Connect with us

Entertainment

Menristekdikti Apresiasi Film Tengkorak

Published

on

Tengkorak

Kilasjogja.com, SLEMAN –  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengapresiasi film ‘Tengkorak’ yang diproduksi oleh Sekolah Vokasi (SV) UGM dan menjadi nominator dalam fastival film Cinequest di California Amerika Serikat.

Nasir berharap SV UGM optimis mampu memenangi festival film tersebut. “Kalau pun belum bisa menang dan baru masuk nominasi, tahun depan capaiannya harus lebih tinggi lagi,” terangnya.

Menurut Nasir, para pemenang di era disruptive innovation seperti sekarang ini adalah orang-orang yang selalu berinovasi dan kreatif. Ia menyontohkan perusahaan Go-Jek yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat lewat aplikasi dan akhirnya booming dengan aset miliaran dollar Amaerika.

“Saya yakin UGM sebagai universitas kelas dunia, sangat mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi seperti Go-jek,” jelasnya.

Ia juga berpesan supaya produksi film oleh SV UGM tidak berhenti pada film Tengkorak, namun berkelanjutan. Ia menyarankan SV UGM menggandeng banyak praktisi sebagai pendamping akademisi untuk mencetak lulusan handal yang kompeten dan profesional bidangnya.

“Kolaborasi ini sangat penting, kalau bisa komposisi praktisinya sampai 50 persen,” ungkapnya.

Dekan SV UGM Dr Wikan Sakarinto yang turut bermain dalam Film Tengkorak mengatakan, film ini satu-satunya film karya anak bangsa yang berhasil masuk nominasi Best Film di Cinequest 2018 untuk kategori Best Film Science Fiction, Fantasy dan Horror bersaing dengan puluhan film dari berbagai negara.

Film Tengkorak akan diputar empat kali di ajang Cinequest, awal Maret mendatang. Banyak inovasi dalam film ini seperti inovasi multimedia, inovasi animasi dan spesial efek. Semuanya dilakukan mahasiswa dan dosen SV UGM khususnya Prodi Diploma Kompuer dan Sistem Informasi (peminaan multimedia).

“Film ini 100 persen diproduksi sendiri,” katanya.

Menurut Wikan, film Tengkorak yang bergendre fiksi ilmiah berhasil diakui di berbagai festival film internasional, salah satunya Festival Film Asia JAFF 2017. Oleh karenanya, harus didukung seluruh pihak, baik dukungan finansial maupun non-finansial. Sehingga tidak hanya sukes di berbagai festival internasional, namun juga sukses di pasar nasional maupun internasional.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.