Connect with us

Kuliner

Sate Kere Yang Tak Bikin ‘Kere’

Published

on

Sate Kere

Kilasjogja.com – Istilah kere biasanya dipakai untuk menggambarkan kondisi kemiskinan atau ketidakmampuan perekonomian. Sepertinya ini juga berlaku bagi makanan yang satu ini. Maklum, namanya saja sate kere.

Kenapa disebut kere? Karena terbuat dari koyor atau lemak serta jeroan sapi yang dipotong tipis kemudian ditusuk seperti sate.

Soal harga, sate ini memang terbilang sangat murah. Cukup mengeluarkan uang Rp 5.000, Anda akan mendapat 14 tusuk sate kere. Cukup murah bukan!

Meski pun bernama sate kere, namun pembeli makanan tersebut kebanyakan menggunakan kendaraan motor dan mobil. Uniknya, sate ini hanya ada di Pasar Kotagede. Penjualnya pun memakai sepeda dengan gerobak kecil.

Untuk meyakinkan pembelinya tentang jenis lemak dan jeroan yang dipakai sebagai sate. Penjual sate kere menaruh bukti sertifikat halal milik kios daging tempatnya membeli.

Soal rasa tak perlu khawatir karena rasanya cukup enak. Perpaduan rasa manis yang berasal dari kecap serta bumbu serta potongan daun jeruk membuat makanan ini berbau harum saat dibakar dan saat disantap. Cocok digunakan sebagai lauk menggunakan nasi panas.

Tertarik mencoba? Silahkan datang ke Pasar Kotegede pada sore hari atau Ke Pasar Beringharjo.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.