Connect with us

Travel

Candi Abang ‘Si Bukit Teletubies’

Published

on

Candi Abang

Kilasjogja.com, TRAVEL – Ada banyak tempat di Yogyakarta yang menawarkan keindahan matahari terbenam. Mulai dari pantai hingga bukit yang selalu padat dikunjungi wisatawan. Ada satu tempat yang tidak sebatas menyajikan pemadangan matahari terbenam yang memang dijamin keindahannya. Tempat itu bernama Candi Abang yang berada di Desa Jogotirto Berbah Sleman ini.

Jika pada umumnya candi terbuat dari bebatuan, tidak demikian dengan Candi Abang. Terbuat dari batu bata berwarna merah yang dalam Bahasa Jawa berarti abang. dengan ukuran 36×34 meter.

Bentuk bangunannya seperti piramida dan jika dilihat sepintas mirip seperti bukit kecil. Masyarakat sekitar kerap menjuluki dengan sebutan ‘bukit teletubbies’ karena mirip seperti yang ada di dalam film anak-anak tersebut.

Menurut papan informasi yang dituliskan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogya, Candi Abang ini merupakan peninggalan agama Hindu. Pasalnya di bangunan ini pernah ditemukan sebuah lingga atau lambang dewa siwa dan arca Budha.

Oleh masyarakat sekitar, Candi Abang ini dikeramatkan. Banyak yang percaya tempat ini merupakan ‘hunian’ dari Kyai Jagal yang dianggap sakti dan banyak berjasa pada masa penjajahan Belanda hingga Jepang.

“Cerita orangtua dulu begitu. Jangan macam-macam di sana,” terang Mbah Kisno, orang yang dituakan di Dusun Sentonorejo.

Mbah Kisno membenarkan jika banyak yang memanfaatkan Candi Abang sebagai tempat mencari pesugihan. Ada juga yang percaya jika tempat ini memiliki ‘harta karun’ yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Sehingga kerap dijadikan sebagai tempat untuk Ngalap Berkah.

Sing percaya njeh katah. Kula mboten percaya,” jelasnya.

Terlepas dari mitos dan cerita mistis tersebut, Candi Abang memang tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Mayoritas yang datang adalah anak-anak remaja yang ingin menikmati pemandangan matahari terbenam atau sunset dari puncak candi sambil berfoto selfie.

Candi Abang

                   

Pemandangan dari puncak Candi Abang memang indah. Dari tempat itu bisa menyaksikan hamparan persawahan di wilayah Berbah. Bahkan hanggar atau tempat parkir pesawat beserta landasan di Bandara Adi Sutjipto pun cukup jelas terlihat.

“Pemandangan waktu sunset oke banget,” ungkap Harlian, pengunjung dari Condong Catur.

Meski tidak ada aturan tertulis tentang jam berkunjung, namun tidak berarti pengunjung bisa bebas sesuka hati berlama-lama di tempat ini. Ada aturan ‘tak tertulis’ yang harus ditaati. Salah satunya yaitu harus meninggalkan tempat ini maksimal pukul 18.30 WIB.

 

Setiap pengunjung yang ingin menikmati keindahan pemandangan beberapa sudut Yogyakarta dari Candi Abang, tidak perlu mengeluarkan kocek tebal. Sebab tidak dipungut biasa seperserpun. Cukup dengan membayar parkir Rp 2.000 yang dikelola pemuda setempat.

Begitu sampai tempat parkir, pengunjung masih harus menaiki bukit dengan anak tangga yang terbuat dari bebatuan. Cukup terjal. Namun tidak berliku. Meski menbutuhkan energi dan bisa membuat pengunjung berkeringat, tapi semuanya terbayar dengan panorama yang sangat indah.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.