran Danais secara merata harus segera dilakukan.

Semestinya setiap dusun di DIY bisa merasakan efek Danais. “Kami berharap di ulang tahun keenam keistimewaan DIY nanti, Danais bisa dirasakan di setiap dusun. Pemerataan ini mendesak, karena orang miskin di DIY itu nyebar, tidak terkonsentrasi di beberapa titik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan Danais harus dikembalikan sesuai dengan tujuan keistimewaan DIY, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat. DPRD DIY berharap program pembangunan DIY lebih baik lagi ke depan, ada perencanaan dan penyelarasan program sampai tingkat desa.

“Kewenangan pengalokasian di tangan Pemda DIY, salah satu penyelerasan anggarannya dengan menempatkan desa sebagai pusat pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Eko, saat ini dibutuhkan langkah percepatan pembangunan. DPRD DIY merekomendasikan Pemda DIY untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan dan kebijakan anggaran baik dari APBD, Danais maupun Dana Desa.

Sedangkan yang juga mendesak adalah percepatan penyelesaian Perdais Kebudayaan. Sebab, Perdais tersebut bisa menjadi salah satu cantolan untuk pendistribusian Danais ke desa.

“Perdais itu menjadi pintu untuk mengalokasikan danais sampai ke desa, tentu melalui program kegiatan pengembangan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.