Connect with us

MotoGp

Valentino Rossi Come Back!

Published

on

Pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi kembali ke lintasan setelah 22 hari istirahat.

Kilasjogja.com, MotoGP – Setelah beristirahat selama 22 hari akibat patah tulang, Valentino Rossi kembali kelintasan menunggangi YZF-R1M dalam sesi latihan bebas MotoGP 2017 di Sirkuit Aragon, Jumat (22/9/2017).

Pada awalnya diperkirakan bahwa pemulihan keadaan Rossi setalah kecelakaan tersebut akan memakan waktu yang cukup panjang 30-40 hari. Namun ternyata jauh lebih cepat dari perkiraan tersebut.

Rossi senang bisa kembali kelintasan balap karena merasa nyaman dengan tunggangannya.

“Saya merasa sudah baik sejak pagi ini dan setelah dua sesi latihan, kaki saya dalam kondisi baik. Saya tidak merasa sakit,” kata Rossi seperti dilansir crash.net

Catatan yang dibuat Rossi dalam latihan bebas memang belum tajam pada tes yang diwanai hujan ringan dan kondisi trek yang lembap. Pembalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979, itu menyelesaikan 8 lap menempati posisi ke-18 di latihan pertama pagi hari (+2,8 detik) dan melahap 13 lap untuk finis di posisi ke-20 di latihan kedua (+2,1 detik) di sore hari.

“Pada kondisi trek basah, secara fisik memang lebih mudah, hal tersebut bisa membantu saya saat start akhir pekan ini. tapi, di sisi lain jika terjadi kesalahan kecil ini akan jauh lebih berbahaya dan membuat kecelakanaan, pada trek basah anda harus benar-benar fokus pada kondisi itu,” imbuhnya.

“Saya berharap untuk Sabtu dan Minggu trek akan kering, dan mungkin besok (Sabtu) kami bisa bekerja dengan motor kami dan mencoba memahami level kami.”

“Jika basah, saya tidak memiliki masalah tertentu (melakukan jarak tempuh). Tentu saja di trek kering, ini lebih menuntut untuk kaki yang kuat dan juga untuk yang lainnya. Karena apa yang saya temukan di Misano (selama tes Superbike), upaya lebih banyak pada lengan dan  bahu, karena dalam pengereman, saya tidak memiliki kekuatan di kaki untuk mengerem motor.”

“Hal lain di trek kering, Anda harus bergerak lebih banyak dari satu sisi ke sisi yang lain, dan juga saat Anda menikung, sedikit lebih jauh dari motor. Saya tidak terlalu paham dengan dengan R1, karena R1 mirip motor normal, seperti M1 di kondisi basah. Tapi, dengan M1 di trek kering, Anda harus tetap berada lebih jaih dari tunggangan. Jadi dengan kondisi ini, tidak masalah. Hari ini kami mencoba pijakan kaki lebih rendah agar cukup punya ruang. Jika bisa, saya ingin mencoba setingan normal.” tungkasnya.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.