Connect with us

Internasional

SEA Games 2017 Dengan Tuan Rumah Yang Konyol

Published

on

2017 Southeast Asian Games

Kilasjogja.com – Pelaksanaan SEA Games 2017  menjadi sorotan dengan bebagai kekoyolan yang dilakukan pihak penyelenggara yang sama sekali dirasakan sangat tidak lucu. Event sebesar ini terlihat seperti di akomodir oleh sekelompok orang yang sangat tidak professional untuk menyelenggarakan perhelatan taraf International.

Entah apa yang dipikirkan oleh pihak pemerintah Malaysia, apa mereka dengan sengaja berusaha mempermalukan negara tertentu atau mereka sedang berusaha mempermalukan dirinya sendiri, Malaysia sebagai tuan rumah dinilai belum becus Karena banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam persiapan dan pelaksanaan SEA Games 2017.

Dimulai dengan bendera Indonesia yang terbalik pada brosur SEA Games 2017 yang menjadi viral di tanah air dan menyulut kemarahan warga Indonesia yang menganggap bahwa Malaysia sudah melakukan pengihanan terhadap bangsa Indonesia

Bendera Indonesia Terbalik di Brosur SEA Games 2017

Brosur SEA Games 2017

Brosur SEA Games 2017 via suara.com.

Hal tersebut menjadikan pertanyaan apakah ini sebuah kesengajaan atau ada faktor lain, baru pada SEA Games 2017 insiden kesalahan dalam cetakan bendera dan pionirnya adalah Malaysia negara yang di gadang-gadang jauh lebih unggul dari Indonesia tapi tidak becus dalam mengelola Event yang hanya bertaraf Asia Tenggara.

Ternyata tidak hanya hal tersebut yang menjadikan carut marutnya pelaksanaan SEA Games 2017 ini, kesalahan demi kesalahan di lakukan oleh tuan rumah. Thailand merupakan salah satu korban bendera negara tersebut tertukar dengan Indonesia.

Thailand Menjadi Korban Bendera Tertukar di SEA Games 2017

Bendera Thailand Tertukar Dengan Indonesia di SEA Games 2017

Bendera Thailand Tertukar Dengan Indonesia di SEA Games 2017 via says.com

Setelah beberapa laporan yang masuk atas penyelidikan berbagai kasus yang ada di SEA Games 2017 Myanmar juga mengalami kerugian akibat ke amburadulan pelaksanaan SEA Games kali ini, saat tim Sepak bola Putri Myanmar mencukur gundul tim tuan rumah mendadak supir bus yang membawa mereka ke lokasi pertandingan menghilang dengan alasan yang cukup menggelikan di kabarkan bahwa si supir di tangkap polsi Malaysia Karena melakukan pencurian saat pertandingan berlangsung, ironisnya hal tersebut tidak ada yang berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak Myanmar.

Sebuah kekecewaan dari Myanmar harus berlanjut kala laga sepak bola Myanmar bertanding menghadapi Laos pendukung dari Myanmar hanya di jatah tiket 500 lembar saja padahal kapasitas dari lapangan mencapai 6000 penonton.

Lanjutan derita SEA Games 2017 yang dialami oleh Thailand tim futsal mereka mendapatkan kenyataan pahit bahwasanya tidak ada bus yang tersedia untuk mengangkut mereka ke Lokasi latihan.

Vietnam tidak lolos dari kekoyolan tuan rumah penyelenggara hal ini melibatkan kembali tim sepak bola putri Vietnam, dalam pertandingan Vietnam dengan filipina penjaga gawan dari tim Vietnam meminta kepolisian Malaysia untuk mengantarkanya ke setadion dimana ia akan berlaga, namun naas si penajaga gawang malah di antarkan ke Hotel, alhasil penjaga gawang Malaysia harus terlambat 15 menit sebelum pertandingan dimulai.

Lalu Indonesia, tim Sepak Takraw Putri Indonesia karena tidak tahan dengan kejanggalan wasit Muhammad Radi pada pertandingan Indonesia melawan Malaysia lebih baik memilih Walkout.

Kesimpulan dari warga masyarkat Indonesia pada khususnya bahwa malaysia berusaha melakukan berbagai kesalahan dan kecurangan dalam pelaksanaan SEA Games 2017 agar mereka dapat mendominasi pertandingan dan perolehan emas, karena tidak hanya Indonesia yang disasar mengingat berbagai permasalahan terdahulu yang pernah terjadi antara kedua negara ini, atas semua kejadian ini apakah tidak ada sangsi atau audit pelaksanaan yang dilakukan oleh malaysia oleh pihak federasi SEA Games Asia? mari kita tunggu perkembangan dan berita selanjutnya dari SEA Games 2017

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.