Connect with us

Kesehatan

Program Bayi Tabung 30 Juta Rupiah

Published

on

Bayi Tabung

Kilasjogja.com, KESEHATAN – Imej program bayi tabung yang bisa menghabiskan uang ratusan juta rupiah tak selamanya benar. Dengan berkembangan teknologi, kini masyarakat bisa menikmati program bayi tabung dengan harga cukup terjangkau.

Kini dengan uang Rp 30 juta, seorang suami-istri bisa mengikuti program bayi tabung dengan teknik In Vitro Maturation (IVM).

Hal ini dibenarkan spesialis ahli kebidanan dan penyakit kandungan dr Dwi Haryadi SpOG (K) dari Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP DR Sardjito Yogya.

Teknik IVM sendiri adalah proses bayi tabung dengan mematangkan sel telur dilaboratorium sebelum dibuahi dan dipindahkan dalam bentuk embrio kedalam rahim.

Karena itu penggunaan suntikan hormon seperti yang lazim dilakukan pada teknik IFV tidak bahkan sedikit dilakukan dengan cara ini.

Nantinya sel telur muda diambil dan dimatangkan di laboratorium selama 24-48 jam, kemudian akan dibuahi dan dikembangkan menjadi embrio yang selanjutnya baru ditransfer ke dalam rahim istri.

“Keunggulan IVM ini cara dan lama pengobatan lebih sederhana dan waktunya juga singkat. Pasien jadi lebih nyaman dan biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau,” terangnya.

Di RSUP DR Sardjito sendiri, teknik IVM ini telah diikuti oleh beberapa pasien dan yang tertua sudah memasuki usia kehamilan 28 minggu atau tujuh bulan.

Sayangnya teknik ini tidak bisa diikuti oleh seluruh pasangan suami-istri. Teknik ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang diindikasikan mengalami kelainan hormonal atau yang biasa disebut sindroma polikistik ovarium.

“Di luar negeri memang sudah dicoba untuk semua pasien, tapi memang pengembilan sel telur lebih sulit dan detail. Karena dengan kondisi normal ternyata sel telurnya tidak banyak,” jelasnya.

Tentu ini sangat membantu pasangan suami istri yang mengalami kesulitan dalam pembuahan karena mengalami gangguan kesuburan dan memilih solusi bayi tabung sebagai alternatif upayanya demi mendapatkan keturunan.

BACA JUGA: Usia Pengaruhi Keberhasilan Program Bayi Tabung

Bagi masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi serba kecukupan, mungkin tidak mempermasalahkan besarnya biaya program bayi tabung.

Namun bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pas an. Tentu harus berfikir berulang kali untuk melakukannya. Padahal keduanya sama-sama ingin memiliki momongan.

Sebenarnya yang membuat biaya bayi tabung menjadi mahal adalah obat-obatan yang digunakan. Terutama yang digunakan untuk menstimulasi ovarium agar menghasilkan banyak sel telur matang untuk diambil dan difertilisasi.

Untuk satu suntikan saja, seorang pasien harus merogok kocek minimal Rp 1,5 juta. Padahal proses ini dilakukan setiap hari dan bisa dilakukan selama berminggu-minggu untuk menumbuhkan serta mematangkan sel telur.

Saat sel telur sudah cukup matang, nantinya akan diambil dan dibuahi oleh sperma suami di laboratorium dan dikembangkan menjadi embrio. Selanjutnya embrio akan dipindahkan ke dalam rahim istri.

Proses ini biasanya dinamakan In vitro Fertilization (IVF). Di Yogya sendiri khususnya di RSUP DR Sardjito, program bayi tabung IVF ini sudah menghasilkan 150 anak hingga tahun ini.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.