Connect with us

Internasional

Rezim Kim Jong-Un Eksekusi 11 Musisi

Published

on

Rezim Kim Jong-un

Kilasjogja.com, Seoul – Retetan kejahatan dari rezim yang berkuasa saat ini Kim Jong-un terus terjadi, pimpinan korut tersebut dilaporkan telah mengesekusi 11 musisi dengan menggunakan senjata anti-pesawat.

Dikutip dari The Independent pada Jumat (22/9/2017), eksekusi itu wajib dipertontonkan di depan 1.000 orang, 11 orang tersebut di tuduh sudah membuat sebuah film porn di akademi militer Pyongyang.

“Mereka di berondong peluru dari senjat anti pesawat, tubuh mereka hancur berkeping-keping berserakan kemana-mana” ujar Hee Yeon-lim seorang pembelot rezim Kim Jong-un.

“tidak hanya diberondong peluru Kim Jong-un memerintahkan untuk melindas tubuh para musisi tersebut dengan menggunakan Tank.”

Melihat kekejian Kim Jong-un, ia memutuskan kabur ke China lalu ke Seoul, Korea Utara. Misi itu ia lakukan setelah ayahnya meninggal dunia tahun 2015.

Hee Yeon-lim juga mengklaim diktator itu memiliki bunker persembunyian yang berlapis. “Sulit bagi tentara Barat untuk menemukannya,” ujar Hee lagi.

Sikap Korea Utara yang menutup diri membuat sulit untuk memverifikasi klaim para pembelot, termasuk Hee. Namun, Dr Colin Alexander, dari Nottingham Trent University mengatakan dalam beberapa kasus ada kemungkinan perbudakan di Korea Utara, termasuk budak seks. Juga ada kekejian dalam eksekusi siapapun yang berkhianat.

Kekejaman rezim Kim Jong-un dirasakan berbagai pihak di Korea Utara dari warga sipil sampai para tentaranya.

Beberapa waktu yang lalu semua dikejutkan dengan pengakuan seorang eks tentara nasional Korea Utara tentang keadaan yang sebenarnya.

Tidak semua anggota militer hidup makmur bahkan jauh di kelayakan bahkan ada yang harus hidup dipinggiran Korea Utara di mana makanan nyaris tidak ada.

“Dengan ancaman negara-negara Barat, hanya tentara ekslusif saja yang diberi makan layak. Kami tidak,” kata sang pembelot seperti dikutip dari The Sun pada Mei 2017 lalu.

“Jatah makan kami sehari cuma dua buah kentang. Kami sangat lapar sehingga terpaksa mencuri dari penduduk lokal,” lanjut eks tentara yang enggan mengungkapkan jati dirinya.

Pembelot yang kini tinggal dan di bawah pengawasan Korea Selatan mengungkapkan bahwa tentara Korut dalam kondisi kelaparan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.