Connect with us

Kesehatan

Angka Penderita Kanker Meningkat Signifikan

Published

on

Penderita Kangker

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Jumlah angka penderita kanker meningkat cukup signifikan. Menurut data WHO, di dunia jumlah penderita kanker terus meningkat dengan persentase peningkatan sekitar 20 persen tahunnya.

Sedangkan di Indonesia, penderita kanker terbanyak di kalangan perempuan dan kanker payudara di peringkat teratas.

Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, jumlah kunjungan pasien kanker mencapai 250 pasien perhari, baik pasien lama maupun baru.

dr Kartika Widayati SpPD-KHOM(K), ahli Hematologi dan Onkologi Medis Fakultas Kedokteran UGM dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengatakan bila peningkatan jumlah penderita kanker dipengaruhi sejumlah faktor.

Faktor pertama yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining (deteksi dini) kanker, akses berobat yang semakin mudah di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau bisa juga karena gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.

“Setelah adanya BPJS Kesehatan, masyarakat tidak takut terkendala biaya untuk memeriksakan diri, itu bisa juga yang mempengaruhi angka penderita kanker meningkat,” terangnya.

Kasus kanker terbanyak pada laki-laki adalah kanker paru-paru atau lung cancer dan kanker usus besar atau kulorektal.

Sedangan pada perempuan, terbanyak adalah kanker payudara dan kanker serviks.

Kemudian pada anak paling banyak kanker sel darah atau leukemia. Meskipun kanker bisa disebabkan faktor genetik atau turunan namun paling banyak penyebabnya karena pola hidup tidak sehat.

Seperti kurang olahraga, suka makanan berlemah, berpengawet, mengandung zat adiktif, merokok dan lain-lain.

“Zat-zat karsinogen yang terakumulasi dalam tubuh akan memicu munculnya sel kanker,” jelasnya.

Dulu pasien kanker kebanyakan terdeteksi mengidap kanker pada stadium lanjut, karena kurangnya kesadaran. Kini, kesadaran masyarakat untuk skrining mulai ada peningkatan, sehingga kanker terdeteksi saat stadium awal.

Dengan diketahui lebih awal, maka bisa segera diberi tindakan pengobatan sehingga peluang harapan untuk terbebas dari kanker sangat besar.

Namun jika sudah stadium lanjut, meskipun sel kanker sudah dibersihkan, suatu saat bisa muncul lagi. “Edukasi agar masyarakat peduli dengan kesehatannya perlu terus digalakkan,” katanya.

Tentang metode pengobatan kanker, menurut Kartika, tidak hanya kemoterapi dan obat. Saat ini berkembang metode terapi embolisasi, ablasi menggunakan gelombang termal atau panas, stem cell atau sel punca dan imunoterapi.

Bahkan di negara-negara maju mulai dikembangkan imunoterapi yakni dengan menjadikan sel-sel imun atau kekebalan tubuh lebih peka untuk membunuh sel-sel kanker.

“Dengan kata lain mengaktifkan sel-sel yang ada pada sendiri untuk membunuh sel-sel kanker,” jawabnya.

Kesehatan

Perut Six-Pack Seorang Pria Di Bangkok Lakukan Operasi Plastik

Published

on

Operasi Six-Pack Thailand

Kilasjogja.com, Bangkok – Ini terdengar sangat extream untuk mendapatkan perut Six-Pack seorang pria di bangkok mengambil jalan pintas dengan melakukan operasi plastik pada perutnya.

Seperti yang di lansir coconuts bahwa beberapa pria di bangkok bersedia menjalankan 2 sampai 4 jam operasi untuk membentuk perut mereka menjadi Six-Pack. Salah satu tempat untuk melakukan prosedur operasi ini adalah di Rumah Sakit Masterpiece Hospital yang berada di bangkok berada di distrik Dusti secara lengkapnya.

CEO Masterpiece Hospital Angkat Bicara Tentang Operasi Six-Pack

CEO rumah sakit masterpiece Raweewat “Sae” Maschamadol menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan hal operasi itu lebih dari 4 tahun dengan jumlah pasien dengan permintaan yang sama mencapai 30-40 orang tiap bulannya.

Prosedur utama yang betuh kehati-hatian adalah pada saat penyedotan lemak untuk membentuk perut Six-Pack, ahli bedah ini menyampaikan bahwa prosedur tersebut tidak berbahaya atau menyakitkan seperti yang di pikirkan oleh orang-orang awam.

prosedur operasi perut six-pack
Seorang pria melakukan prosedur operasi perut six-pack

Namun, tidak seperti implan payudara, prosedur ini tidak menggunakan plastik atau silikon untuk membentuk six-pack. Raweewat menjelaskan bahwa implan tidak terlihat bagus dan tidak tahan lama. Dia juga mencatat bahwa semua pelanggannya setidaknya “agak puas” dengan prosedur ini.

