Connect with us

Nasional

Lokasi Black Box Lion Air JT-610 Ditemukan

Published

on

Kilasjogja.com, NASIONAL – Memasuki hari ketiga pencarian bangkai bodi Lion Air JT610, Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi sinyal black box yang lokasinya tidak jauh dari koordinat hilangnya pesawat. Di lokasi itu juga, diduga ada bagian besar pesawat tersebut.

“Koordinatnya di sekitar 400 meter barat laut lokasi jatuhnya pesawat. Pencarian akan difokuskan di lokasi tersebut,” kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, di Jakarta, Rabu (31/10).

Syaugi mengungkapkan, di lokasi itu Tim SAR gabungan menemukan serpihan bagian dari pesawat di dasar laut. Selain itu, alat canggih Remote Operated-underwater Vehicle (ROV) dari Kapal Riset Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga mendeteksi sinyal dari black box Lion Air lewat ping locator.

Namun, ketika tim penyelam mencoba mendekat untuk memastikan keberadaan black box menemukan kendala. “Arus di dalam cukup deras, ROV terbawa arus karena di daerah tersebut juga banyak pipa Pertamina,” jelas Syaugi.

Pencarian dengan penyelaman, lanjut Syaugi, akan kembali dilakukan bila kondisi arus dinyatakan aman. “Keamanan tim penyelam tetap kita utamakan,” ujarnya.

Dari upaya pencarian yang dilakukan pada hari ketiga, Tim SAR gabungan menemukan bagian anggota tubuh korban dan puing serpihan pesawat. Total ada 53 kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri.

Sementara dalam mendukung proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pasca musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610, Kemenhub meminta manajemen Lion Mentari Airlines untuk membebastugaskan sementara Direktur Teknik sampai proses investigasi selesai dilakukan.

“KNKT akan melakukan pemeriksaan (investigasi) terhadap Lion Air. Untuk mempermudah dan mendukung dilakukannya pemeriksaan oleh KNKT, Kemenhub meminta agar Direktur Teknik dibebastugaskan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub menjelaskan, kebijakan ini diambil setelah melakukan konsolidasi internal dengan jajaran Ditjen Perhubungan Udara. “Kami lakukan rapat secara sistematis. Dari pengamatan kami, berdasarkan dari jobdesk suatu penerbangan, kelaikan dari satu perusahaan penerbangan menjadi tanggung jawab Direktur Teknik,” ungkapnya.

Menhub kembali menegaskan, kebijakan yang diambil bukanlah pemecatan, melainkan pembebastugasan yang sifatnya sementara. “Bukan pemecatan, tapi membebastugaskan. Kalau sudah ada pemeriksaan, dan dia tidak salah, tidak dibebaskan. Ini sementara. Sehingga yang bersangkutan bisa konsentrasi membantu proses pemeriksaan yang dilakukan KNKT,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan Kemenhub tersebut, manajemen Lion Air telah membebastugaskan Muhammad Asif yang menjabat Direktur Teknik. Manajemen kemudian menunjuk Muhammad Rusli sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknik Lion Air.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.