Connect with us

Kesehatan

Soft Drink Paling Populer Berdasarkan Bagaimana Beracunnya Mereka

Published

on

Soft Drink Berbahaya

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Soft drink atau biasa kita sebut sebagai minuman berkarbonasi soda baru-baru ini menjadi bahan penelitian sejumlah ilmuan dalam penelitiannya 1.000 orang dewasa selama enam tahun mengkonsumsi minuman soda dan minuman manis lainnya mendapatkan tambahan lemak sebesar 0.8 Kg lemak visceral (Lemak Perut). lemak ini akan merusak organ dalam perut anda dan mendorong perut anda keluar atau terlihat buncit.

Lemak visceral telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes, di antara penyakit lainnya.

Soft Drink atau soda terbukti membuat kita terlihat berpenampilan buruk karena kandungan gula didalamnya, di tahun 2016 badan otoritas di amerika USDA mengelurkan pedoman baru untuk kandungan gula dalam minuman bersoda tidak boleh lebih dari 180 kalori gula perhari untuk wanita dan 200 kalori untuk pria.

Di Amerika, FDA telah menerima lebih dad 10400 keluhan konsumen terhadap aspartame.

Penyakit berkembang dalam lingkungan asam Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau randang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang, semakin rendah pH tubuhnya.

Soda diet tidak berbahaya bagi tubuh merupakan sebuah tipuan yang paling besar Kenyatannya, soda diet juga menimbulkan efek yang buruk, bahkan mengandung lebih banyak pemanis buatan jenis aspartam.

Pemanis buatan ini menyebabkan tubuh kita memiliki respon yang lemah terhadap protein Jika dibiarkan terus menerus, orang bisa terkena kanker depresi, cacat kelahiran (bagi ibu yang sedang mengandung), obesitas, hingga alzheimer.

Anda sebaiknya mengurangi dan lebih baik lagi tidak mengonsumsi soda sama sekali Terutama setelah makan di restoran cepat saji yang biasanya menawarkan paket makanan dengan minuman bersoda. Penuhilah kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih atau teh herbal yang lebih bermanfaat bagi kesehatan.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.