Prosedur ini bukan sesuatu yang baru, seperti pada tahun 1990-an, seorang ahli bedah Texas adalah yang pertama kali melakukannya. Walaupun saat itu, hasilnya tidak ideal seperti sekarang. Bahkan, sekitar satu dari 50 orang yang menjalani operasi menderita komplikasi kecil.

Oleh karena itu, tim Raweewat telah mengembangkan metode mereka sendiri meskipun ia mempelajari berbagai prosedur di luar negeri. Dia kemudian berusaha meyakinkan, sekali lagi, bahwa fasilitasnya adalah pilihan terbaik dan teraman bagi orang-orang yang ingin menjalani prosedur ini.

Kami adalah rumah sakit berlisensi dan sah, tidak seperti banyak klinik bedah kosmetik lainnya di Thailand. Yang berarti, kami memiliki akses ke obat bius dan berkualitas.

Metode Six-Pack Rumah Sakit Masterpiece Thailand

dr. Raweewat juga mencatat bahwa 90 persen kliennya sebenarnya pecandu kebugaran, tetapi mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka untuk mendapatkan Six-Pack yang diinginkan, dan dengan demikian mereka melakukan operasi sebagai jalan terkahir.

Continue Reading

Kesehatan

Posisi Menyusui Yang Baik Bagi Sang Ibu dan Bayi

Published

on

menyusui

Posisi Menyusui Yang Benar

Kilasjogja.com, Kesehatan – Menyusui anak bukan hal yang mudah. Terlebih pada ibu yang baru pertama kali memiliki anak. Makanya, sangat disarankan untuk setiap ibu yang akan memiliki anak agar mau belajar bagaimana menyusui yang benar supaya nantinya si anak mendapatkan ASI terbaik.

Tapi, kekhawatiran akan memberikan ASI pada anak pertama itu sangatlah tinggi. Banyak ibu muda atau ibu anak pertama yang kemudian takut hingga akhirnya terjadilah masalah baru; ASI sedikit.

Ya, dijelaskan Dokter Spesialis Kesehatan Anak DR. dr. Naomi Estherina Dewanto, Sp. A (K), salah satu penyebab kenapa akhirnya muncul masalah ini adalah mindset yang keliru. “Banyak ibu muda yang belum mencoba sudah stres yang akhirnya memengaruhi produksi ASI tubuhnya,” terang dr Naomi, Senin (6/8/2018).

Dr Naomi melanjutkan, selain itu, tekanan dari suami atau mertua juga bisa menjadi penyebab lain masalah ini muncul. Tidak bisa dipungkiri, ads beberapa suami yang menilai ketika anaknya nangis terus, dia akhirnya meminta sang istri memberikan susu formula saja dibandingkan harus melihat anaknya yang tidak puas akibat ASI sang istri sedikit. Pun kasusnya terjadi pada mertua.

Kondisi semacam ini ternyata juga memengaruhi mental sang istri. “Mental istri pasti langsung jeblok kalau udah denger kalimat ini. Makanya saya menghimbau agar semua anggota keluarga mau mendukung pemberian ASI ekslusif dan jangan langsung berpasrah pada susu formula,” kata dr Naomi.

Ibu Yang Baru Pertama Kali Menyusui

Dr Naomi menegaskan bahwa untuk para ibu yang baru pertama kali menyusui, sangat wajar ketika Anda satu atau dua hari mencoba menyusui anak tapi ASI-nya tidak keluar. “Tenang, menyusui adalah sebuah proses dan jangan langsung patah semangat ketika hari-hari pertama melahirkan, payudara Anda belum menghasilkan ASI yang banyak,” tambahnya.

Di sisi lain, masalah ASI sedikit ini juga bisa disebabkan karena saat memberikan ASI pada si bayi, posisi ibu atau bayinya tidak tepat. Alhasil, produksi ASI menjadi sedikit. Tidak hanya itu, salah posisi juga bisa menyebabkan puting payudara lecet.

