Connect with us

News

JS Lama Bergabung Dengan Jaringan Radikal

Published

on

Densus 88

Kilasjogja.com, SLEMAN – Tim Densus Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang pria di Jalan Yogya-Solo Keniten Tamanmartani Kalasan Sleman. Laki-laki berinisial JS (40) itu, saat diamankan, Rabu (18/7) sedang melayani pembeli di warung minuman dawet milik adiknya.

Pihak keluarga sendiri merasa tak terkejut dengan penangkapan tersebut, karena pihak keluarga sejak lama menduga JS bergabung dengan jaringan radikal.

Hal ini disampaikan adik kandungnya, NH (38) saat ditemui di rumahnya di Dusun Keniten. NH juga turut dibawa ke Polda DIY dan baru diperbolehkan pulang pukul 20.00.

“Kalau kami tidak kaget. Kakak saya sudah lama ikut jaringan itu. Kaidah agamanya sudah berbeda dengan kami,” jelasnya.

Menurut NH saat penangkapan, anggota Densus 88 datang menggunakan sepeda motor. JS langsung diborgol dan matanya ditutup menggunakan lakban. NH akhirnya ikut dibawa karena mengaku kakaknya. Keduanya dimasukkan ke mobil Avanza dan dibawa ke Polda DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan peningkatan pengawasan menyusul operasi yang dilancarkan Densus 88 di Yogya. Sinergitas dari semua pihak sangat dibutuhkan. Misalnya dengan melibatkan pengurus RT, RW maupun lurah untuk mengawasi penghuni baru.

“Keberadaan RT/RW memiliki peran penting dan strategis mengawasi penghuni baru. Selain harus memenuhi persyaratan sebagai penduduk baru atau pendatang, mereka harus melakukan komunikasi dengan RT dan warga sekitar,” ungkap Gubernur saat dimintai tanggapannya soal penangkapan terduga teroris di wilayah DIY.

Sultan mengaku belum bisa banyak memberikan komentar. Hal itu, dikarenakan dirinya, belum mengetahui secara persis apakah terduga teroris yang tertangkap merupakan warga pendatang yang tinggal di Yogyakarta atau justru warga asli DIY.

“Tapi apapun itu, komunikasi harus dibangun dengan mereka dan perlu pengawasan lebih lanjut,” tegas Sultan HB X.

Sultan mengungkapkan, pembinaan wilayah dan teritorial itu adalah hal yang sangat penting. Menyadari hal itu, Sultan mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolda DIY dan Wakapolri.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.