Connect with us

Internasional

Pedang Goujian Berusia 2500 Tahun Masih Sangat Tajam

Published

on

Pedang Goujian

Kilasjogja.com, INTERNASIONAL – Pedang Goujian ditemukan oleh sekelompok arkeolog pada sebuah makam kuno yang diperkirakan berumur 2000 tahun di Provinsi Hubei, China. di dalam makam Shao Hua Secara rinci, makam tersebut berangka tahun antara 722 – 479 SM disebelah kerangka Jenazah dari Shao Hua terlihat ada sebuah pedang yang setelah mereka tarik pedang tersebut dari sarung kayu yang membungkusnya, mereka terkagum dengan pedang ini masih berkilau walapun sudah berumur ribuan tahun lamanya.

Pedang Goujian yang terbuat dari perunggu tersebut memiliki ukuran panjang 55,7 cm dengan lebar 4,6 cm dan panjang gagangnya 8,4 cm. Ujung gagang pedang Goujian berbentuk lempengan bulat yang pada lingkaran dalamnya terdapat 11 lajur lingkaran dengan pahatan halus.

Pedang yang diperkirakan sudah berusia 2500 tahun ini, memiliki rona keemasan yang dikombinasikan dengan pola berwarna gelap dengan desain yang rumit.

Para Arkeolog sangat terkejut bagaimana bisa pedang ini tidak berkarat dan ketajaman pedang ini bisa bertahan dari udara yang sangat lembab selama ribuan tahun. Tentunya temuan ini memancing beragam pertanyaan. Terutama pertanyaan seputar siapakah pria yang ada dalam makam itu sehingga memiliki pedang yang sangat spesial ini.

Pedang Goujian

Pedang Goujian

Para arkeolog tersebut terus mencari siapa pemilik dan pembuat pedang ini pada zaman dahulu, segela literatur sejarah cina pun di buka kembali untuk mendapatkan jawaban yang tempat atau asumsi yang mendekati si pemilik atau si pembuat pedang ini.

Suatu alasan ditemukannya pedang Goujian di makam pemimping kerajaan Chu karena diperkirakan pedang Goujian diberikan pada penguasa Chu sebagai hadiah pernikahan. Sesuai catatan kitab sejarah kuno, hubungan kedua negara Chu dan Yue semenjak masa Yun Chang (penguasa Yue) sudah mulai akrab, mereka pernah bersekutu pada suatu periode, Chu Zhaowang si penguasa Chu pernah mempersunting putri Goujian sebagai selirnya dan telah melahirkan Chu Huiwang.

Oleh karena itulah pedang Goujian yang masih tajam itu kemungkinan besar dijadikan sebagai salah satu hadiah pernikahan putri Yue dan demikian telah berpindah tangan ke Negara Chu hingga kemudian penguasa Chu menghadiahkannya kepada Shao Hua. Setelah Shao Hua wafat, pedang tersebut ikut terkubur di dalam makamnya. dan pada akhirnya arkeolog yang menemukan pedang ini bersepakat bahwa pemilik dari Pedang Goujin ini adalah seorang Raja Goujin yang tewas saat memimpin peperangan pada periode tersebut.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.