Connect with us

Travel

Ayo Datang Ke Tebing Breksi!

Published

on

Tebing Breksi

Kilasjogja.com, TRAVEL – Nama Tebing Breksi kini sedang jadi bahan perbincangan di kalangan penghobi traveling. Berawal dari sering buat berfoto selfie untuk kemudian diunggah ke jejaring sosial Facebook maupun Instagram, nama Tebing Breksi mulai banyak dikenal orang khususnya para wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal Yogyakarta saja, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Padahal dulunya Tebing Breksi yang lokasinya sebelum objek wisata Candi Ijo ini hanyalah sebuah tebing bekas galian tambang biasa. Jika dirunut dari sejarahnya, sebelum populer dikenal sebagai tempat wisata, kawasan kapur Bukit Breksi merupakan lahan tambang warga yang jadi tumpuan hidup dan mata pencaharian bertahun-tahun.

“Dulu tempat ini merupakan tambang batu. Namun sejak ditetapkannya kawasan ini sebagai salah satu unsur Geo Heritage Yogyakarta, aktititas pertambangan dihentikan. SK penetapan Geo Heritage itu tahun 2014,” terang Kholiq Widianto, Ketua Pengelola Desa Wisata Sambirejo Prambanan.

Setelah aktifitas penambangan dihentikan, warga masyarakat mulai mencari alternatif lain yang bisa dikembangkan dari lahan tebing bekas galian batu ini. Ternyata larangan pemerintah untuk menghentikan aktifitas penambangan justru menjadi pelecut kreatifitas warga setempat untuk mengeksplorasi keindahan Tebing Breksi.

Jika dilihat-lihat, ternyata bekas galian tambang yang tersisa di kawasan Tebing Breksi meninggalkan guratan-guratan yang artistik. Di sisi lain, paduan warna putih berkilau semburat kuning dan coklat dalam berbagai sisi tebing yang begitu luas memberikan panorama indah tersendiri. Maka warga masyarakat pun sepakat untuk mengembangkannya menjadi tempat wisata.

“Pertama kali dibangun panggung terbuka yang diresmikan 30 Mei 2015 lalu. Setelah itu pada dinding tebing mulai dipahat ornamen hiasan. Pahatan pertama yakni konsep relief gambar wayang. Pahatan kedua yakni patung Semar kemudian yang terbaru sekarang adalah pahatan relief naga namun belum jadi secara sempurna,” jelasnya.

Pahatan relief inilah yang menjadi spot menarik para wisatawan untuk berfoto selfie. Dalam perkembangannya, di kompleks area wisata Tebing Breksi tepatnya Desember 2015 mulai dibangun sarana ibadah berupa musholla, area kuliner maupun kamar mandi. Pembangunan ini selesai pada April 2016.

Nama Tebing Breksi semakin booming dikenal orang sejak diselenggarakannya event bertajuk ‘Breksinergi’ Mei 2016 di kawasan Tebing Breksi.  Berdasarkan data kunjungan wisatawan, tercatat selama kurun waktu 2016, kunjungan wisatawan meningkat cukup drastis. Bulan Januari, kunjungan wisatawan dalam sebulan mencapai 2.190 orang.

Angka tersebut meningkat signifikan di bulan April menjadi 5.920 orang. Bulan Mei melonjak lagi menjadi 9.017 orang. Kemudian bulan September, kunjungan wisatawan ke Tebing Breksi sudah menembus angka 36.746 orang.

“Kawasan wisata Tebing Breksi selain jadi favorit kunjungan wisatawan juga banyak menjadi tujuan penyelenggaraan event-event besar. Contohnya acara gathering, anniversary bahkan event sekelas FKY juga pernah dilaksanakan di sini,” ungkapnya.

 

 

Di puncak bukit Tebing Breksi, para wisatawan akan dimanjakan dengan panorama keindahan Yogyakarta yang tampak dari atas. Dari sisi sebelah barat, tampak landasan pacu bandara Adisutjipto yang terlihat mungil. Di sisi utara, menjulang kemegahan gunung Merapi dan Merbabu yang dipadu dengan eksotisnya Candi Prambanan. Sedangkan di sisi timur dan selatan, tampak hijaunya perbukitan dan asrinya perkampungan warga.

Agus Purnomo, salah satu wisatawan mengaku tertarik datang ke kompleks wisata Tebing Breksi karena rasa penasaran dari keindahan foto yang ramai diunggah di jejaring sosial .Rasa tertariknya berkunjung ke Tebing Breksi karena banyak spot menarik yang bisa dieksplorasi untuk berfoto.

“Saya tahunya dari instagram. Panoramanya keren. Akhirnya kami bertiga langsung traveling ke sini. Suasana dan spot-spot nya sungguh luar biasa. Keren abis pokoknya buat foto-foto. Selain itu juga sejuk dan pemandangan alam sekitarnya sangat indah,” ungkapnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.