Nah, pada Kilasjogja, dr Naomi coba menjelaskan bagaimana posisi menyusui yang paling baik dan berikut panduannya:

  1. Usahakan untuk dagu si bayi menempel pada payudara ibu. Hal ini berkaitan dengan kesempurnaan posisi puting dengan mulut bayi.
  2.  Pastikan mulut bayi terbuka lebar. Sebab, dengan posisi seperti itu, si bayi akan sampai pada bagian areola payudara ibunya yang mana itu merupakan sumber utama ASI.
  3.  Perhatikan dengan baik bahwa posisi perut si bayi sejajar dengan perut ibu. Ini pun berkaitan dengan letak mulut si bayi pada puting.
  4.  Jika dirasa perlu, pastikan telinga di bayi sejajar dengan bahu ibu. Ini pun berkaitan dengan kenyamanan si anak saat menyusui dan memastikan si anak menempatkan mulut pada area payudara yang benar.

Dr Naomi menambahkan bahwa jangan pernah berpikiran bahwa ibu memiliki ASI sedikit. “Tidak ada istilah itu. Setiap ibu pasti bisa menyusui dan akan menghasilkan ASI yang cukup untuk anaknya. Hal-hal yang telah disebutkan yang harus diperhatikan dan akan menentukan bagaimana produksi ASI berlangsung,” papar dr Naomi.

Continue Reading

Kesehatan

TERAPI STEM CELL : Sukses Sembuhkan Penyakit Mematikan

Published

on

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti memberikan banyak manfat.

Salah satu contoh paling anyar adalah terapi stem cell atau sel punca. Pengobatan ini terbukti ampuh menyembuhkan penyakit serius seperti jantung, stroke, parkinson, diabetes serta berbagai macam kanker.

Stem cell atau sel punca sendiri sebenarnya adalah sel induk yang dalam perkembangan embrio manusia menjadi sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai organ.

Sel ini belum terspesialisasi dan mampu berdeferensiasi menjadi berbagai sel matang, sehingga memiliki kemampuan meregenerasi diri sendiri.

Terapi ini sebenarnya bertujuan untuk memperbaharui atau memperbaiki jaringan yang rusak.


Untuk melakukannya, stem cell bisa diambil dari beberapa bagian tubuh sendiri. Seperti sumsum tulang belakang, lemak, tali pusat hingga darah.

Sel punca ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu autologus (sumber stem cell dari diri sendiri), syngenic (sumber stem cell dari saudara kembar identik) dan alogenik (sumber stem cell dari saudara kandung, orang tua atau orang lain).

Terapi stem cell sendiri mulai dipublikasikan pertama di tahun 1963, ketika penelitian kedokteran di Amerika.

Saat itu disimpulkan jika darah di dalam ari-ari dan tali pusat mengandung berjuta-juta sel induk pembentuk darah, yang sejenis dengan sel induk yang ditemukan di dalam sumsum tulang yang dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Sedangkan pencangkokan darah tali pusat (umbilical cord blood) pertama kali dilakukan pada seorang anak penderita anemia fanconi di Paris pada tahun 1988 dan dinyatakan berhasil.

Di Indonesia sendiri, terapi stem cell sudah dilaksanakan pada penderita penyakit jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta tahun 2007.

Sutradara Iqbal Rais yang divonis kanker darah pada tahun 2011, menjadi pasien pertama yang melakukan terapi stem cell yang diambil dari sumsum tulang belakang di RSUD DR Soetomo Surabaya tahun 2013.

Sayang nyawanya tak tertolong karena terserang kanker ganas dan leukimia akut.

Kontroversi

Sejauh ini, penggunaan terapi stem cell masih menimbulkan kontroversi dan mendapat larangan di beberapa negara.

Negara Amerika Serikat misalnya, mereka melarang pendanaan penelitian stem cell yang menggunakan sel induk berasal dari embrio manusia.

Namun, di beberapa negara seperti Singapura, Korea, dan India, penggunaan stem cell embrio manusia untuk kedokteran justru diperbolehkan.

Di Kanada membolehkan penggunaan embrio sisa bayi tabung untuk penelitian sel induk.

Pemerintah Singapura bahkan berani menanamkan modal dalam upaya penelitian sel induk yang berasal dari embrio manusia. Negara ini bahkan mendidirikan bank penyimpanan darah tali pusat.

Pengkloningan embrio manusia untuk memperoleh sel induk atau sel punca menimbulkan kontroversi.

Sebabnya karena dianggap lantaran berhubungan dengan pengkloningan manusia atau pengkloningan reproduksi yang ditentang semua agama.

Dalam proses pemanenan sel induk dari embrio terjadi kerusakan pada embrio yang bisa menyebabkan kematian.

Pandangan bahwa embrio mempunyai status moral sama dengan manusia menyebabkan hal ini sulit diterima.

Karena itu pembuatan embrio untuk tujuan penelitian merupakan hal yang tidak dapat diterima banyak pihak.

 

Continue Reading

Headline Berita