Connect with us

Kesehatan

TERAPI STEM CELL : Sukses Sembuhkan Penyakit Mematikan

Published

on

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti memberikan banyak manfat.

Salah satu contoh paling anyar adalah terapi stem cell atau sel punca. Pengobatan ini terbukti ampuh menyembuhkan penyakit serius seperti jantung, stroke, parkinson, diabetes serta berbagai macam kanker.

Stem cell atau sel punca sendiri sebenarnya adalah sel induk yang dalam perkembangan embrio manusia menjadi sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai organ.

Sel ini belum terspesialisasi dan mampu berdeferensiasi menjadi berbagai sel matang, sehingga memiliki kemampuan meregenerasi diri sendiri.

Terapi ini sebenarnya bertujuan untuk memperbaharui atau memperbaiki jaringan yang rusak.


Untuk melakukannya, stem cell bisa diambil dari beberapa bagian tubuh sendiri. Seperti sumsum tulang belakang, lemak, tali pusat hingga darah.

Sel punca ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu autologus (sumber stem cell dari diri sendiri), syngenic (sumber stem cell dari saudara kembar identik) dan alogenik (sumber stem cell dari saudara kandung, orang tua atau orang lain).

Terapi stem cell sendiri mulai dipublikasikan pertama di tahun 1963, ketika penelitian kedokteran di Amerika.

Saat itu disimpulkan jika darah di dalam ari-ari dan tali pusat mengandung berjuta-juta sel induk pembentuk darah, yang sejenis dengan sel induk yang ditemukan di dalam sumsum tulang yang dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Sedangkan pencangkokan darah tali pusat (umbilical cord blood) pertama kali dilakukan pada seorang anak penderita anemia fanconi di Paris pada tahun 1988 dan dinyatakan berhasil.

Di Indonesia sendiri, terapi stem cell sudah dilaksanakan pada penderita penyakit jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta tahun 2007.

Sutradara Iqbal Rais yang divonis kanker darah pada tahun 2011, menjadi pasien pertama yang melakukan terapi stem cell yang diambil dari sumsum tulang belakang di RSUD DR Soetomo Surabaya tahun 2013.

Sayang nyawanya tak tertolong karena terserang kanker ganas dan leukimia akut.

Kontroversi

Sejauh ini, penggunaan terapi stem cell masih menimbulkan kontroversi dan mendapat larangan di beberapa negara.

Negara Amerika Serikat misalnya, mereka melarang pendanaan penelitian stem cell yang menggunakan sel induk berasal dari embrio manusia.

Namun, di beberapa negara seperti Singapura, Korea, dan India, penggunaan stem cell embrio manusia untuk kedokteran justru diperbolehkan.

Di Kanada membolehkan penggunaan embrio sisa bayi tabung untuk penelitian sel induk.

Pemerintah Singapura bahkan berani menanamkan modal dalam upaya penelitian sel induk yang berasal dari embrio manusia. Negara ini bahkan mendidirikan bank penyimpanan darah tali pusat.

Pengkloningan embrio manusia untuk memperoleh sel induk atau sel punca menimbulkan kontroversi.

Sebabnya karena dianggap lantaran berhubungan dengan pengkloningan manusia atau pengkloningan reproduksi yang ditentang semua agama.

Dalam proses pemanenan sel induk dari embrio terjadi kerusakan pada embrio yang bisa menyebabkan kematian.

Pandangan bahwa embrio mempunyai status moral sama dengan manusia menyebabkan hal ini sulit diterima.

Karena itu pembuatan embrio untuk tujuan penelitian merupakan hal yang tidak dapat diterima banyak pihak.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.